banner-detik
LIFESTYLE

Parfum Bisa Kedaluwarsa? Kenali Ciri-Ciri Parfum yang Sudah Rusak

author

Katharina Mengein 6 hours

Parfum Bisa Kedaluwarsa? Kenali Ciri-Ciri Parfum yang Sudah Rusak

Parfum kedaluwarsa bisa mengalami perubahan aroma dan warna. Kenali ciri-ciri parfum yang sudah rusak dan cara menyimpannya agar lebih awet.

Mommies, pernah gak menemukan parfum lama di meja rias yang sudah bertahun-tahun gak disentuh, lalu tiba-tiba kepikiran, “Ini masih bisa dipakai gak, ya?”

Apalagi kalau botolnya masih cantik, isinya juga masih banyak, dan aromanya dulu termasuk salah satu favorit. Rasanya sayang banget kalau harus dibuang begitu saja.

Tapi sebenarnya, parfum bisa kedaluwarsa gak, sih?

Jawabannya gak sesederhana melihat berapa tahun parfum tersebut sudah disimpan. Parfum memang bisa mengalami perubahan kualitas seiring waktu, tetapi gak semua produk memiliki tanggal kedaluwarsa yang jelas.

U.S. Food and Drug Administration (FDA) menjelaskan bahwa shelf life kosmetik adalah periode ketika produk diharapkan masih memiliki tampilan, fungsi, dan keamanan sesuai harapan. Lamanya bisa berbeda tergantung jenis produk, cara penggunaan, serta bagaimana produk tersebut disimpan.

Jadi, daripada hanya menghitung umur parfum, yuk cek kondisi parfum Mommies. Bisa jadi masih baik-baik saja, tapi bisa juga sudah mulai berubah.

BACA JUGA:5 Bagian Tubuh yang Tidak Boleh Disemprot Parfum, Jangan Asal Wangi!

Parfum Bisa Kedaluwarsa?

Secara sederhana, parfum bisa mengalami penurunan kualitas atau berubah seiring waktu.

FDA menjelaskan bahwa kosmetik dapat mengalami perubahan akibat berbagai faktor, termasuk paparan udara, cahaya, suhu, dan kelembapan. Perubahan tersebut dapat memengaruhi warna, tekstur, maupun aroma produk.

Pada parfum, perubahan ini juga berkaitan dengan komponen pewanginya. Penelitian yang dipublikasikan di Journal of Chromatography A menemukan bahwa sejumlah bahan fragrance dapat mengalami perubahan kimia ketika terpapar udara atau cahaya. Dalam penelitian tersebut, beberapa bahan menunjukkan peningkatan reaktivitas setelah mengalami degradasi akibat paparan cahaya.

Penelitian lain mengenai salah satu bahan pewangi pada parfum dan aftershave juga menemukan bahwa paparan cahaya dapat memicu proses photooxidation dan menghasilkan senyawa hasil degradasi tertentu.

Artinya, parfum yang sudah lama disimpan belum tentu otomatis rusak, tetapi cara penyimpanan memang dapat memengaruhi kualitasnya.

Lalu, bagaimana cara mengetahui parfum yang Mommies punya masih dalam kondisi baik?

5 Ciri-Ciri Parfum yang Sudah Rusak

Foto: Unsplash

Mommies bisa mulai memperhatikan beberapa tanda berikut.

1. Aromanya Berubah Drastis

Ini mungkin tanda yang paling gampang dikenali.

Parfum yang dulu punya aroma floral, fresh, manis, atau woody tertentu tiba-tiba terasa jauh lebih tajam, asam, tengik, atau bahkan seperti alkohol yang menusuk hidung.

Sedikit perubahan aroma seiring waktu memang bisa terjadi. Namun, kalau karakter wanginya sudah berubah drastis dan terasa sangat berbeda dari sebelumnya, bisa jadi komponen parfum sudah mengalami perubahan.

Jadi, kalau baru sekali semprot lalu langsung berpikir, “Lho, kok baunya begini?”, jangan buru-buru menyalahkan hidung Mommies.

Bisa saja memang parfumnya yang sudah berubah.

2. Warna Cairan Berubah

Coba bandingkan dengan kondisi parfum ketika pertama kali dibeli.

Kalau dulu cairannya bening atau berwarna sangat pucat, lalu sekarang berubah menjadi jauh lebih gelap, Mommies patut memperhatikannya.

Perubahan warna bisa terjadi selama penyimpanan dan dapat dipengaruhi oleh paparan cahaya maupun udara. Namun, perubahan warna saja belum cukup untuk menyimpulkan bahwa parfum sudah rusak.

Beberapa parfum memang bisa mengalami perubahan warna secara alami karena karakter bahan yang digunakan.

Jadi, jangan cuma melihat warnanya. Cek juga apakah aromanya ikut berubah atau ada perubahan lain pada cairan.

3. Cairan Menjadi Keruh atau Muncul Endapan yang Tidak Biasa

Selain warna, perhatikan tampilan cairannya.

Kalau parfum yang sebelumnya terlihat jernih tiba-tiba menjadi keruh, memiliki endapan yang gak biasa, atau ada material asing yang terlihat di dalam botol, sebaiknya jangan langsung dipakai.

FDA juga menyarankan konsumen memperhatikan perubahan pada produk kosmetik, termasuk bau yang tidak biasa, perubahan warna, atau adanya material asing. Jika menemukan masalah pada produk, konsumen disarankan menghentikan penggunaannya.

Jadi, kalau Mommies menemukan perubahan yang cukup ekstrem, lebih baik gak mengambil risiko.

4. Wanginya Jadi Sangat Menyengat atau Terasa “Aneh” di Kulit

Kadang perubahan parfum baru terasa setelah disemprotkan ke kulit.

Misalnya, aromanya terasa jauh lebih menusuk daripada biasanya atau dry down-nya berubah total dibandingkan ketika pertama kali digunakan.

Memang, aroma parfum bisa terasa berbeda pada setiap orang karena kondisi kulit dan faktor lainnya. Tetapi kalau Mommies sudah lama memakai parfum yang sama dan tiba-tiba aromanya terasa sangat berbeda, hal ini layak diperhatikan.

Apalagi kalau perubahan aroma tersebut muncul bersamaan dengan perubahan warna atau kondisi cairan.

5. Menimbulkan Reaksi yang Berbeda pada Kulit

Nah, ini yang paling penting.

Kalau parfum yang sebelumnya biasa saja ketika digunakan tiba-tiba membuat kulit terasa gatal, perih, terbakar, kemerahan, atau muncul ruam, hentikan pemakaian.

Perlu diingat, reaksi kulit gak selalu berarti parfumnya sudah kedaluwarsa. Bisa saja Mommies mengalami iritasi atau sensitivitas terhadap salah satu bahan parfum.

Namun, kalau muncul reaksi yang gak biasa setelah menggunakan produk, jangan diabaikan.

FDA menyarankan konsumen menghentikan penggunaan kosmetik jika mengalami reaksi seperti ruam, kemerahan, atau rasa terbakar dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.

BACA JUGA: 7 Rekomendasi Parfum Musky Lokal Terbaik, Wangi Elegan dan Tahan Lama

Berapa Lama Parfum Bisa Bertahan?

Foto: Magnific

Nah, ini pertanyaan yang biasanya bikin penasaran.

Gak ada satu angka yang bisa berlaku untuk semua parfum.

Mommies mungkin pernah mendengar bahwa parfum pasti hanya bertahan 2 tahun, 3 tahun, atau 5 tahun. Padahal, umur simpan produk dapat berbeda tergantung formulasi, kemasan, cara penggunaan, dan kondisi penyimpanannya.

FDA juga menjelaskan bahwa shelf life kosmetik dipengaruhi oleh jenis produk, bagaimana produk digunakan, dan bagaimana produk disimpan. Di Amerika Serikat, kosmetik juga gak diwajibkan secara umum mencantumkan tanggal kedaluwarsa pada kemasannya.

Jadi, jangan langsung membuang parfum hanya karena sudah melewati angka tertentu.

Sebaliknya, jangan juga menganggap parfum pasti masih baik hanya karena belum melewati angka tersebut.

Kondisi parfumnya tetap perlu diperhatikan.

Kenapa Cara Menyimpan Parfum Itu Penting?

Mommies yang selama ini suka menaruh parfum di dekat jendela atau di kamar mandi, boleh mulai mempertimbangkan untuk memindahkannya.

Paparan panas, cahaya, udara, dan kelembapan dapat memengaruhi kualitas kosmetik. FDA bahkan menyebut produk kosmetik dapat menjadi rusak jika disimpan di tempat yang terlalu panas atau terlalu lembap.

Untuk parfum, Mommies bisa menerapkan beberapa kebiasaan sederhana:

  • Simpan di tempat yang sejuk dan kering.
  • Hindari paparan sinar matahari langsung.
  • Jangan meletakkan parfum di tempat yang suhunya sering berubah drastis.
  • Setelah digunakan, pastikan botol tertutup dengan baik.
  • Kalau parfum memiliki kemasan aslinya, gak ada salahnya tetap menyimpannya di dalam kotak untuk membantu mengurangi paparan cahaya.

Jadi, meja rias yang jauh dari jendela bisa menjadi pilihan yang lebih baik daripada area yang terkena sinar matahari langsung.

Apakah Parfum yang Sudah Lama Masih Boleh Dipakai?

Bisa saja, selama kondisi parfumnya masih baik dan tidak menunjukkan perubahan yang mengkhawatirkan.

Mommies gak perlu langsung panik kalau menemukan parfum lama yang sudah beberapa tahun tersimpan. Cek dulu aromanya, warna, tampilan cairan, dan apakah parfum menimbulkan reaksi yang berbeda ketika digunakan.

Namun, kalau aroma sudah berubah drastis, cairan berubah secara mencolok, muncul endapan atau material asing, atau pemakaian menimbulkan iritasi, sebaiknya jangan diteruskan.

Dan jangan lupa, selalu perhatikan petunjuk penyimpanan maupun informasi yang diberikan oleh produsen pada kemasan.

Kapan Sebaiknya Parfum Dibuang?

Kalau Mommies masih ragu, gunakan prinsip sederhana: jangan memaksakan produk yang kondisinya sudah meragukan.

Parfum sebaiknya gak digunakan lagi kalau:

  • aromanya berubah drastis dan menjadi gak enak atau menyengat;
  • cairannya berubah secara mencolok disertai perubahan lain;
  • muncul endapan atau material asing yang gak biasa;
  • produk menimbulkan rasa gatal, perih, terbakar, kemerahan, atau ruam;
  • kemasan atau botolnya mengalami kerusakan yang membuat produk gak lagi terlindungi dengan baik.

FDA juga menyarankan menghentikan penggunaan kosmetik jika produk menunjukkan masalah seperti bau yang buruk, perubahan warna, atau adanya material asing.

Jadi, kalau Mommies sudah menemukan beberapa tanda sekaligus, mungkin memang sudah waktunya mengucapkan goodbye pada parfum tersebut.

Jangan Cuma Lihat Umurnya, Cek Kondisinya

Jadi, parfum bisa kedaluwarsa?

Lebih tepatnya, parfum dapat mengalami penurunan kualitas dan perubahan seiring waktu. Gak ada satu batas usia yang otomatis membuat semua parfum menjadi rusak.

Yang lebih penting adalah melihat kondisinya.

Kalau aroma masih sesuai, tampilannya masih normal, gak ada perubahan mencurigakan, dan gak menimbulkan reaksi pada kulit, parfum lama belum tentu harus langsung masuk tempat sampah.

Sebaliknya, kalau sudah mulai berbau aneh, berubah warna secara mencolok, muncul endapan atau material asing, atau justru membuat kulit bereaksi, jangan sayang-sayang amat untuk mengucapkan selamat tinggal.

Karena pada akhirnya, parfum memang dibuat untuk bikin kita wangi dan merasa lebih put together. Bukan malah bikin Mommies sibuk bertanya-tanya, “Ini parfum atau eksperimen kimia?”

Jadi, sebelum spray spray parfum lama kesayangan, coba cek dulu kondisinya.

Wangi boleh, tapi tetap jangan asal pakai.

BACA JUGA: Cara Menyimpan Parfum agar Wanginya Tahan Lama, Masih Banyak yang Salah!

Cover: Unsplash

Share Article

author

Katharina Menge

-

banner-detik

POPULAR ARTICLE

banner-detik
banner-detik

COMMENTS


SISTER SITES SPOTLIGHT

synergy-error

Terjadi Kesalahan

Halaman tidak dapat ditampilkan

synergy-error

Terjadi Kesalahan

Halaman tidak dapat ditampilkan