banner-detik
PARENTING & KIDS

7 Kesalahan Memilih Bra Menyusui yang Bikin Nggak Nyaman, Ini Cara Memilihnya

author

Katharina Mengein 6 hours

7 Kesalahan Memilih Bra Menyusui yang Bikin Nggak Nyaman, Ini Cara Memilihnya

Cara memilih bra menyusui ternyata nggak cuma soal ukuran. Kenali 7 kesalahan yang bisa bikin bra terasa nggak nyaman saat menyusui.

Mencari bra menyusui yang nyaman ternyata bisa jadi tantangan tersendiri. Apalagi setelah melahirkan, ukuran dan bentuk payudara bisa berubah, sementara Mommies juga harus berhadapan dengan aktivitas menyusui atau pumping yang bisa dilakukan berkali-kali dalam sehari.

Belum lagi kalau bra terasa terlalu ketat, cup kurang menampung payudara, tali bahu sering melorot, atau bukaan menyusui malah bikin ribet. Bukannya membantu, bra yang salah pilih justru bisa bikin Mommies makin nggak nyaman menjalani hari.

Padahal, cara memilih bra menyusui nggak cuma soal mencari model yang lucu atau punya bukaan menyusui. Ukuran, bahan, bentuk cup, support, sampai seberapa mudah bra digunakan saat menyusui juga perlu dipertimbangkan.

Panduan dari NHS juga menyarankan ibu yang mengalami puting nyeri untuk menggunakan bra yang ukurannya pas dan tidak memiliki kawat yang menekan payudara.

Jadi, sebelum checkout bra menyusui baru, coba cek dulu apakah Mommies masih melakukan beberapa kesalahan berikut.

BACA JUGA: 12 Rekomendasi Bra Menyusui yang Nyaman, Seamless hingga Big Size

7 Kesalahan Memilih Bra Menyusui yang Sering Dilakukan

Foto: Pexels

Bra menyusui memang dibuat untuk memudahkan aktivitas menyusui. Namun, bukan berarti semua nursing bra otomatis nyaman digunakan. Bisa saja modelnya sudah benar, tetapi ukuran atau bahannya ternyata kurang sesuai dengan kebutuhan Mommies.

Berikut beberapa kesalahan yang sebaiknya dihindari.

1. Memilih Ukuran Hanya Berdasarkan Ukuran Bra Lama

Ini mungkin salah satu kesalahan yang paling sering dilakukan.

Mommies mungkin sebelumnya terbiasa menggunakan ukuran bra tertentu dan langsung membeli nursing bra dengan ukuran yang sama. Padahal, selama kehamilan dan setelah melahirkan, ukuran payudara bisa mengalami perubahan.

Karena itu, jangan hanya berpatokan pada ukuran bra yang biasa dipakai sebelum hamil. Lebih aman melihat size chart masing-masing brand dan mengukur kembali lingkar bawah payudara serta lingkar dada.

NHS mencatat bahwa payudara dapat mengalami perubahan ukuran setelah melahirkan, termasuk ketika produksi ASI meningkat.

  • Tips untuk Mommies: kalau membeli secara online, jangan skip bagian size chart. Ukuran M pada satu brand belum tentu sama dengan ukuran M pada brand lainnya.

2. Memilih Bra Terlalu Ketat karena Ingin Payudara Terlihat Lebih Rapi

Ada anggapan bahwa bra yang lebih ketat akan membuat payudara terlihat lebih terangkat dan rapi. Padahal, selama menyusui, kenyamanan justru perlu menjadi salah satu prioritas.

Bra yang terlalu ketat bisa terasa menekan, terutama ketika payudara sedang penuh. Belum lagi kalau digunakan berjam-jam sambil menggendong bayi, menyusui, atau pumping.

Bra yang baik seharusnya menopang payudara tanpa terasa seperti “membungkus” terlalu erat. Bagian cup juga idealnya bisa menampung seluruh payudara tanpa ada bagian yang meluber di atas, bawah, maupun samping.

NHS juga menyarankan menghindari bra atau pakaian yang terlalu ketat karena tekanan pada payudara dapat berkontribusi pada rasa tidak nyaman dan masalah seperti blocked milk duct.

Jadi, jangan berpikir semakin ketat berarti semakin bagus, ya, Mommies.

3. Hanya Memikirkan Bukaan Menyusui, tapi Melupakan Support

“Yang penting bisa dibuka pakai satu tangan.”

Memang benar, nursing bra dengan bukaan yang mudah akan sangat membantu, terutama ketika bayi sudah menangis karena lapar. Tapi jangan sampai fitur tersebut menjadi satu-satunya pertimbangan.

Bra menyusui juga perlu memberikan support yang cukup sesuai ukuran dan bentuk payudara Mommies. Perhatikan bagian band, cup, dan tali bahunya.

Kalau payudara terasa seperti “jatuh” atau tali bahu terus-menerus harus dikencangkan, mungkin masalahnya bukan pada payudaranya, tetapi pada bra yang kurang memberikan support.

  • Tips untuk Mommies: setelah memakai bra, coba angkat kedua tangan. Band seharusnya tetap berada di tempatnya dan tali bahu tidak terasa menusuk atau mudah melorot.

Foto: Pexels

4. Menganggap Semua Bra Menyusui Tanpa Kawat Pasti Nyaman

Bra tanpa kawat memang sering menjadi pilihan favorit ibu menyusui karena terasa lebih fleksibel. Namun, tanpa kawat bukan berarti otomatis cocok untuk semua orang.

Yang paling penting tetap bagaimana bra tersebut terasa ketika digunakan. Apakah cup cukup menampung? Apa bagian bawah bra menopang dengan baik? Lalu apakah band terlalu longgar atau justru menekan?

NHS bahkan menyarankan bra yang pas dan tanpa kawat sebagai salah satu pilihan ketika ibu mengalami puting yang sakit.

Namun, bukan berarti semua Mommies wajib meninggalkan bra berkawat selamanya. Yang perlu dihindari adalah bra yang tidak pas atau kawat yang menekan payudara. Jadi, kembali lagi ke kenyamanan dan kecocokan tubuh masing-masing.

5. Memilih Bahan Tanpa Memikirkan Aktivitas Seharian

Coba bayangkan Mommies harus memakai bra dari pagi sampai malam. Ada sesi menyusui, menggendong bayi, pumping, beres-beres rumah, keluar sebentar, lalu menyusui lagi.

Kalau bahannya panas, terlalu kaku, atau membuat kulit mudah bergesekan, tentu lama-lama bikin nggak betah.

Untuk pemakaian sehari-hari, Mommies bisa mempertimbangkan bahan yang lembut, breathable, dan cukup elastis mengikuti perubahan bentuk payudara. Sementara untuk tidur atau bersantai di rumah, bra dengan material yang lebih ringan dan fleksibel mungkin terasa lebih nyaman.

Jangan lupa, kondisi kulit juga bisa berbeda setelah melahirkan. Kalau Mommies mudah berkeringat atau kulit sedang sensitif, bahan dan jahitan bra menjadi hal yang semakin penting untuk diperhatikan.

6. Membeli Satu Bra Saja karena Takut Salah Pilih

“Coba satu dulu deh. Kalau nyaman baru beli lagi.”

Boleh saja, tetapi pada masa menyusui, punya lebih dari satu bra sebenarnya cukup membantu. Apalagi kalau Mommies mengalami ASI rembes atau sedang rutin pumping.

Daripada satu bra dipakai terus-menerus sampai akhirnya belum sempat dicuci, punya beberapa bra dengan model berbeda bisa membuat aktivitas sehari-hari lebih praktis.

Mommies juga bisa menyesuaikan model berdasarkan kebutuhan. Misalnya, satu bra seamless untuk aktivitas santai, nursing bra dengan support lebih kuat untuk bepergian, dan pumping bra untuk saat harus memompa ASI.

Intinya bukan harus punya banyak bra, tetapi punya beberapa pilihan yang benar-benar sesuai dengan rutinitas Mommies.

7. Tidak Mengecek Lagi Ukuran Bra Setelah Beberapa Waktu

Nah, ini yang kadang terlupakan.

Mommies mungkin sudah menemukan bra yang terasa nyaman setelah melahirkan, lalu menganggap ukurannya akan selalu sama sampai masa menyusui selesai. Padahal, bentuk dan ukuran payudara bisa berubah mengikuti fase menyusui.

Karena itu, kalau bra yang sebelumnya nyaman tiba-tiba terasa sempit, cup mulai terlalu kecil, atau bagian band terasa menekan, jangan dipaksakan.

Panduan NHS menjelaskan bahwa payudara dapat mengalami perubahan ukuran setelah melahirkan, termasuk saat payudara terasa penuh atau mengalami engorgement. Dalam kondisi seperti ini, bra yang pas dan tidak membatasi payudara juga dianjurkan.

Jadi, cara memilih bra menyusui juga perlu dievaluasi dari waktu ke waktu, bukan hanya dilakukan sekali saat membeli nursing bra pertama.

BACA JUGA: 8 Rekomendasi Sport Bra Ibu Menyusui, Olahraga Makin Semangat dan Anti-Ribet

Cara Memilih Bra Menyusui yang Nyaman, Harus Perhatikan Apa Saja?

Foto: Magnific

Kalau Mommies sedang mencari bra menyusui baru, coba gunakan checklist sederhana ini:

  1. Ukur ulang payudara
    Jangan langsung menggunakan ukuran bra sebelum hamil. Cek kembali lingkar bawah payudara dan lingkar dada sesuai panduan ukuran brand.
  2. Pastikan cup cukup menampung
    Payudara sebaiknya tidak meluber di bagian atas, bawah, atau samping cup.
  3. Perhatikan bagian band
    Band seharusnya terasa menopang tetapi tidak menusuk atau membuat Mommies sulit bernapas.
  4. Cek tali bahu
    Tali sebaiknya tidak terus-menerus melorot atau justru terlalu kencang sampai meninggalkan bekas.
  5. Coba gerakkan tubuh
    Jangan hanya berdiri di depan kaca. Coba duduk, membungkuk, mengangkat tangan, atau menggendong bayi. Rasakan apakah bra tetap nyaman.
  6. Coba buka-tutup cup dengan satu tangan
    Ini penting terutama kalau Mommies sering menyusui langsung. Saat bayi sudah lapar, Mommies pasti nggak mau masih sibuk berperang dengan pengait bra.
  7. Sesuaikan dengan kebutuhan
    Bra untuk tidur, menyusui sehari-hari, bepergian, dan pumping tidak harus sama. Pilih berdasarkan aktivitas yang paling sering Mommies lakukan.

Bra Menyusui Nyaman Bukan Berarti Harus Mahal

Kadang kita terjebak pada pikiran bahwa semakin mahal harga bra, semakin nyaman pula digunakan. Padahal, yang paling penting adalah fit dan kebutuhan tubuh Mommies.

Ada bra menyusui yang harganya relatif terjangkau tetapi terasa nyaman dipakai setiap hari. Sebaliknya, bra dengan harga lebih tinggi belum tentu cocok kalau ukuran atau bentuk cup-nya tidak sesuai.

Jadi, daripada hanya melihat harga atau merek, lebih baik perhatikan fitur yang memang Mommies butuhkan.

Dan kalau Mommies masih merasa bingung atau mengalami keluhan saat menyusui, jangan ragu mencari bantuan tenaga kesehatan atau konsultan laktasi. Dukungan laktasi sendiri memang dapat membantu keberlangsungan menyusui. Meta-analisis yang diterbitkan di JAMA Pediatrics pada 2025 terhadap 40 studi dan 8.582 peserta menemukan bahwa intervensi konsultan laktasi menurunkan risiko berhenti menyusui dan meningkatkan durasi menyusui secara keseluruhan.

  • Catatan penting: bantuan konsultan laktasi bukan berarti semua masalah menyusui disebabkan oleh bra. Kalau Mommies mengalami nyeri payudara atau puting yang menetap, puting pecah atau berdarah, atau payudara terasa panas dan sakit, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga kesehatan atau konsultan laktasi. NHS juga menekankan pentingnya mencari bantuan lebih awal pada kondisi tersebut.

Bra yang Nyaman, Bikin Menyusui Sedikit Lebih Praktis

Masa menyusui sudah cukup penuh dengan berbagai hal baru. Mommies harus menyesuaikan diri dengan jadwal bayi, perubahan tubuh, kurang tidur, sampai rutinitas pumping kalau memang melakukannya.

Jadi, jangan menambah “drama” hanya karena bra yang dipakai terasa sakit, terlalu ketat, atau sulit dibuka ketika bayi sudah menangis.

Cara memilih bra menyusui sebenarnya sederhana: cari yang ukurannya pas, memberikan support, bahannya nyaman, dan sesuai dengan aktivitas Mommies. Jangan lupa mengevaluasi kembali ukurannya seiring perubahan tubuh selama masa menyusui.

Karena pada akhirnya, bra menyusui bukan cuma soal bagaimana payudara terlihat di balik baju. Yang lebih penting, Mommies bisa bergerak, menyusui, pumping, menggendong si kecil, dan menjalani hari dengan rasa nyaman.

BACA JUGA: 10 Rekomendasi Baju Menyusui Stylish dan Modis, Gak Kayak Baju Menyusui!

Cover: Unsplash

Share Article

author

Katharina Menge

-

banner-detik

POPULAR ARTICLE

banner-detik
banner-detik

COMMENTS


SISTER SITES SPOTLIGHT

synergy-error

Terjadi Kesalahan

Halaman tidak dapat ditampilkan

synergy-error

Terjadi Kesalahan

Halaman tidak dapat ditampilkan