
Cari kegiatan untuk remaja saat liburan? Ini 30 volunteer untuk remaja SMP dan SMA yang bisa jadi pilihan untuk belajar, berbagi, dan mengasah skill.
Mommies, pernah gak anak sudah libur sekolah tetapi beberapa hari kemudian mulai terdengar kalimat, “Aku bosan”?
Mau main gadget terus juga rasanya gak ideal. Mau diajak jalan setiap hari tentu gak mungkin. Sementara kalau ditanya mau melakukan apa, jawabannya cuma, “Gak tahu.”
Di era serba digital ini, mengajak anak remaja lepas sejenak dari layar gadget memang bisa jadi tantangan tersendiri bagi Mommies.
Padahal, masa remaja juga merupakan periode penting untuk mengembangkan rasa empati, kepercayaan diri, kemampuan bekerja sama, dan berbagai soft skill. Salah satu wadah yang bisa membantu memfasilitasi hal tersebut adalah kegiatan kerelawanan atau volunteering.
Dan menariknya, kegiatan volunteer gak selalu berarti harus melakukan pekerjaan sosial yang berat. Ada yang berkaitan dengan lingkungan, pendidikan, anak-anak, storytelling, konten, hingga kampanye sosial.
Jadi, kalau anak Mommies sedang mencari kegiatan untuk mengisi liburan atau ingin punya pengalaman baru di luar sekolah, volunteering bisa menjadi salah satu pilihan.
BACA JUGA: Student Volunteers dan Teen Internship Program: Program Khusus Anak SMP dan SMA yang Wajib Diikuti!
Ada alasan kenapa kegiatan volunteer bisa menjadi pengalaman yang cukup berarti bagi remaja.
Menurut penelitian yang dipublikasikan di JAMA Network Open, anak dan remaja yang dilaporkan pernah mengikuti kegiatan volunteer memiliki peluang lebih tinggi untuk berada dalam kondisi flourishing, yaitu kondisi ketika mereka dapat berkembang dan berfungsi secara optimal. Pada kelompok remaja usia 12–17 tahun, volunteering juga berkaitan dengan peluang flourishing yang lebih tinggi serta peluang mengalami masalah perilaku yang lebih rendah.
Namun, perlu dicatat bahwa penelitian tersebut menggunakan data cross-sectional, sehingga hasilnya menunjukkan hubungan, bukan membuktikan bahwa volunteering secara langsung menyebabkan kondisi kesehatan atau kesejahteraan menjadi lebih baik.
Tetap saja, ada banyak hal yang bisa dipelajari remaja melalui pengalaman volunteer, antara lain:

Nah, sekarang masuk ke bagian yang mungkin paling dicari Mommies.
Dikutip dari Instagram Kisah Asuh Remaja, berikut beberapa organisasi dan komunitas yang bisa dipertimbangkan untuk anak SMP dan SMA. Persyaratan usia, jenis kegiatan, lokasi, periode pendaftaran, dan kuota bisa berbeda pada setiap program atau batch. Jadi, Mommies tetap perlu mengecek informasi terbaru melalui kanal resmi sebelum mendaftarkan anak.
Syarat Usia: 12–24 tahun pada periode kepengurusan yang tercantum dalam program.
Fokus Kegiatan: Partisipasi anak muda dalam isu pendidikan, kesehatan, perlindungan anak, serta berbagai kegiatan advokasi dan pengembangan kapasitas.
UNICEF menjelaskan Mitra Muda sebagai jaringan yang melibatkan anak muda dalam partisipasi bermakna, termasuk membantu menyuarakan isu anak muda dan terlibat dalam program UNICEF Indonesia.
Info & Pendaftaran: Website resmi UNICEF Indonesia dan U-Report.
Syarat Usia: 16 tahun ke atas
Fokus Kegiatan: Lingkungan, sustainability, edukasi, dan partisipasi anak muda dalam isu lingkungan.
Program seperti ini bisa cocok untuk anak yang mulai tertarik dengan isu perubahan iklim, sampah, dan keberlanjutan.
Info & Pendaftaran: Website resmi Teens Go Green Indonesia dan Instagram @teensgogreen.id
Syarat Usia: Tergantung program volunteer.
Fokus Kegiatan: Kegiatan sosial, pendidikan, literasi, dan pendampingan anak.
Kalau anak tertarik dengan kegiatan yang berhubungan dengan pendidikan atau interaksi bersama anak-anak, organisasi seperti ini bisa menjadi salah satu pilihan yang menarik.
Info & Pendaftaran: Website resmi Yayasan Sahabat Anak dan Instagram @sahabatanak
Syarat Usia: 15 tahun ke atas
Fokus Kegiatan: Program volunteer dan pengalaman sosial di luar negeri, termasuk kesempatan dengan proyek yang berhubungan dengan masyarakat dan pengembangan kapasitas.
Info & Pendaftaran: Instagram @studyxchangeid
Syarat Usia: 15 tahun ke atas
Fokus Kegiatan: Kegiatan kepemudaan dan pengabdian masyarakat, termasuk Ekspedisi Sapa Papua.
Untuk program Ekspedisi Sapa Papua yang tercantum di situs resminya, terdapat beberapa jalur pendanaan dan persyaratan peserta yang perlu diperiksa pada panduan setiap batch. Informasi terbaru yang tersedia mencantumkan peserta dari rentang usia 15–35 tahun untuk kategori tertentu.
Info & Pendaftaran: Website resmi Arah Pemuda dan Instagram @arahpemuda
Syarat Usia: Tergantung program.
Fokus Kegiatan: Wadah bagi anak muda untuk berdiskusi, berjejaring, mengembangkan ide, dan menjalankan kegiatan sosial.
Untuk program tertentu, Mommies perlu mengecek persyaratan peserta melalui informasi resmi organisasi karena batas usia dapat berbeda.
Info & Pendaftaran: Instagram @forpras.jakarta
Syarat Usia: 17 tahun ke atas
Fokus Kegiatan: Literasi dan pendidikan anak.
Kalau anak Mommies suka membaca, bercerita, atau berinteraksi dengan anak-anak, kegiatan literasi bisa menjadi pengalaman volunteer yang cukup menyenangkan.
Info & Pendaftaran: Instagram @jendela.jakarta
Syarat Usia: Tergantung program.
Fokus Kegiatan: Kegiatan kerelawanan untuk remaja, termasuk pendidikan, kegiatan sosial, dan program komunitas.
Info & Pendaftaran: Website resmi Rumah Relawan Remaja dan Instagram @rumahrelawanremajaofficial
Syarat Usia: Tergantung program.
Fokus Kegiatan: Perumahan layak, pembangunan komunitas, dan kegiatan kemanusiaan.
Untuk program yang melibatkan kegiatan lapangan atau konstruksi, Mommies perlu memastikan batas usia, standar keselamatan, serta pendampingan anak sebelum mendaftar.
Info & Pendaftaran: Website resmi Habitat for Humanity Indonesia dan Instagram @habitat_id
Syarat Usia: 14 tahun ke atas
Fokus Kegiatan: Kegiatan sosial, termasuk aktivitas edukasi dan interaksi dengan anak-anak panti asuhan.
Sebelum mendaftar, pastikan Mommies dan anak sudah mengetahui detail lokasi, durasi, biaya, serta sistem pendampingan program.
Info & Pendaftaran: Instagram @barmus_voluntrip
Syarat Usia: 17 tahun ke atas
Fokus Kegiatan: Aksi bersih lingkungan, edukasi pengelolaan sampah, dan kampanye lingkungan.
Buat anak yang lebih suka kegiatan outdoor daripada duduk di depan laptop, kegiatan seperti ini bisa menjadi pilihan menarik.
Info & Pendaftaran: Instagram @worldcleanupdayindonesia
Syarat Usia: Tergantung program.
Fokus Kegiatan: Distribusi makanan, kegiatan sosial, edukasi pangan, berkebun, dan pengelolaan limbah.
Info & Pendaftaran: Websiote resmi Foodcycle Indonesia dan Instagram @foodcycleindonesia
Syarat Usia: Tergantung program.
Fokus Kegiatan: Pembuatan konten, media sosial, workshop kreatif, dan kegiatan komunitas yang fokus pada kelas jurnalistik.
Buat remaja yang sehari-hari memang gak bisa jauh dari kamera atau Canva, volunteering lewat bidang kreatif bisa terasa lebih relatable.
Info & Pendaftaran: Instagram @semestakumbo
Syarat Usia: Tergantung program.
Fokus Kegiatan: Pendidikan dan pendampingan belajar bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Info & Pendaftaran: Website resmi Yayasan Bulir Padi dan Instagram @bulirpadi
Syarat Usia: Usia SMA
Fokus Kegiatan: Aktivitas bermain dan pelestarian permainan tradisional.
Buat anak yang suka bermain sekaligus tertarik dengan budaya lokal, kegiatan seperti ini bisa jadi pengalaman yang berbeda dari kegiatan sekolah.
Info & Pendaftaran: Instagram @playplusina

Syarat Usia: Tergantung kegiatan dan lokasi.
Fokus Kegiatan: Aksi bersih lingkungan dan pengurangan sampah, termasuk kegiatan yang dilakukan di berbagai daerah.
Info & Pendaftaran: Website resmi Trash Hero Indonesia dan Instagram @trashheroindonesia
Syarat Usia: 13 tahun ke atas
Fokus Kegiatan: Berbagai kegiatan sosial dan lingkungan di sejumlah kota di Indonesia.
Program Satu Langkah masih memiliki aktivitas volunteering pada 2025–2026, termasuk kegiatan edukasi lingkungan dan aktivitas bersama anak.
Info & Pendaftaran: Instagram @satulangkahproject
Syarat Usia: 12 tahun ke atas
Fokus Kegiatan: Isu perlindungan anak, hak anak, advokasi, serta partisipasi anak dan remaja.
Save the Children Indonesia memiliki Children and Youth Advisory Networks (CYAN) yang melibatkan anak dan anak muda usia 12–24 tahun dalam advokasi dan partisipasi terkait hak anak.
Info & Pendaftaran: Website resmi Save the Children Indonesia dan Instagram @savechildren_id
Syarat Usia: 14 tahun ke atas
Fokus Kegiatan: Kegiatan sosial dan pengabdian masyarakat.
Mommies bisa mengecek program yang sedang dibuka karena kesempatan volunteer dapat berubah berdasarkan kegiatan dan kota penyelenggaraan.
Info & Pendaftaran: Instagram @memorinegeri
Syarat Usia: 15 tahun ke atas
Fokus Kegiatan: Kegiatan sosial dan kerelawanan, termasuk program yang diselenggarakan di Jabodetabek dan Bandung.
Info & Pendaftaran: Instagram @merakit.rumah
BACA JUGA: 6 Program Volunteer untuk Anak SMA Bangun Portofolio
Syarat Usia: 15 tahun ke atas
Fokus Kegiatan: Kegiatan sosial dan kerelawanan bersama kaum marjinal di berbagai daerah.
Info & Pendaftaran: Instagram @indonesiayouthva
Syarat Usia: 15 tahun ke atas
Fokus Kegiatan: Kegiatan sosial bersama anak panti asuhan, rumah singgah kanker, dan pondok rehabilitasi ODGJ di Jabodetabek dan Bandung.
Info & Pendaftaran: Instagram @naravolunteer dan @naraeveryy
Syarat Usia: 16 tahun ke atas
Fokus Kegiatan: Kegiatan sosial bersama anak-anak panti asuhan maupun lansia di panti jompo.
Info & Pendaftaran: Instagram @tapakasaidn
Syarat Usia: 17 tahun ke atas
Fokus Kegiatan: Isu lingkungan dan berbagai kampanye terkait perlindungan bumi.
Untuk remaja, Mommies sebaiknya mengecek terlebih dahulu program yang memang membuka partisipasi bagi usia anak sebelum mendaftarkan mereka.
Info & Pendaftaran: Website resmi Greenpeace Indonesia dan Instagram @greenpeaceid
Syarat Usia: Tergantung program.
Fokus Kegiatan: Pengembangan kepemimpinan anak muda, kegiatan sosial, pemberdayaan masyarakat, dan advocacy yang ada di beberapa kota.
IFL dikenal sebagai organisasi yang berfokus pada youth empowerment dan social voluntarism.
Info & Pendaftaran: Instagram @ifutureleaders
Syarat Usia: SMA ke atas
Fokus Kegiatan: Kegiatan sosial bersama anak-anak panti asuhan dan komunitas yang membutuhkan.
Info & Pendaftaran: Instagram @tebarbaik.idn
Syarat Usia: Tergantung program.
Fokus Kegiatan: Isu lingkungan, advokasi, dan edukasi publik.
Untuk anak SMA yang mulai tertarik dengan isu lingkungan dan kebijakan publik, kegiatan seperti ini bisa menjadi pengalaman belajar yang menarik. Pastikan cek dulu program yang memang membuka kesempatan bagi pelajar.
Info & Pendaftaran: Website resmi WALHI dan Instagram @pulihkanjakarta
Syarat Usia: Tergantung program.
Fokus Kegiatan: Storytelling, literasi, dokumentasi, administrasi, dan kegiatan yang berkaitan dengan anak.
Ini bisa menjadi pilihan buat remaja yang memang suka cerita, tampil di depan orang lain, atau punya ketertarikan pada dunia kreatif.
Info & Pendaftaran: Instagram @ayodongeng_ind
Syarat Usia: Tergantung program.
Fokus Kegiatan: Isu sosial, kesejahteraan anak, kepedulian masyarakat, dan pengembangan anak muda.
Info & Pendaftaran: Website resmi Advocare dan Instagram @advocares
Syarat Usia: 17 tahun ke atas
Fokus Kegiatan: Pemberdayaan dan kegiatan sosial untuk kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan.
Info & Pendaftaran: Kanal resmi Ketimbang Ngemis di kota masing-masing.
BACA JUGA: 6 Program Magang Berbayar untuk Anak SMA, Dapat Pengalaman Sekaligus Uang Saku

Setelah menemukan kegiatan yang menarik, jangan langsung buru-buru bilang, “Daftar aja!”
Justru bagian ini penting untuk dibicarakan bersama anak.
Beri Dukungan & Luangkan Waktu Evaluasi: Dampingi mereka di tahap awal dan jadilah tempat bercerita yang hangat agar momen kerelawanan menjadi pengalaman tumbuh kembang yang berkesan.
Pada akhirnya, Mommies, mungkin tujuan utama anak ikut volunteer memang cuma satu: “Biar gak bosan selama liburan.”
Dan that’s okay.
Anak gak harus langsung punya visi besar ingin menjadi aktivis sosial atau pemimpin masa depan. Kadang, semuanya memang dimulai dari pengalaman kecil.
Hari ini mungkin ia membantu mengajar anak-anak. Besok ia ikut membersihkan pantai. Minggu depan ia belajar membuat konten untuk kampanye lingkungan.
Dari situ, perlahan ia bisa menemukan, “Oh, ternyata aku suka kegiatan seperti ini.”
Penelitian JAMA Network Open juga menunjukkan adanya hubungan antara volunteering dengan flourishing dan beberapa indikator kesehatan serta perilaku pada anak dan remaja, meski penelitian tersebut belum bisa membuktikan hubungan sebab-akibat.
Jadi, kalau anak Mommies sedang mencari kegiatan untuk mengisi liburan sekolah, gak ada salahnya menawarkan volunteering sebagai salah satu pilihan.
Bukan karena anak harus selalu produktif.
Tapi karena mungkin, di luar ruang kelas dan layar gadget, ada pengalaman kecil yang bisa membuat mereka belajar sesuatu tentang orang lain, dan akhirnya tentang dirinya sendiri.
Cover: Pexels