banner-detik
SELF

Apa yang Membuat Gong Yoo Tetap Menarik di Usia 40-an? Bukan Cuma Visual

author

Katharina Mengein 5 hours

Apa yang Membuat Gong Yoo Tetap Menarik di Usia 40-an? Bukan Cuma Visual

Gong Yoo usia 40-an tetap menarik bukan cuma karena visual. Ini alasan pesonanya makin kuat, dari karakter, humor, kedewasaan hingga pilihan peran.

Mommies, ada gak sih aktor yang rasanya makin bertambah usia malah makin menarik? Gong Yoo mungkin salah satu nama yang paling gampang masuk daftar itu.

Dulu kita mengenalnya sebagai Choi Han-kyul di Coffee Prince, kemudian jatuh hati sebagai Kim Shin di Goblin, dibuat tegang lewat Train to Busan, sampai kembali dibuat penasaran dengan berbagai perannya di The Trunk dan Squid Game.

Sekarang Gong Yoo sudah berada di usia 40-an, tetapi pesonanya seolah gak ikut “menua”. Malah, ada kesan berbeda yang muncul: lebih matang, lebih tenang, dan somehow… makin bikin susah move on.

Tapi kalau dipikir-pikir, apakah benar daya tarik Gong Yoo cuma karena wajahnya?

Kayaknya sih, gak sesederhana itu, Mommies.

Ada beberapa hal yang membuat pria bernama asli Gong Ji Cheol ini tetap punya daya tarik kuat bahkan setelah lebih dari dua dekade berkarier sebagai aktor.

BACA JUGA: Kuis: Seberapa Pantas Kamu Jadi Istri Online-nya Gong Yoo?

1. Bukan Cuma Ganteng, Gong Yoo Punya “Presence”

Oke, kita akui dulu bagian yang satu ini.

Visual Gong Yoo memang bukan sesuatu yang perlu diperdebatkan.

Namun, ada perbedaan antara sekadar punya wajah menarik dan punya presence ketika berada di depan kamera. Gong Yoo termasuk aktor yang bisa membuat karakter terasa kuat bahkan ketika sedang gak banyak melakukan gerakan.

Dalam wawancara dengan Netflix Tudum, Gong Yoo pernah menjelaskan bahwa ia tertarik menyampaikan emosi melalui kamera, termasuk lewat mata, suara, dan perubahan ekspresi yang sangat kecil. Setelah lebih dari 20 tahun berakting, memainkan berbagai karakter juga membuatnya banyak melakukan refleksi terhadap dirinya sendiri.

Mungkin itu yang membuat tatapan Gong Yoo di layar terasa… ya, Mommies tahu sendiri.

Diam saja bisa bikin penonton memperhatikan.

Dan kemampuan seperti ini gak cuma datang dari visual, tetapi juga dari pengalaman panjang membangun karakter.

2. Makin Dewasa, Karakternya Makin Beragam

Salah satu alasan Gong Yoo gak terasa membosankan adalah ia gak terus-terusan memainkan tipe pria yang sama.

Setelah dikenal lewat karakter romantis seperti Han-kyul di Coffee Prince, ia mengambil peran yang jauh lebih berat dalam The Crucible, kemudian tampil dalam Train to Busan, Goblin, The Silent Sea, The Trunk, hingga Squid Game.

Dalam wawancara dengan Netflix Tudum, Gong Yoo juga menjelaskan bahwa ketika memilih proyek, ia gak sekadar mencari karakter tertentu, tetapi mempertimbangkan apakah cerita tersebut terasa menarik dan punya sesuatu yang baru.

Jadi, bukan sekadar mencari karakter yang bikin dirinya terlihat keren.

Dan justru di situlah menariknya.

Ketika aktor berani keluar dari zona nyaman, penonton jadi punya alasan baru untuk melihatnya lagi.

3. Dia Gak Terlalu Sibuk Mempertahankan Image “Ganteng”

Ini mungkin salah satu hal yang membuat Gong Yoo terasa semakin menarik di usia 40-an.

Gong Yoo justru pernah terang-terangan membicarakan soal penuaan dan kerutan di wajahnya. Dalam wawancara dengan The Korea Times, ia mengatakan bahwa ia menyukai kerutan di wajahnya karena bisa menjadi bagian dari penampilannya sebagai aktor dan mengaku tidak menolak proses penuaan.

Dan honestly, ada sesuatu yang menarik dari laki-laki yang gak terlihat terlalu sibuk membuktikan bahwa dirinya masih muda.

Justru karena santai dengan usianya, auranya terasa lebih matang.

Mungkin ini juga alasan kenapa karakter Gong Yoo sekarang terasa berbeda dibandingkan saat ia masih berusia 20-an atau awal 30-an.

4. Cara Pandangnya terhadap Pekerjaan Juga Berubah

Gong Yoo pernah mengatakan bahwa setelah melewati usia 20-an dan 30-an, sumber kekuatan yang mendorongnya sebagai aktor ikut berubah.

Dulu, ia lebih banyak memikirkan seperti apa karakter tersebut terlihat dan bagaimana ia harus memerankannya. Seiring bertambah usia, fokusnya bergeser pada dampak karakter terhadap keseluruhan cerita dan pesan yang ingin disampaikan sebuah proyek.

Ini menarik karena menunjukkan bahwa daya tarik seorang aktor juga bisa datang dari kedalaman cara berpikirnya terhadap pekerjaan.

Jadi bukan lagi sekadar, “Aku harus terlihat bagus di sini.”

Melainkan, “Apa yang bisa karakter ini berikan kepada cerita?”

Mommies yang sudah makin dewasa mungkin relate dengan perubahan semacam ini. Dulu kita mungkin lebih sibuk memikirkan bagaimana terlihat di mata orang lain. Sekarang, makin ke sini, kita mulai lebih peduli pada apa yang benar-benar penting buat kita.

5. Punya Sisi Humoris yang Bikin Pesona Gak Terasa Kaku

Gong Yoo juga punya sisi playful yang sering muncul ketika ia berada di luar karakter.

Dalam wawancara dengan Netflix Tudum, misalnya, ia banyak membicarakan hobinya memancing dan bahkan bercanda soal ikan yang berhasil ditangkapnya.

Dan ternyata, humor memang bisa menjadi salah satu faktor yang membuat seseorang dipersepsikan lebih menarik.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Evolutionary Psychology menemukan bahwa kemampuan menghasilkan dan menikmati humor berkaitan dengan penilaian seseorang sebagai pasangan yang desirable. Efeknya terlihat terutama ketika perempuan menilai laki-laki sebagai pasangan jangka panjang.

Jadi, mungkin memang ada benarnya kalau cowok yang bisa bikin kita ketawa punya nilai plus tersendiri.

Apalagi kalau kombinasi paketnya adalah humor + suara berat + senyum Gong Yoo.

Ya sudah, Mommies. Kita kalah.

BACA JUGA: 22 Drakor Pendek di Bawah 10 Episode, Cocok Buat yang Sibuk

6. Ada Kesan Tenang yang Datang dari Pengalaman

Kalau diperhatikan, Gong Yoo sekarang gak perlu terlalu banyak melakukan sesuatu untuk menarik perhatian.

Mungkin karena ia sudah melewati fase panjang sebagai aktor.

Dalam wawancara setelah lebih dari dua dekade berkarier, Gong Yoo mengatakan bahwa rasa ingin tahu yang terus dipeliharanya menjadi salah satu hal yang membuatnya tetap fokus terhadap pekerjaan. Ia juga menikmati detail-detail kecil dalam proses akting.

Ada sesuatu yang menarik dari orang yang terlihat gak buru-buru membuktikan dirinya.

Dan mungkin ini yang sering kita sebut sebagai aura mature.

Bukan berarti lebih sempurna. Bukan berarti gak punya kekurangan.

Tapi terlihat nyaman dengan proses yang sudah dijalani.

7. Gong Yoo Makin Menarik Ketika Memainkan Karakter yang “Manusiawi”

Kalau Mommies perhatikan filmografinya, banyak karakter Gong Yoo yang sebenarnya punya sisi rapuh.

Di Train to Busan, ia bukan sekadar laki-laki keren yang jago melawan zombie. Ia adalah seorang ayah yang berusaha melindungi anaknya.

Di Goblin, Kim Shin terlihat powerful, tetapi sebenarnya membawa kesepian dan luka yang sangat panjang.

Sementara dalam The Trunk, ia memainkan pria dewasa yang punya persoalan emosional dan hubungan yang jauh lebih complicated.

Gong Yoo sendiri pernah berbicara tentang humanism sebagai salah satu titik penting dalam filmografinya. Ia menyebut belas kasih terhadap manusia, termasuk terhadap dirinya sendiri, sebagai salah satu titik awal dalam melihat karya-karyanya.

Mungkin itu juga yang membuat penonton bisa tetap terhubung dengannya.

Karena di balik visual yang wow, karakter yang dimainkan tetap punya rasa manusia.

8. Ada Nostalgia yang Ikut Membuatnya Makin Menarik

Nah, ini faktor yang mungkin paling relate buat Mommies.

Sebagian dari kita sudah mengenal Gong Yoo sejak Coffee Prince pada 2007.

Artinya, kita bukan cuma melihat Gong Yoo bertambah usia.

Kita juga bertambah usia bersamanya.

Dulu mungkin melihatnya sebagai cowok ganteng yang bikin deg-degan. Sekarang, setelah kita sendiri melewati pekerjaan, hubungan, pernikahan, menjadi orang tua, dan berbagai fase kehidupan lainnya, karakter pria dewasa yang dimainkan Gong Yoo terasa punya konteks yang berbeda.

Makanya ketika melihatnya lagi di The Trunk atau Squid Game, rasanya bukan cuma, “Wah, Gong Yoo masih ganteng.”

Tapi juga, “Kok sekarang auranya beda, ya?”

Ya karena Mommies-nya juga sudah beda.

Jadi, Apa yang Sebenarnya Membuat Gong Yoo Tetap Menarik?

Kalau harus dirangkum, mungkin jawabannya bukan satu hal.

Visual tentu menjadi bonus. Kita gak akan pura-pura bilang Gong Yoo biasa saja.

Namun, daya tariknya sekarang terasa datang dari kombinasi pengalaman, kemampuan akting, keberanian memilih karakter yang beragam, sisi humor, ketenangan, serta cara menerima proses bertambah usia.

Dan menariknya, Gong Yoo sendiri tampaknya gak terlalu berusaha mempertahankan citra sebagai pria yang selalu terlihat muda. Ia justru terbuka terhadap perubahan fisik karena usia dan mengatakan bahwa pendekatannya terhadap pekerjaan juga berubah seiring bertambahnya pengalaman.

Mungkin itu justru rahasianya.

Bukan berusaha terlihat seperti usia 30 ketika sudah 40-an, tetapi terlihat nyaman menjadi dirinya di usia 40-an.

Dan buat Mommies yang sekarang juga sedang memasuki fase hidup yang berbeda, ada sesuatu yang cukup menyenangkan dari melihat laki-laki seusia kita yang juga berubah, berkembang, dan tetap punya daya tarik tanpa harus berpura-pura kembali muda.

Karena pada akhirnya, mungkin daya tarik seseorang memang gak berhenti di wajah.

Cara membawa diri, pengalaman, rasa percaya diri, humor, cara memperlakukan orang lain, sampai kemampuan menerima diri sendiri juga ikut membentuk bagaimana seseorang terlihat di mata kita.

Jadi kalau malam ini Mommies tiba-tiba ingin rewatch Goblin, Coffee Prince, Train to Busan, atau The Trunk

Ya, kita anggap saja ini riset.

BACA JUGA: Lagi Butuh Tertawa? Ini 15 Drakor Komedi yang Dijamin Bikin Mood Naik

Foto: Instagram/gongyoo_official

Share Article

author

Katharina Menge

-

banner-detik

POPULAR ARTICLE

banner-detik
banner-detik

COMMENTS


SISTER SITES SPOTLIGHT

synergy-error

Terjadi Kesalahan

Halaman tidak dapat ditampilkan

synergy-error

Terjadi Kesalahan

Halaman tidak dapat ditampilkan