Katharina Menge・in 3 hours

Ini 5 bagian tubuh yang tidak boleh disemprot parfum, dari area mata hingga kulit iritasi. Ketahui cara pakai parfum yang lebih aman.
Mommies, siapa yang kalau mau pergi rasanya belum lengkap kalau belum semprot parfum? Setelah mandi, pakai skincare, pilih outfit, lalu spray spray sedikit supaya badan wangi sepanjang hari.
Biasanya parfum disemprot di leher, pergelangan tangan, atau bahkan ke seluruh tubuh. Tapi ternyata, gak semua bagian tubuh ideal untuk langsung terkena parfum.
Bukan berarti parfum berbahaya dan harus dihindari, ya, Mommies. Produk parfum memang digunakan untuk memberikan aroma pada tubuh, tetapi bahan pewangi tertentu bisa menyebabkan iritasi atau alergi pada sebagian orang. DermNet menjelaskan bahwa parfum dan bahan pewangi dapat memicu irritant contact dermatitis maupun allergic contact dermatitis, terutama pada orang yang sensitif.
BACA JUGA: Cara Menyimpan Parfum agar Wanginya Tahan Lama, Masih Banyak yang Salah!
Jadi, daripada asal semprot, ada beberapa bagian tubuh yang sebaiknya gak langsung terkena parfum.

Ini mungkin terdengar obvious, tapi karena parfum sering disemprot dari jarak dekat, area wajah bisa saja ikut terkena mist-nya.
Padahal, kulit di sekitar mata termasuk area yang sensitif. Paparan bahan pewangi juga dapat menyebabkan iritasi pada mata, hidung, dan tenggorokan. DermNet mencatat bahwa reaksi terhadap parfum dapat berupa iritasi maupun alergi, dengan area wajah termasuk salah satu lokasi yang sering terdampak.
Jadi, jangan sengaja menyemprotkan parfum ke wajah dengan alasan ingin wanginya lebih tahan lama, ya.
Kalau ingin aroma parfum terasa dekat dengan wajah, lebih aman semprotkan pada area kulit yang memang sesuai petunjuk penggunaan produk dan beri jarak yang cukup dari wajah.
Apalagi kalau Mommies punya kulit sensitif. Gak mau kan, niatnya mau wangi malah berakhir dengan mata perih atau kulit kemerahan?
Bagian tubuh berikutnya yang sebaiknya gak terkena semprotan parfum adalah bibir dan area sekitar mulut.
Parfum bukan produk yang dibuat untuk digunakan pada bibir atau untuk tertelan. Bahan pewangi tertentu juga dapat menyebabkan reaksi pada area mulut pada orang yang sensitif. Dilansir dari DermNet, alergi terhadap pewangi dapat mengenai mulut dan menimbulkan keluhan seperti cheilitis, yaitu peradangan pada bibir.
Jadi, jangan sampai ada kebiasaan menyemprot parfum terlalu dekat dengan wajah atau bibir, Mommies.
Kalau ingin memakai parfum setelah menggunakan skincare atau makeup, beri sedikit jarak dari area wajah dan jangan mengarahkan semprotan ke bagian depan tubuh yang memungkinkan cairannya mengenai mulut.
Kalau ada satu area yang benar-benar gak perlu diberi parfum, jawabannya adalah area genital.
Parfum bukan intimate care. Jadi, gak perlu menyemprotkan parfum langsung ke vagina, vulva, penis, anus, atau area tubuh lain yang memiliki mukosa.
Bahan pewangi dapat menyebabkan iritasi maupun alergi pada kulit. DermNet juga menjelaskan bahwa dermatitis akibat pewangi dapat terjadi di area tertentu melalui paparan langsung maupun perpindahan bahan pewangi dari tangan atau produk lain.
Jadi kalau Mommies merasa area tersebut kurang wangi, jangan diatasi dengan parfum.
Untuk menjaga kebersihan area genital, cukup gunakan metode perawatan yang memang sesuai untuk area tersebut. Wangi bukan berarti lebih bersih.

Nah, ini sering banget gak disadari.
Misalnya, Mommies baru saja mencukur bulu kaki atau ketiak, lalu setelah mandi langsung menyemprot parfum. Atau ada kulit yang sedang lecet, kemerahan, mengalami eksim, atau baru mengalami iritasi.
Sebaiknya tahan dulu.
Kulit yang sedang mengalami gangguan pada lapisan pelindungnya bisa lebih mudah terasa perih ketika terkena bahan tertentu. DermNet menjelaskan bahwa paparan berulang atau berlebihan terhadap bahan pewangi dapat menyebabkan irritant contact dermatitis, sementara orang yang sudah tersensitisasi dapat mengalami reaksi alergi setelah terpapar kembali.
Jadi, kalau kulit sedang “rewel”, jangan dipaksa tetap wangi dengan parfum.
Tunggu sampai kondisi kulit membaik, lalu gunakan kembali sesuai petunjuk pada produk.
Mommies yang masih menyusui juga sebaiknya lebih berhati-hati dengan penggunaan parfum di sekitar payudara, terutama puting dan areola.
Alasannya bukan cuma soal kulit sensitif. Area tersebut juga merupakan bagian tubuh yang bisa bersentuhan langsung dengan mulut bayi saat menyusui.
Parfum mengandung campuran bahan pewangi yang kompleks, dan sebagian komponennya dapat menyebabkan sensitivitas atau dermatitis pada orang tertentu.
Jadi, daripada menyemprot parfum langsung ke payudara atau area yang mungkin bersentuhan dengan bayi, lebih baik pilih area lain yang jauh dari kontak langsung saat menyusui.
Kalau Mommies sedang menyusui, prinsip sederhananya: jangan membuat bayi ikut “memakai” parfum dari kulit kita.
BACA JUGA: Menyimpan Parfum di Kulkas, Boleh atau Malah Merusak? Ini Penjelasannya

Bukan berarti setelah membaca ini Mommies jadi takut memakai parfum, kok.
Pada dasarnya, parfum memang digunakan untuk memberikan aroma pada tubuh. Yang perlu diperhatikan adalah bagian tubuh, kondisi kulit, cara penggunaan, dan sensitivitas masing-masing orang.
Area kulit yang sehat dan utuh biasanya lebih masuk akal untuk menjadi tempat aplikasi dibandingkan area yang sangat sensitif, terluka, atau berdekatan dengan mata dan mukosa.
Untuk penggunaan sehari-hari, Mommies bisa memilih area seperti pergelangan tangan, belakang telinga, leher bagian bawah, bagian dalam siku, atau belakang lutut, selama kulit di area tersebut sehat dan produk memang ditujukan untuk penggunaan pada kulit.
Mommies juga bisa membaca petunjuk penggunaan pada kemasan. Jangan lupa, setiap formula parfum bisa berbeda, jadi cara penggunaan yang tercantum pada label tetap perlu menjadi acuan.
Dan satu lagi yang gak kalah penting: jangan menyemprot parfum terlalu banyak hanya karena ingin wanginya tahan lama.
Kalau Mommies punya riwayat kulit sensitif atau pernah mengalami kemerahan, gatal, rasa terbakar, atau ruam setelah menggunakan parfum, perhatikan kandungannya. DermNet menyebut pewangi sebagai salah satu penyebab penting dermatitis kontak akibat kosmetik.
Bahkan, istilah fragrance-free dan unscented juga gak selalu memiliki arti yang sama. Produk unscented bisa saja menggunakan bahan pewangi untuk menutupi bau dari bahan lainnya. Jadi, Mommies yang memang sensitif terhadap fragrance perlu membaca label dengan lebih teliti.
Pada akhirnya, memakai parfum sebenarnya gak perlu dibuat ribet.
Mommies tetap boleh menikmati parfum favorit, memilih aroma yang bikin mood lebih baik, atau punya “parfum andalan” yang langsung bikin merasa lebih siap menjalani hari.
Hanya saja, jangan sampai karena terlalu fokus ingin wangi, kita lupa bahwa beberapa bagian tubuh punya perlindungan dan sensitivitas yang berbeda.
Jadi mulai sekarang, sebelum spray spray spray, mungkin cek sebentar: ini kulit yang sehat atau sedang sensitif? Dekat mata atau mukosa gak? Ada kemungkinan bersentuhan langsung dengan bayi gak?
Karena ternyata, wangi itu gak harus berarti parfum disemprot ke mana-mana.
Dan kalau setelah memakai parfum Mommies mengalami ruam, gatal, bengkak, rasa terbakar, atau keluhan yang menetap, sebaiknya hentikan pemakaian dan konsultasikan dengan dokter, terutama bila reaksinya berat atau berulang.
Jadi, tetap boleh wangi, Mommies. Cuma sekarang kita tahu bahwa parfum juga punya “area terlarang”-nya sendiri.
BACA JUGA: 7 Rekomendasi Parfum Musky Lokal Terbaik, Wangi Elegan dan Tahan Lama
Cover: Magnific
Mommies Daily is dedicated to all Indonesian moms out there, who just like us strive to be realistic and practical mothers. We hope you enjoy your stay.
Copyright © 2026 Mommies Daily ∙ All the rights reserved