Sorry, we couldn't find any article matching ''

4 Warna Rambut untuk Rambut Tipis agar Terlihat Tebal di Usia 40
Rambut tipis setelah usia 40? Coba caramel highlight, honey brown, dan balayage untuk memberi ilusi rambut lebih tebal dan bervolume.
Mommies, pernah merasa rambut sekarang kok kelihatan lebih “lepek” dan tipis dibanding beberapa tahun lalu? Padahal panjang rambut masih sama, produk perawatan juga sudah berganti-ganti, tapi entah kenapa volume rambut seperti ikut berkurang.
Tenang, Mommies nggak sendirian. Seiring bertambahnya usia, perubahan pada rambut memang bisa terjadi. Rambut dapat terasa lebih halus, pertumbuhannya tidak secepat dulu, atau kepadatannya terlihat berkurang. Akibatnya, rambut yang sebenarnya tidak banyak berubah pun bisa tampak lebih tipis.
Rambut dengan helai yang halus juga belum tentu berarti jumlah rambutnya sedikit. Sebaliknya, rambut yang terlihat makin jarang bisa berkaitan dengan berkurangnya kepadatan rambut.
Nah, selain potongan rambut dan cara menatanya, warna rambut untuk rambut tipis ternyata juga bisa membantu memberikan ilusi rambut yang tampak lebih penuh. Bukan berarti pewarna rambut bisa benar-benar menambah jumlah helai rambut, ya, Mommies. Triknya lebih kepada menciptakan dimensi dan permainan warna sehingga rambut terlihat lebih bervolume.
BACA JUGA: 12 Warna Rambut yang Bikin Wajah Terlihat Lebih Cerah, Mommies Sudah Coba yang Mana?
Kenapa Rambut Bisa Terlihat Lebih Tipis Setelah Usia 40?
Memasuki usia 40, tekstur dan kondisi rambut biasanya dapat mengalami perubahan.
Rambut bisa terlihat lebih tipis setelah usia 40 karena perubahan usia, hormon, tekstur batang rambut, serta kebiasaan styling dan perawatan.
Karena itu, kalau Mommies merasa rambut terlihat tipis setelah usia 40, jangan langsung berpikir bahwa solusinya harus selalu memotong rambut menjadi sangat pendek.
Warna rambut dan teknik pewarnaan yang tepat juga dapat membantu memberikan efek visual yang lebih berisi.

Foto: Mornie Jeremiah/Pexels
Pilihan Warna Rambut untuk Rambut Tipis agar Terlihat Lebih Tebal
Lalu, warna seperti apa yang bisa dipilih? Kuncinya adalah menghindari warna yang membuat rambut terlihat terlalu flat dan satu dimensi.
Berikut beberapa pilihan yang bisa Mommies pertimbangkan saat konsultasi dengan hairstylist.
1. Caramel Highlight
Kalau Mommies ingin perubahan yang cukup terlihat tetapi tetap aman untuk tampilan sehari-hari, caramel highlight bisa menjadi pilihan.
Highlight berwarna caramel yang ditempatkan di beberapa bagian rambut dapat menciptakan kontras lembut antara warna dasar dan highlight. Permainan terang-gelap ini membantu memberikan dimensi, sehingga rambut bisa tampak lebih hidup dan tidak “menempel” rata di kepala.
Untuk Mommies usia 40-an, caramel juga cukup flattering karena memberikan kesan hangat pada wajah tanpa harus membuat warna rambut terlalu terang.
Tipsnya, hindari highlight yang terlalu tipis dan terlalu banyak. Mintalah hairstylist membuat perpaduan warna yang terlihat natural dan menyatu dengan warna dasar rambut.
2. Honey Brown Hair
Mommies yang ingin warna lebih lembut bisa mencoba honey brown hair atau cokelat madu.
Warna cokelat dengan sentuhan keemasan ini memberikan efek hangat sekaligus membuat rambut terlihat lebih berdimensi. Dibandingkan cokelat yang sangat gelap dan rata, honey brown dapat membuat permainan warna pada rambut lebih terlihat, terutama ketika terkena cahaya.
Warna ini juga relatif versatile. Mau dipakai untuk rambut pendek, medium, maupun panjang, tetap bisa terlihat cantik.
Kalau Mommies punya rambut yang sudah mulai menunjukkan uban, honey brown juga bisa menjadi salah satu opsi untuk menciptakan transisi warna yang lebih lembut. Namun, pilihan akhirnya tetap perlu disesuaikan dengan warna rambut asli dan kondisi rambut.
BACA JUGA: 10 Model dan Warna Rambut untuk Wajah Bulat agar Terlihat Lebih Tirus
3. Cokelat dengan Dimensi Warna

Foto: Anastasia Ilina-Makarova/Pexels
Tidak harus selalu menggunakan highlight terang untuk membuat rambut terlihat lebih bervolume.
Mommies yang lebih nyaman dengan warna natural bisa memilih beberapa gradasi warna cokelat. Misalnya, warna dasar cokelat medium dengan beberapa bagian yang sedikit lebih terang.
Teknik seperti ini memberikan efek multidimensional tanpa membuat perubahan warna terlihat terlalu ekstrem.
Justru, untuk rambut yang mulai terlihat tipis, warna yang memiliki dimensi sering kali terlihat lebih menarik dibandingkan satu warna solid dari akar sampai ujung.
4. Balayage untuk Rambut Tipis
Pernah dengar istilah balayage untuk rambut tipis?
Teknik balayage bekerja dengan memberikan sapuan warna yang lebih natural dan menyatu, bukan highlight yang terlihat seperti garis-garis tegas. Karena itu, balayage bisa menjadi pilihan untuk Mommies yang ingin rambut terlihat memiliki dimensi tetapi tidak ingin hasil yang terlalu “ngejreng”.
Warna yang lebih terang biasanya bisa ditempatkan secara strategis di bagian tengah hingga ujung rambut. Hasilnya, rambut terlihat memiliki variasi warna dan gerakan ketika ditata.
Untuk rambut tipis, konsultasikan juga penempatan warnanya dengan hairstylist. Jangan sampai proses bleaching dilakukan berlebihan karena rambut yang sudah rapuh justru bisa semakin kering dan mudah patah.

Foto: Anastasiya Lobanovskaya/Pexels
Apakah Rambut Harus Dicari Warna Terang agar Terlihat Tebal?
Jawabannya: tidak selalu, Mommies. Yang dicari bukan sekadar warna terang, melainkan kombinasi warna yang memberikan dimensi tanpa membuat rambut terlihat terlalu flat.
Ini salah satu hal yang sering disalahpahami. Warna rambut agar terlihat lebih tebal bukan berarti harus selalu blonde atau warna yang sangat terang.
Yang lebih penting adalah adanya dimensi. Perpaduan warna dasar dan highlight yang tepat dapat memberikan ilusi volume.
Bahkan, rambut berwarna cokelat medium dengan beberapa bagian yang lebih terang bisa memberikan efek lebih berdimensi dibandingkan rambut yang dicat satu warna sangat gelap.
Jadi, daripada hanya membawa referensi warna ke salon, Mommies bisa menunjukkan foto yang menggambarkan dimensi warna yang diinginkan. Hairstylist kemudian dapat menyesuaikan teknik dan warna dengan kondisi rambut.
BACA JUGA: 8 Warna Rambut untuk Kulit Sawo Matang, Bikin Wajah Lebih Cerah
Hindari Warna yang Terlalu Flat
Kalau tujuan utama Mommies adalah membuat rambut terlihat lebih bervolume, warna rambut yang terlalu flat dan seragam mungkin bukan pilihan paling optimal.
Warna gelap memang bisa terlihat sleek dan elegan, tetapi ketika diaplikasikan secara solid dari akar hingga ujung, rambut dapat terlihat seperti satu bidang warna. Pada rambut yang sudah kehilangan volume, efek ini kadang membuat rambut tampak semakin “menempel”.
Bukan berarti Mommies harus meninggalkan warna hitam atau cokelat gelap, ya. Kalau memang itu warna favorit, bisa tetap dipertahankan dengan menambahkan sedikit dimensi melalui teknik pewarnaan yang sesuai.
Warna Rambut Saja Tidak Cukup
Satu hal yang juga penting: jangan berharap warna rambut sendirian bisa membuat rambut benar-benar bertambah tebal.
Kalau Mommies mengalami kerontokan yang cukup banyak, belahan rambut terlihat semakin lebar, atau kepadatan rambut berubah drastis, sebaiknya jangan hanya mengandalkan pewarnaan. Cari tahu juga penyebabnya dan konsultasikan dengan dokter kulit atau dermatolog bila diperlukan.
Selain itu, perhatikan kondisi batang rambut. Rambut yang terlalu sering terkena bleaching, cat, alat styling panas, atau perawatan kimia dapat menjadi lebih rapuh dan mudah patah. Akibatnya, rambut bisa terlihat semakin tipis meskipun pertumbuhan dari akarnya sebenarnya normal.
Jadi, setelah mendapatkan warna yang diinginkan, jangan lupa tetap menjaga kesehatan rambut dengan perawatan yang sesuai.
BACA JUGA: Biar Nggak Terlihat Tua, Hindari 7 Warna Rambut Ini untuk Usia 40-an!
Jadi, Warna Mana yang Sebaiknya Dipilih?
Kalau Mommies sedang mencari warna rambut untuk rambut tipis, beberapa pilihan yang bisa masuk daftar konsultasi dengan hairstylist adalah:
- Caramel highlight untuk memberikan kontras hangat dan dimensi.
- Honey brown hair untuk tampilan natural dengan sentuhan warna keemasan.
- Cokelat multidimensional untuk efek yang lebih subtle.
- Balayage untuk rambut tipis jika ingin gradasi warna yang natural.
- Warna dasar yang tidak terlalu flat dengan beberapa bagian rambut yang dibuat sedikit lebih terang.
Yang paling penting, jangan hanya memilih warna karena sedang tren. Pertimbangkan juga warna kulit, warna rambut asli, tekstur rambut, kondisi batang rambut, dan seberapa sering Mommies siap melakukan touch-up.
Karena pada akhirnya, rambut yang terlihat cantik bukan cuma soal warnanya, tetapi juga soal bagaimana warna tersebut bekerja dengan tekstur dan kondisi rambut kita.
Jadi, buat Mommies yang mulai merasa rambut terlihat tipis setelah usia 40, mungkin sekarang waktunya melihat warna rambut dari sudut pandang yang berbeda. Bukan sekadar, “Aku mau warna apa?”, tetapi juga, “Warna dan teknik apa yang bisa membuat rambutku terlihat lebih hidup dan bervolume?”
Dan, ya, sedikit permainan warna ternyata bisa membuat perbedaan yang cukup besar.
Cover: kaboompics.com/Pexels
Share Article


POPULAR ARTICLE




COMMENTS