
Cari ide lomba 17 Agustus untuk anak? Ini 30 pilihan seru untuk TK, SD, hingga remaja yang bisa dimainkan di sekolah, rumah, atau lingkungan RT.
Setiap bulan Agustus, ada satu hal yang rasanya hampir selalu berhasil membuat anak-anak keluar rumah dan berkumpul bersama teman-temannya: lomba 17 Agustus.
Mungkin dari jauh kelihatannya sederhana. Ada yang lari, ada yang makan kerupuk, ada yang memasukkan pensil ke botol. Tapi justru keseruan lomba-lomba seperti inilah yang sering menjadi kenangan masa kecil sampai bertahun-tahun kemudian.
Buat Mommies yang sedang ikut menyiapkan acara 17 Agustus di sekolah, kompleks, atau lingkungan rumah, memilih lomba untuk anak memang perlu sedikit strategi. Lomba untuk anak TK tentu tidak bisa disamakan dengan lomba untuk anak SD atau remaja.
Selain harus seru, permainan juga sebaiknya disesuaikan dengan usia dan kemampuan anak. Jangan sampai lombanya terlalu sulit sampai anak malah frustrasi, atau terlalu mudah sehingga mereka cepat bosan.
Nah, supaya tidak perlu pusing mencari ide, berikut 30 ide lomba 17 Agustus untuk anak TK, SD, hingga remaja yang bisa Mommies jadikan inspirasi.
BACA JUGA: 7 Ide Prakarya HUT RI dari Barang Bekas untuk Anak, Mudah Dibuat, Murah, dan Ramah Lingkungan

Untuk anak TK, pilih permainan dengan aturan yang sederhana, durasi singkat, dan tidak membutuhkan kemampuan fisik yang terlalu kompleks. Yang penting anak bisa memahami instruksinya dan menikmati permainan.
Siapkan bola kecil atau benda ringan lainnya dan beberapa sendok. Anak harus membawa bola dari garis start menuju tempat yang sudah ditentukan tanpa menjatuhkannya.
Supaya lebih mudah untuk anak TK, gunakan sendok berukuran cukup besar dan jarak yang tidak terlalu jauh.
Kalau bolanya jatuh, anak bisa mengambilnya dan melanjutkan permainan. Jadi, tidak perlu dibuat terlalu kompetitif.
Bagi anak menjadi beberapa kelompok kecil. Setiap anak mendapat giliran membawa bendera kecil dari satu titik ke titik lainnya, kemudian menyerahkannya kepada teman berikutnya.
Lomba ini bisa menjadi cara sederhana untuk mengenalkan konsep kerja sama sekaligus membuat anak bergerak aktif.
Letakkan keranjang atau kotak pada jarak tertentu, kemudian berikan beberapa bola kecil kepada anak.
Tugasnya sederhana: siapa yang berhasil memasukkan bola paling banyak dalam waktu yang ditentukan?
Mommies bisa menggunakan bola plastik agar lebih aman dan tidak membuat anak sakit kalau terkena badan.
Buat garis menggunakan kapur atau selotip di lantai. Anak kemudian diminta berjalan mengikuti garis tersebut sampai ke garis akhir.
Untuk membuatnya lebih menarik, bentuk garis bisa dibuat lurus, zig-zag, atau berkelok-kelok.
Siapkan gelas plastik berwarna merah dan putih. Anak diminta menyusun gelas sesuai pola yang sudah ditentukan.
Misalnya, merah-putih-merah-putih.
Selain menjadi permainan, kegiatan ini juga bisa mengajak anak mengenali pola dan mengikuti instruksi sederhana.
Siapkan musik dan balon. Ketika musik dimainkan, anak boleh berjoget sambil menjaga balon agar tidak jatuh.
Begitu musik berhenti, anak harus berhenti bergerak.
Tidak perlu ada yang langsung dieliminasi. Untuk anak TK, lomba bisa dibuat menjadi permainan bersama agar semua anak tetap bisa menikmati sampai selesai.
Siapkan dua wadah dan beberapa pom-pom atau bola kapas. Anak harus memindahkan benda tersebut dari satu wadah ke wadah lainnya menggunakan penjepit.
Permainan ini cocok untuk melatih koordinasi tangan dan mata, tetapi tetap buat durasinya singkat agar anak tidak cepat kehilangan minat.
Tidak semua lomba harus membuat anak berlari.
Mommies bisa mengadakan lomba mewarnai dengan gambar bertema kemerdekaan, seperti bendera Indonesia, anak-anak bermain, atau suasana perayaan 17 Agustus.
Beri anak kebebasan memilih warna dan tidak perlu menetapkan bahwa hasil terbaik harus yang paling “rapi”. Kreativitas juga bisa menjadi bagian dari penilaian.

Anak SD biasanya sudah bisa mengikuti aturan permainan yang lebih kompleks. Jadi, Mommies bisa mulai memasukkan lomba yang membutuhkan kecepatan, strategi, ketelitian, atau kerja sama tim.
Ini salah satu lomba 17 Agustus yang klasik dan masih seru dimainkan.
Anak harus membawa kelereng di atas sendok dari garis start sampai finish tanpa menjatuhkannya.
Untuk keamanan, terutama jika pesertanya masih kelas 1–3 SD, Mommies bisa mengganti kelereng dengan bola kecil yang lebih besar dan ringan.
Bagi anak menjadi beberapa kelompok. Peserta berdiri berbaris dan harus memindahkan sarung dari orang pertama sampai peserta terakhir tanpa memutus barisan.
Permainan ini akan terasa lebih seru kalau dimainkan dalam kelompok karena anak perlu bekerja sama dengan teman-temannya.
Masukkan kedua kaki ke dalam karung, lalu peserta harus melompat sampai garis finish.
Untuk anak SD, jarak lintasan bisa dibuat lebih panjang dibandingkan untuk anak TK.
Pastikan area perlombaan tidak licin dan bebas dari benda yang bisa membuat anak tersandung.
Gantung beberapa balon pada ketinggian yang sesuai dengan peserta. Anak kemudian harus memecahkan balon menggunakan cara yang sudah ditentukan panitia.
Mommies bisa membuat variasi dengan memasukkan kertas kecil berisi tantangan ke dalam balon. Misalnya, “Lompat lima kali” atau “Sebutkan tiga makanan khas Indonesia.”
Ikat pensil menggunakan tali yang dipasang di pinggang peserta. Peserta kemudian harus berusaha memasukkan ujung pensil ke dalam botol tanpa menggunakan tangan.
Lomba ini biasanya cukup mengundang tawa karena membutuhkan koordinasi dan kesabaran.
Gunakan botol plastik yang kokoh dan pastikan area bermain cukup luas.
Setiap peserta memegang sedotan di mulut. Karet gelang harus dipindahkan dari satu orang ke orang berikutnya hanya menggunakan sedotan tersebut.
Permainan ini membutuhkan koordinasi dan kerja sama tim.
Karena menggunakan sedotan yang bersentuhan dengan mulut, pastikan setiap peserta menggunakan sedotan masing-masing dan tidak saling bertukar.
Satu peserta mendapat sebuah kata, kemudian membisikkan kata tersebut kepada peserta berikutnya sampai orang terakhir.
Peserta terakhir harus menyebutkan kata yang diterimanya.
Biasanya, kata yang sampai di peserta terakhir sudah berubah dan justru di situlah bagian lucunya.
Potong gambar bendera atau gambar bertema kemerdekaan menjadi beberapa bagian. Peserta harus menyusunnya kembali dalam waktu tertentu.
Mommies bisa membuat beberapa tingkat kesulitan berdasarkan usia.
Peserta menggunakan gelas kecil untuk memindahkan air dari satu wadah ke wadah lainnya secara bergantian.
Kelompok yang berhasil mengumpulkan air paling banyak dalam waktu tertentu menjadi pemenang.
Lomba ini sebaiknya dilakukan di area luar rumah karena kemungkinan besar lantainya akan basah.
Putarkan potongan pendek lagu nasional atau lagu bertema kemerdekaan. Anak harus menebak judul lagunya.
Supaya lebih seru, setelah berhasil menebak, peserta juga bisa diminta menyanyikan satu bagian lagu tersebut.
Beri anak kertas dan alat gambar, lalu minta mereka membuat poster bertema kemerdekaan.
Mommies bisa menentukan tema seperti “Aku Cinta Indonesia”, “Merdeka Tanpa Bullying”, atau “Indonesia Impianku”.
Selain menjadi lomba, hasil poster bisa dipajang di area acara 17 Agustus.
Siapkan beberapa kancing berukuran cukup besar dan wadah. Anak harus memindahkan kancing dari satu tempat ke tempat lainnya menggunakan sumpit anak atau penjepit.
Permainan ini menguji ketelitian dan koordinasi.
Pastikan ukuran benda disesuaikan dengan usia peserta dan jangan menggunakan benda kecil untuk anak yang masih berisiko memasukkannya ke mulut.
BACA JUGA: 7 Rekomendasi Film Kemerdekaan Indonesia Terbaik untuk Rayakan HUT RI ke-80

Kalau pesertanya sudah remaja, Mommies bisa membuat lomba yang lebih menantang dan sedikit lebih “kekinian”. Tidak harus semuanya lomba fisik.
Justru, lomba yang mengandalkan kreativitas, strategi, dan kekompakan biasanya bisa membuat remaja lebih tertarik ikut.
Buat kelompok yang terdiri dari beberapa remaja. Tantang mereka melewati lintasan sambil tetap terhubung menggunakan sarung.
Kuncinya bukan cuma cepat, tetapi bagaimana mereka bisa mengatur strategi supaya semua anggota kelompok dapat bergerak bersama.
Putarkan intro lagu selama beberapa detik. Peserta harus menebak judul atau penyanyinya.
Mommies bisa membuat kategori lagu berdasarkan generasi supaya lebih seru. Misalnya, lagu Indonesia, lagu 2000-an, lagu viral, atau lagu yang sedang populer di kalangan remaja.
Buat beberapa kelompok dan berikan sedotan kepada setiap peserta. Karet gelang harus dipindahkan dari satu peserta ke peserta berikutnya menggunakan sedotan.
Kelompok yang paling cepat menyelesaikan estafet menjadi pemenangnya.
Buat tantangan fashion show dengan tema merah putih.
Peserta bisa menggunakan pakaian yang mereka punya dan berkreasi sendiri. Tidak harus memakai kostum mahal.
Penilaiannya bisa berdasarkan kreativitas, konsep, dan cara peserta membawakan penampilan.
Buat lomba foto berkelompok dengan tema “Kemerdekaan”.
Peserta bisa menggunakan kamera ponsel dan mencari lokasi atau properti sederhana di sekitar lingkungan.
Agar tidak sekadar lomba foto selfie, panitia bisa memberikan tema tertentu, seperti “Semangat Gotong Royong”, “Merdeka Versi Anak Muda”, atau “Indonesia Hari Ini”.
Satu peserta menggambar sebuah kata tanpa boleh berbicara. Anggota kelompok lainnya harus menebak apa yang sedang digambar.
Pilih kata-kata yang berhubungan dengan Indonesia, budaya, makanan, tokoh, atau kemerdekaan.
Semakin aneh gambar yang dibuat, biasanya justru semakin seru.
Buat pertanyaan seputar sejarah Indonesia, budaya, tokoh nasional, hingga pengetahuan umum.
Mommies bisa membaginya menjadi beberapa babak supaya permainan tidak cepat selesai.
Agar lebih menarik untuk remaja, tambahkan babak rebutan atau pertanyaan bonus.
Kalau lingkungan Mommies memang ingin mengadakan lomba yang lebih kekinian, coba buat kompetisi membuat video pendek bertema kemerdekaan.
Peserta dapat membuat video berdurasi tertentu dengan tema yang sudah ditentukan.
Misalnya, “Apa Arti Merdeka Buat Kamu?” atau “17 Agustus di Lingkungan Kita”.
Pastikan panitia juga menetapkan aturan soal penggunaan musik, privasi, dan izin orang yang muncul dalam video.
Peserta berdiri atau duduk berjajar dan menjawab pertanyaan dari panitia.
Peserta yang salah menjawab harus keluar sampai tersisa satu orang sebagai pemenang.
Pertanyaannya bisa dibuat beragam supaya tidak hanya menguji hafalan sejarah, tetapi juga pengetahuan umum dan budaya Indonesia.
Buat beberapa kelompok dan beri mereka waktu untuk membuat yel-yel bertema kemerdekaan.
Setiap kelompok kemudian tampil di depan peserta lainnya.
Penilaian bisa berdasarkan kreativitas, kekompakan, energi, dan pesan yang disampaikan.
Ini juga bisa menjadi pilihan lomba yang cocok kalau Mommies ingin melibatkan anak-anak dengan karakter berbeda, termasuk mereka yang tidak terlalu suka lomba fisik.
Mungkin ada yang berpikir, di zaman ketika anak sudah terbiasa dengan berbagai permainan digital, apakah lomba seperti balap karung, estafet, atau permainan kelompok masih menarik?
Jawabannya bisa iya.
Permainan tradisional justru memberikan pengalaman bermain yang berbeda karena anak perlu bergerak dan berinteraksi langsung dengan orang lain.
Penelitian dalam Jurnal Pendidikan Anak Universitas Negeri Yogyakarta yang terbit pada 2024 menemukan bahwa permainan tradisional memiliki kaitan dengan perkembangan fisik-motorik dan sosial-emosional anak usia dini. Kemampuan yang dapat terstimulasi antara lain koordinasi, keseimbangan, interaksi dengan teman sebaya, kerja sama, pemecahan masalah, dan rasa percaya diri.
Penelitian lain yang terbit pada 2024 juga meninjau permainan tradisional sebagai sarana stimulasi motorik kasar anak prasekolah dan menemukan manfaat pada aspek gerak serta kemampuan fisik anak.
Jadi, tidak apa-apa kalau lomba 17 Agustus di lingkungan Mommies masih dipenuhi permainan yang sebenarnya sudah ada sejak dulu.
Bisa jadi, justru itulah yang nanti paling diingat anak.
BACA JUGA: 17 Ide Lomba 17-an Seru di Rumah, Bikin Keluarga Tambah Kompak!

Sebelum menentukan perlombaan, ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan.
1. Sesuaikan dengan kemampuan anak
Lomba untuk anak TK sebaiknya memiliki aturan sederhana dan lintasan yang pendek. Sementara anak SD dan remaja bisa diberikan permainan yang membutuhkan lebih banyak strategi.
2. Jangan semuanya lomba fisik
Tidak semua anak suka berlari atau berkompetisi secara fisik. Sediakan juga lomba mewarnai, menggambar, tebak lagu, cerdas cermat, atau membuat karya.
3. Utamakan keamanan
Periksa kondisi area lomba, terutama untuk permainan yang melibatkan lari, lompat, air, atau benda tertentu.
4. Jangan membuat anak takut kalah
Untuk anak-anak, pengalaman bermain tetap lebih penting daripada siapa yang mendapatkan hadiah pertama.
Mommies juga bisa memberikan kategori penghargaan tambahan seperti “paling kompak”, “paling kreatif”, atau “paling semangat” supaya lebih banyak anak mendapatkan apresiasi.
5. Buat aturan yang jelas
Sebelum lomba dimulai, jelaskan aturan dengan bahasa yang mudah dimengerti anak. Kalau perlu, lakukan satu kali simulasi.
Kalau dipikir-pikir, mungkin hadiah lomba 17 Agustus yang diterima anak akan hilang atau terlupakan setelah beberapa waktu.
Tapi pengalaman berlarian bersama teman, tertawa karena gagal memasukkan pensil ke botol, atau berteriak bersama saat mengikuti lomba kelompok bisa menjadi kenangan yang jauh lebih lama.
Karena itu, Mommies tidak perlu terlalu fokus membuat semua lomba terlihat sempurna. Yang penting anak merasa aman, punya kesempatan ikut bermain, dan menikmati suasana perayaan kemerdekaan bersama teman-temannya.
Mulai dari lomba 17 Agustus untuk anak TK seperti memindahkan bola dan mewarnai, permainan untuk anak SD seperti balap kelereng dan estafet, sampai lomba untuk remaja seperti fashion show, cerdas cermat, dan membuat konten kreatif, semuanya bisa disesuaikan dengan kondisi lingkungan masing-masing.
Dan siapa tahu, beberapa tahun dari sekarang, ketika anak sudah lebih besar, mereka justru masih ingat lomba 17 Agustus yang dulu membuat mereka tertawa sampai sakit perut.
Karena kadang, kenangan masa kecil memang lahir dari hal-hal yang sesederhana itu.
Cover: Pexels