
Punya sedotan yang tidak terpakai di rumah? Yuk, ubah jadi kreasi seru untuk anak SD. Ada 10 ide kerajinan murah, edukatif, dan mudah dibuat.
Ada sedotan plastik yang tidak terpakai di rumah, Mommies? Jangan buru-buru disimpan begitu saja atau dibuang. Dengan sedikit kreativitas, sedotan yang sudah tidak digunakan tersebut bisa diubah menjadi berbagai kreasi sederhana yang seru dibuat bersama anak.
Apalagi kalau Mommies sedang mencari aktivitas untuk anak SD yang murah dan tidak membutuhkan banyak bahan. Membuat kerajinan dari sedotan bisa menjadi pilihan untuk mengajak anak bermain sambil berkarya, sekaligus mengenalkan konsep menggunakan kembali barang yang masih bisa dimanfaatkan.
Kegiatan seperti ini juga bukan sekadar membuat anak menghasilkan sebuah benda. Saat membuat kerajinan, anak perlu menentukan bentuk, memilih warna, mengikuti langkah, menggunakan tangan dengan lebih terarah, sampai mencari solusi ketika hasilnya tidak sesuai dengan bayangan.
Penelitian yang diterbitkan pada 2025 di jurnal Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan juga melihat kegiatan upcycling dari bahan plastik dalam pembelajaran seni pada siswa kelas IV sekolah dasar. Penelitian tersebut secara khusus mengamati proses pembuatan kerajinan dari plastik dan perkembangan kreativitas siswa selama kegiatan.
Jadi, kalau di rumah ada sedotan yang masih bersih dan memang tidak terpakai, yuk, Mommies manfaatkan untuk membuat berbagai kreasi berikut.
BACA JUGA: 10 Kreasi dari Tutup Botol Bekas untuk Anak SD, Murah, Seru, dan Edukatif
Tidak perlu membuat semuanya sekaligus, kok, Mommies. Pilih kegiatan yang paling sesuai dengan usia, kemampuan, dan minat anak.

Sedotan bisa diubah menjadi bunga kecil yang cantik untuk menghias meja belajar atau kamar anak.
Potong sedotan menjadi beberapa bagian dengan panjang yang sama, kemudian gunting salah satu ujungnya menjadi beberapa bagian tipis. Tekuk bagian tersebut ke arah luar hingga membentuk kelopak bunga. Setelah itu, susun beberapa potongan sedotan dan rekatkan pada bagian tengahnya.
Untuk bagian tengah bunga, Mommies bisa menggunakan kancing, pompom, manik-manik berukuran sesuai, atau kertas warna. Anak juga bisa memilih sendiri kombinasi warna kelopak sesuai keinginannya.
Kalau sudah jadi, bunga-bunga tersebut bisa dirangkai menjadi satu buket kecil atau dijadikan dekorasi meja belajar.
Kalau anak suka menggambar atau membuat bentuk hewan, coba ajak membuat kupu-kupu dari sedotan.
Potong sedotan menjadi beberapa bagian, lalu susun di atas kertas karton sebagai bagian tubuh dan detail kupu-kupu. Untuk sayapnya, anak bisa menggunakan kertas warna atau karton, kemudian menghiasnya dengan spidol, krayon, stiker, maupun sisa bahan kerajinan yang ada di rumah.
Mommies tidak perlu terlalu fokus pada bentuk kupu-kupunya harus sempurna. Biarkan anak menentukan sendiri warna dan desain sayapnya.
Selain menghasilkan karya, kegiatan ini bisa menjadi kesempatan untuk mengajak anak mengenal bagian tubuh serangga dan berbagai jenis warna.
Anak punya ketertarikan dengan luar angkasa? Sedotan bisa dimanfaatkan menjadi bagian dari roket mini.
Gunakan karton atau kertas tebal untuk membuat badan roket, lalu tambahkan potongan sedotan sebagai detail. Anak bisa menentukan sendiri warna roket, bentuk jendela, sampai planet tujuan yang ingin dituju.
Setelah roket selesai, Mommies bisa melanjutkan aktivitas dengan bermain peran. Tanyakan kepada anak, “Kalau roketmu bisa pergi ke luar angkasa, kamu mau pergi ke planet mana?”
Dari satu kreasi sederhana, kegiatan bisa berkembang menjadi permainan yang melatih imajinasi dan kemampuan anak bercerita.
Beberapa sedotan yang tidak terpakai juga bisa dimanfaatkan untuk membuat teropong mainan sederhana.
Mommies bisa menggunakan dua bagian sedotan sebagai badan teropong, kemudian menyatukannya dengan karton atau bahan lain yang aman. Setelah itu, biarkan anak menghiasnya menggunakan kertas warna, stiker, atau gambar buatannya sendiri.
Teropong ini tentu bukan untuk digunakan seperti teropong sungguhan. Namun, anak bisa memakainya untuk bermain peran sebagai penjelajah, detektif, atau petualang.
Supaya lebih seru, Mommies bisa membuat permainan mencari benda tertentu di sekitar rumah. Misalnya, siapa yang paling cepat menemukan benda berwarna merah?

Punya sedotan dengan beberapa warna berbeda? Potong menjadi bagian-bagian kecil dan manfaatkan untuk membuat gelang sederhana.
Potongan sedotan dapat dirangkai menggunakan tali elastis atau benang yang sesuai. Anak bisa menentukan sendiri urutan warnanya, misalnya merah-kuning-biru, kemudian mengulang pola tersebut sampai membentuk gelang.
Kegiatan ini juga bisa menjadi permainan mengenal pola. Mommies bisa membuat satu urutan warna dan meminta anak meneruskannya.
Tidak hanya membuat sesuatu dengan tangan, anak juga diajak memperhatikan urutan dan memprediksi bagian berikutnya.
BACA JUGA: 15 Kreasi Stik Es Krim untuk Anak, Jadi Mainan Seru saat Liburan
Sedotan bisa disusun menjadi hiasan gantung untuk kamar anak.
Potong beberapa sedotan dengan ukuran berbeda, lalu rangkai menggunakan tali. Agar lebih menarik, tambahkan kertas berbentuk bintang, bulan, awan, atau bentuk lain yang disukai anak.
Mommies juga bisa meminta anak menuliskan namanya, kata favorit, atau pesan pendek pada bagian hiasan.
Tidak perlu khawatir kalau hasilnya tidak terlihat seperti kerajinan yang ada di Pinterest. Justru, biarkan anak menentukan sendiri desain dan warnanya.
Kalau punya foto keluarga yang ingin dipajang, sedotan bisa digunakan sebagai dekorasi untuk membuat bingkai foto sederhana.
Gunakan karton sebagai dasar bingkai, kemudian potong sedotan dengan ukuran yang kurang lebih sama. Tempelkan potongan tersebut di sekeliling tepi bingkai dan biarkan anak menentukan pola warnanya.
Bisa dibuat satu warna, kombinasi dua warna, atau warna-warni sekaligus.
Setelah selesai, masukkan foto keluarga favorit. Selain menjadi dekorasi, bingkai tersebut juga bisa menjadi hasil karya yang membuat anak merasa bangga karena dibuat dengan tangannya sendiri.
Kalau Mommies ingin membuat kegiatan yang sekaligus mengajak anak berpikir, coba buat labirin sederhana dari sedotan.
Gunakan karton sebagai alas, kemudian potong sedotan menjadi beberapa bagian. Susun dan rekatkan potongan tersebut sehingga membentuk jalur berliku.
Setelah selesai, anak bisa menggunakan kelereng atau bola kecil untuk mencoba melewati labirin dari titik awal sampai garis akhir.
Mommies bisa membuat tingkat kesulitannya secara bertahap. Mulai dari jalur yang sederhana, lalu tambahkan lebih banyak belokan setelah anak berhasil menyelesaikannya.
Sedotan yang tidak terpakai juga bisa menjadi dekorasi untuk membuat tempat pensil.
Gunakan wadah bekas yang masih layak dan aman sebagai bagian dasar. Kemudian, potong sedotan menjadi beberapa bagian dan tempelkan di bagian luar wadah.
Anak bisa mengatur sendiri susunan warnanya. Mau dibuat bergaris, pola tertentu, atau campuran berbagai warna, semuanya bisa disesuaikan.
Setelah jadi, tempat pensil tersebut dapat digunakan untuk menyimpan pensil, spidol, penggaris kecil, atau alat tulis lain di meja belajar.
Jadi, hasil akhirnya bukan hanya pajangan, tetapi juga benda yang benar-benar bisa digunakan.

Sedotan juga dapat dimanfaatkan menjadi media belajar sederhana untuk anak SD.
Potong sedotan menjadi beberapa bagian kecil, kemudian gunakan potongan tersebut untuk menyusun huruf dan angka di atas meja atau karton. Mommies bisa memberikan satu contoh terlebih dahulu, lalu meminta anak membuat bentuk yang sama.
Untuk anak yang sedang belajar mengeja, potongan sedotan bisa digunakan untuk menyusun nama sendiri, nama anggota keluarga, atau nama hewan favorit.
Sementara untuk matematika, Mommies bisa mengajak anak membentuk angka dan menyusun operasi hitung sederhana.
Dengan begitu, sedotan yang tidak terpakai di rumah bisa berubah menjadi alat belajar yang sederhana sekaligus menyenangkan.
Membuat kerajinan mungkin terlihat seperti kegiatan untuk mengisi waktu luang. Padahal, proses membuat sebuah karya memberi anak kesempatan untuk mencoba, mengambil keputusan, dan menyelesaikan sesuatu dari awal sampai akhir.
Penelitian tahun 2025 terhadap siswa kelas IV sekolah dasar yang mengikuti kegiatan upcycling dari bahan plastik secara khusus mengamati proses pembuatan kerajinan dan kreativitas siswa. Studi tersebut menunjukkan bagaimana kegiatan upcycling dapat digunakan dalam pembelajaran seni untuk mengeksplorasi kreativitas anak.
Penelitian lain yang diterbitkan dalam Milli Eğitim Dergisi pada 2025 juga melibatkan siswa sekolah dasar dan orang tua dalam rangkaian kegiatan kreatif yang bertujuan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Para peneliti menggunakan 10 lokakarya drama kreatif untuk mengeksplorasi pandangan anak dan orang tua terhadap aktivitas tersebut.
Artinya, aktivitas yang mengajak anak berinteraksi langsung dengan isu penggunaan plastik dapat menjadi bagian dari pengalaman belajar. Mommies tidak perlu membuat sesi belajar formal. Percakapan kecil saat membuat kerajinan pun sudah bisa menjadi awal untuk mengenalkan kebiasaan menggunakan barang secara lebih bijak.
Beberapa manfaat yang bisa didapat dari kegiatan membuat kreasi antara lain:
Yang paling penting, jangan menjadikan hasil akhir sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan. Bisa jadi bentuk bunganya tidak simetris, roketnya terlalu besar, atau labirinnya malah tidak bisa dilewati.
Tidak apa-apa.
Justru proses mencoba dan memperbaiki itulah yang membuat kegiatan ini menarik untuk anak.
Sebelum mulai dan membuat kreasi dari sedotan, pastikan sedotan yang digunakan memang tidak terpakai untuk minum dan kondisinya bersih. Karena bahan ini akan digunakan untuk kerajinan, sebaiknya pilih sedotan yang masih utuh dan tidak memiliki bagian yang rusak.
Perhatikan juga bagian sedotan setelah dipotong karena ujungnya bisa terasa tajam. Jika kegiatan membutuhkan gunting, cutter, lem tembak, atau alat lain yang berisiko, Mommies perlu mendampingi anak dan menyesuaikan alat dengan usia serta kemampuan mereka.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan:
Mommies juga bisa menggunakan momen ini untuk ngobrol dengan anak tentang kenapa barang yang masih bisa dimanfaatkan tidak selalu harus langsung dibuang. Sebuah studi mengenai perilaku pengelolaan sampah rumah tangga di Indonesia yang diterbitkan pada 2025 menemukan bahwa pengetahuan lingkungan, sikap, norma sosial, dan terutama rasa mampu melakukan pengelolaan sampah berkaitan dengan perilaku zero waste di rumah tangga perkotaan.
Tidak perlu membuat anak merasa sedang diberi ceramah tentang lingkungan. Cukup mulai dari pertanyaan sederhana seperti, “Menurut kamu, benda ini masih bisa dibuat jadi apa, ya?”
BACA JUGA: 15 Kreasi dari Kardus Bekas untuk Anak SD, Murah dan Edukatif
Pada akhirnya, tujuan membuat kreasi dari sedotan bukan hanya menghasilkan bunga, gelang, bingkai foto, atau tempat pensil.
Ada momen ketika Mommies duduk bersama anak, melihat tangannya sibuk memotong dan menyusun, lalu mendengar cerita tentang apa yang sedang dibuatnya. Ada juga momen ketika anak meminta bantuan, gagal, mencoba lagi, lalu tiba-tiba tersenyum karena hasilnya berhasil.
Hal-hal kecil seperti ini mungkin terlihat sederhana, tetapi justru bisa menjadi bagian dari quality time yang tidak membutuhkan biaya besar.
Jadi, kalau di rumah ada sedotan yang tidak terpakai, jangan buru-buru bingung mau diapakan. Ambil beberapa bahan sederhana lainnya, ajak anak memilih satu ide, lalu biarkan kreativitasnya berjalan.
Karena bisa jadi, dari benda yang tadinya hanya tersimpan di laci, anak justru menemukan ide, keterampilan, dan pengalaman baru yang tidak ia dapatkan dari sekadar bermain gadget.
Cover: Magnific