Sorry, we couldn't find any article matching ''

Bikin CV Untuk Anak Remaja: Isi, Contoh, dan Tips agar Dilirik HRD
Anak Mommies butuh bikin CV untuk melamar kerja part-time, volunteer, atau bahkan beasiswa? Ini yang harus ada di CV anak remaja.
Buat anak-anak yang sudah duduk di bangku SMA, banyak dari mereka yang mulai melirik kerja part-time atau volunteer. Nah, pada application, biasanya mereka akan diminta untuk menyertakan CV. Bagi para pemula ini, tentunya jika tidak diajarkan akan kehilangan arah.
Sebagai ibu, pasti kita bangga, ya. Di satu sisi, senang karena anak kita mulai berani cari pengalaman sendiri, di sisi lain suka bingung juga harus mulai bantu dari mana, karena CV yang kita tahu biasanya untuk orang yang sudah kerja bertahun-tahun.
Berikut ini cara mengajarkan anak remaja bikin CV. Apa saja, sih, yang diperlukan? Di bagian experience, harus isi apa saja, kan, nggak pernah kerja? Gimana caranya, supaya CV anak tidak numpang lewat di meja HRD. Panduan berikut ini, semoga bisa jadi panduan yang Mommies praktikkan untuk anak remaja bikin CV.
Kenapa Anak Remaja Perlu CV?
Banyak dari kita mungkin mengira CV baru dibutuhkan setelah lulus kuliah. Padahal, kebutuhan ini sudah muncul lebih awal, misalnya saat anak melamar untuk:
- Kerja part-time (kasir, barista, admin toko)
- Magang di kantor atau brand
- Volunteer untuk acara atau organisasi
- Program pertukaran pelajar atau beasiswa
- Freelance kecil-kecilan (desain, penulisan, editing)
Yang perlu Mommies sampaikan ke anak, di tahap ini, HRD atau penyeleksi tidak berharap mereka punya pengalaman kerja formal. Yang dicari justru potensi, sikap, dan kesiapan untuk belajar. Inilah yang bisa kita bantu anak tonjolkan lewat CV yang jujur dan rapi.
Baca juga: 7 Akun TikTok Edukasi untuk Remaja, Belajar Jadi Lebih Seru
Apa Saja Isi CV untuk Remaja?
1. Data Diri
Cukup yang relevan saja, seperti nama lengkap, tanggal lahir, alamat domisili (kota saja sudah cukup), nomor HP, dan email aktif. Ini kesempatan bagus buat Mommies ingatkan anak pakai email yang terkesan profesional, kombinasi nama depan-belakang, bukan email lama sejak SD yang masih pakai nama panggilan lucu-lucuan.
2. Ringkasan Singkat
Ini sebenarnya opsional, tapi justru bisa bikin mereka lebih kreatif menggambarkan siapa diri mereka dalam 2-3 kalimat. Contoh:
“Siswa kelas 11 SMA yang aktif di organisasi sekolah dan tertarik pada dunia media digital. Mencari kesempatan magang untuk belajar langsung dari industri kreatif.”
3. Pendidikan
Cantumkan nama sekolah, jurusan (jika ada), dan tahun masuk-lulus (atau perkiraan lulus). Kalau anak punya nilai akademik yang menonjol di bidang tertentu, boleh disebutkan.
4. Pengalaman Organisasi dan Kegiatan
Ini bagian yang paling penting, Mommies, karena biasanya di sinilah “pengganti” pengalaman kerja untuk anak remaja. Coba ajak anak mengingat-ingat kegiatan seperti:
- Jabatan di organisasi sekolah (OSIS, ekstrakurikuler, klub)
- Kepanitiaan acara sekolah atau komunitas
- Kegiatan volunteer
- Kompetisi atau lomba yang pernah diikuti
Contoh penulisan:
Bendahara, Klub Pecinta Alam Sekolah (2023–sekarang) Mengelola kas organisasi dan menyusun laporan keuangan kegiatan tahunan.
Panitia Lomba Band (2024) Bertanggung jawab atas koordinasi peserta dan jadwal pertandingan.
5. Keterampilan (Skills)
Ajak anak menuliskan skill yang benar-benar mereka kuasai, baik hard skill maupun soft skill. Contoh:
- Microsoft Office / Google Workspace
- Desain dasar (Canva, CapCut)
- Bahasa Inggris (aktif/pasif)
- Komunikasi dan kerja tim
- Manajemen waktu
6. Prestasi (Jika Ada)
Sertifikat lomba, penghargaan sekolah, atau pencapaian lain yang relevan dengan posisi yang dilamar.
Contoh CV Remaja Singkat
ANANDA PUTRI
Jakarta Selatan | 0812-xxxx-xxxx | [email protected]
ABOUT
Siswa kelas 12 SMA yang aktif berorganisasi dan memiliki minat pada bidang
media dan komunikasi. Terbiasa bekerja dalam tim dan mengelola tanggung jawab.
PENDIDIKAN
SMA XYZ, Jakarta — 2022–2025 (perkiraan lulus)
PENGALAMAN ORGANISASI
Bendahara, Klub Pecinta Alam Sekolah (2023–sekarang)
– Mengelola kas dan laporan keuangan kegiatan tahunan
Panitia Lomba Band (2024)
– Koordinasi peserta dan jadwal pertandingan
Volunteer Jakarta X Beauty (2023)
– Mengurus pendaftaran daycare untuk anak-anak pengunjung selama event berlangsung
SKILL
Microsoft Office, Canva, Bahasa Inggris aktif, komunikasi, kerja tim
PRESTASI
Juara 2 Lomba Debat Bahasa Inggris tingkat kota, 2023
INTEREST
Video editing, main gitar, eksplor gunung
Baca juga: Mau Anak Lebih Siap Kuliah dan Kerja? Ajarkan Cara Membuat LinkedIn Sejak Remaja
Tips agar CV Anak Remaja Dilirik HRD
1.Ajak anak jujur, jangan melebih-lebihkan.
HRD biasanya bisa, lho, membedakan mana yang genuine dan mana yang dibuat-buat. Lebih baik tulis pengalaman kecil yang jujur daripada klaim besar yang tidak bisa dibuktikan saat wawancara. Ini juga jadi pelajaran integritas yang bagus buat anak.
2. Sesuaikan dengan posisi yang dilamar.
Kalau anak melamar magang di bidang media, ajak dia menonjolkan pengalaman organisasi yang berkaitan dengan komunikasi atau kreativitas. Kalau melamar kerja part-time di toko, tonjolkan pengalaman yang menunjukkan tanggung jawab dan kedisiplinan.
3. Gunakan format yang rapi dan mudah dibaca.
Satu halaman sudah cukup. Gunakan font standar (Arial, Calibri, atau Times New Roman), ukuran 10–12, dan hindari desain yang terlalu ramai.
4. Bantu anak cek typo dan bahasa yang terlalu santai.
Baca ulang bersama-sama, karena kadang anak tidak sadar ada typo kecil yang bisa memberi kesan kurang teliti.
5. Cantumkan foto hanya jika diminta.
Beberapa perusahaan meminta foto formal, tapi banyak juga yang tidak. Jika tidak diminta, lebih baik tidak usah disertakan.
6. Simpan dalam format PDF.
Supaya format tidak berubah saat dibuka di perangkat lain, ingatkan anak selalu kirim CV dalam bentuk PDF, bukan dokumen Word.
7. Sertakan pengalaman non-formal.
Jangan ragu memasukkan pengalaman seperti volunteer, kepanitiaan sekolah, atau proyek pribadi (misalnya akun media sosial yang mereka kelola, blog, atau konten yang pernah mereka buat). Ini menunjukkan inisiatif, yang justru sangat dihargai HRD untuk kandidat pemula.
Membantu anak bikin CV pertamanya bisa jadi momen bonding yang seru. Kita jadi saksi langkah kecil mereka menuju dunia yang lebih luas. CV remaja tidak perlu terlihat seperti CV orang yang sudah kerja bertahun-tahun. Yang dicari HRD dari kandidat muda justru kejujuran, potensi, dan sikap mau belajar. Dengan menonjolkan pengalaman organisasi, kegiatan sekolah, dan keterampilan yang relevan, CV sederhana pun bisa membuka kesempatan pertama anak kita di dunia kerja.
Cover photo by Envato
Share Article


POPULAR ARTICLE




COMMENTS