
Kehamilan di usia 40 tahun dikategorikan sebagai kehamilan berisiko tinggi. Apa yang harus dilakukan jika terlanjur hamil tanpa perencanaan?
Meskipun kehamilan di usia 40 tahun ke atas dinyatakan lebih berisiko dari segi medis, tetapi pada kenyataannya, tak sedikit perempuan yang hamil dan melahirkan dengan aman dan nyaman di usia tersebut. Beberapa selebriti dalam dan luar negeri mengalaminya.
Sebut saja Duma Riris yang melahirkan anak ketiganya di usia 41 tahun melalui persalinan normal. Selain itu ada Nola Be3 yang hamil dan melahirkan anak keempat di usia 43 tahun, dan Anne Hathaway yang belum lama ini mengabarkan kehamilan anak ketiganya di usia 43 tahun.
Sedikit kilas balik, perjalanan kehamilan Anne Hathaway sejak kehamilan pertamanya bisa dibilang tak terlalu mulus. Secara terang-terangan, ia pernah mengumumkan ke publik bahwa dirinya pun pejuang garis dua. Setelah mengalami keguguran dan melalui perjalanan konsepsi yang tak mudah, pemeran Andrea Sachs di film Devil Wears Prada ini melahirkan anak pertamanya pada 2016 dan anak keduanya pada 2019.
Tanpa dinyana, ia hamil anak ketiga saat ini, ketika Anne dan suami justru sudah tak terlalu berharap mengingat kehamilan-kehamilan sebelumnya penuh perjuangan. Turut berbahagia, ya Mbak Anne!
Banyak alasan bagi perempuan untuk menjalani kehamilan setelah usia 40 tahun. Di antaranya, ingin membangun karir terlebih dahulu, menunggu kesiapan mental, fisik dan finansial, masih ingin punya anak kedua, ketiga dan seterusnya, atau memang baru dikaruniakan kehamilan di usia tersebut.
Apapun alasannya, menurut dr. Gracia Merryane R.G Rauw, Sp.OG dari Klinik Kehamilan Sehat Prime Alam Sutera, seperti dilansir dari media sosial klinik tersebut, tentu boleh hamil di usia 40+. Hanya saja, kehamilan di usia 40 tahun lebih, sudah dikategorikan sebagai kehamilan berisiko tinggi, atau High Pregnancy Risk (HPR).
Beberapa risiko yang mungkin meningkat ketika hamil di usia 40 tahun lebih antara lain:
Pada ibu:
Pada bayi:
Banyak ibu yang berhasil hamil dan melahirkan dalam kondisi sehat, aman dan sentosa. Hanya saja, dokter mengimbau untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan apabila berencana hamil di usia 40 tahun lebih, untuk memastikan kesiapan kondisi kesehatan ibu secara keseluruhan.
Memeriksakan kesehatan sebelum merencanakan kehamila di usia 40 tahuna tau lebih adalah langkah awal yang penting untuk mengetahui kesiapan tubuh menjalani kehamilan. Namun, apabila mommies hamil tanpa direncanakan, tak perlu khawatir. Sejatinya, mommies tetap bisa menjalani kehamilan dengan aman, nyaman dan sehat hingga persalinan.

Pada umumnya, dokter kandungan akan mengimbau mommies untuk melakukan hal berikut saat hamil di usia 40+.
Baca juga: Trimester 1 Kehamilan: Perkembangan Janin, Morning Sickness, Mood Swing, dan Tips Sehat
1. Lakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin
Pemeriksaan kehamilan di usia 40 tahun atau lebih bisa jadi lebih sering untuk memantau kesehatan ibu, perkembangan janin, sekaligus mendeteksi kemungkinan komplikasi sejak dini. Jadi, penuhi selalu jadwal kontrol kehamilan, ya, moms!
2. Lakukan skrining yang dianjurkan dokter
Biasanya, dokter akan memberikan rekomendasi beberapa pemeriksaan untuk skrining selama kehamilan, seperti skrining trimester pertama berupa USG dan tes darah di usia kehamilan 11-13 minggu, NIPT atau USG anatomi detail. Ini bertujuan untuk menilai risiko kelainan kromosom maupun memantau perkembangan janin. Apabila ditemukan indikasi tertentu, dokter dan pasien dapat merencanakan penanganan sedini mungkin.
3. Praktikkan gaya hidup sehat
Ini termasuk menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga sesuai kemampuan dan kondisi kesehatan, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, tidak merokok dan tidak mengonmsumsi alkohol, tidur cukup dan kelola stres.
4. Penuhi asupan vitamin untuk kehamilan
Asupan gizi tidak semua dapat dipenuhi melalui makanan, jadi dokter akan merekomendasikan beberapa vitamin kehamilan seperi asam folat, zat besi, kalsium, vitamin D dan DHA yang dibutuhkan ibu dan bayi. Patuhi aturan pakainya dan jangan bolong-bolong konsumsinya, ya, mommies.
5. Kelola penyakit penyerta
Apabila memiliki hipertensi, diabetes, gangguan tiroid atau penyakit kronis lainnya, pastikan kondisinya terkontrol selama kehamilan. Apabila terkontrol, kemungkinan risiko komplikasi selama kehamilan bisa menurun.
6. Tetap berkomunikasi dengan dokter kandungan
Bersikap terbuka penting bagi dokter untuk memantau kondisi kehamilan mommies. Jadi, ceritakan setiap keluhan atau keraguan yang mommies miliki selama hamil, agar dokter dapat membantu memberikan penanganan yang tepat.
Kepatuhan melakukan kontrol kehamilan dan rekomendasi dokter juga sangat membantu mommies dalam menjalani kehamilan di usia 40 tahun (atau lebih) ini dengan sehat dan aman.