Sorry, we couldn't find any article matching ''

Sekolah Berbasis AI Mulai Dilirik Orang Tua, Benarkah Ini Masa Depan Pendidikan Anak?
Sekolah berbasis AI mulai diminati orang tua di Amerika. Benarkah model pendidikan ini menjadi masa depan pendidikan anak? Simak konsep, biaya, dan alasannya.
Kalau selama ini Mommies dan Daddies berpikir bahwa sekolah terbaik identik dengan nilai akademis tinggi, fasilitas lengkap, atau kurikulum internasional, mungkin sudah saatnya menambah satu “kriteria” baru dalam daftar: kemampuan sekolah dalam mempersiapkan anak menghadapi era AI.
Sekolah berbasis AI kini mulai dilirik sebagai salah satu model pendidikan yang diyakini mampu membantu anak menghadapi perubahan dunia kerja di masa depan.
Di Amerika Serikat, mulai muncul tren menarik. Semakin banyak keluarga memilih memindahkan anak mereka dari sekolah konvensional ke sekolah berbasis AI yang mengintegrasikan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI) ke dalam proses belajar.
Bukan sekadar belajar menggunakan AI, tetapi menjadikan teknologi tersebut sebagai alat untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih personal sekaligus melatih berbagai keterampilan yang dianggap akan semakin penting di masa depan. Konsep AI dalam pendidikan inilah yang kini mulai banyak menarik perhatian orang tua.
BACA JUGA: Cara Memilih Sekolah untuk Anak: 9 Red Flag yang Wajib Diperhatikan Orang Tua
Mengapa Sekolah Berbasis AI Mulai Diminati Orang Tua?
Salah satu orang tua yang mengambil keputusan ini adalah Ankur Jain, seorang presiden hedge fund di New Jersey.
Menariknya, keputusan tersebut bukan karena anaknya mengalami masalah di sekolah sebelumnya. Justru sebaliknya. Sang anak berusia 11 tahun dikenal berprestasi dan merasa nyaman di sekolah negeri.
Namun, Jain merasa pendidikan masa depan membutuhkan pendekatan yang berbeda.
Ia kemudian memindahkan anaknya ke Forge Prep, sekolah yang fokus mengajak murid memecahkan persoalan nyata, menciptakan produk, hingga belajar membangun bisnis sejak usia dini.
Menurutnya, kemampuan seperti negosiasi, public speaking, komunikasi, hingga menjual ide merupakan keterampilan hidup yang sangat penting, tetapi baru ia pelajari setelah dewasa.
Pandangan seperti inilah yang mulai banyak dimiliki para orang tua di Amerika. Mereka percaya bahwa kecerdasan akademis saja tidak lagi cukup untuk menghadapi dunia kerja yang diprediksi berubah drastis akibat perkembangan AI.

Foto: Ron Lach/Pexels
Seperti Apa Konsep Sekolah Berbasis AI?
Kalau membayangkan sekolah berbasis AI dipenuhi robot yang mengajar di kelas, ternyata bukan itu konsepnya.
Di sekolah-sekolah seperti Alpha School maupun Forge Prep, guru tetap memiliki peran penting. Hanya saja, mereka lebih berfungsi sebagai pendamping atau coach yang membantu anak mengembangkan ide, berdiskusi, dan mengerjakan proyek.
Sementara itu, AI digunakan untuk membantu proses belajar menjadi lebih personal.
Misalnya, sistem AI dapat mengenali kemampuan masing-masing siswa, mengetahui materi mana yang sudah dikuasai, bagian mana yang masih sulit dipahami, hingga melihat tingkat fokus anak saat belajar. Berdasarkan data tersebut, materi pembelajaran berikutnya disesuaikan dengan kebutuhan setiap siswa.
Dengan kata lain, dua anak dalam satu kelas bisa saja mempelajari materi yang berbeda sesuai perkembangan masing-masing.
Selain itu, pembelajaran akademik dipadukan dengan berbagai proyek nyata yang melatih kreativitas, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kerja sama tim, hingga kepemimpinan.
BACA JUGA: Pilih Sekolah Alam? Ini Daftarnya di Berbagai Wilayah Indonesia

Foto: Alena Darmel/Pexels
Biaya Sekolah Berbasis AI Ternyata Fantastis
Tentu saja, konsep pendidikan seperti ini tidak murah.
Di Alpha School yang berada di San Francisco, biaya pendidikan mencapai sekitar US$75.000 per tahun, atau setara lebih dari Rp1,3 miliar.
Sementara itu, Forge Prep mematok biaya antara US$24.000 hingga US$36.000 per tahun untuk angkatan pertama dan berencana menaikkannya menjadi US$60.000 per tahun pada tahun berikutnya.
Meski biayanya tinggi, minat orang tua ternyata cukup besar.
Forge Prep yang baru dibuka di New Jersey, misalnya, menerima sekitar 600 pendaftar, padahal hanya tersedia 34 kursi untuk siswa kelas 5 hingga kelas 8.
BACA JUGA: Mau Masukkan Anak ke Sekolah Katolik? Ini 8 Pertanyaan Penting yang Wajib Ditanyakan saat Survey
Lalu, apakah anak yang bersekolah di sana bebas menggunakan gadget? Apakah pendidikan berbasis AI benar-benar sudah terbukti efektif? Jawaban lengkapnya bisa Mommies dan Daddies baca di artikel berikut: Tren Baru Orang Kaya Ramai-Ramai Pindahkan Anak Sekolah ke Sini.
Cover: Gustavo Fring/Pexels
Share Article


POPULAR ARTICLE




COMMENTS