Katharina Menge・in 5 hours

Bangun tidur tetap capek padahal sudah tidur cukup? Kenali 10 penyebab yang diam-diam ternyata menguras energi setiap hari.
Bangun pagi seharusnya membuat tubuh terasa lebih segar. Namun, tidak sedikit orang yang justru masih merasa lelah, mengantuk, bahkan sulit berkonsentrasi meski sudah tidur selama 7–8 jam.
Kalau Mommies sering mengalaminya, jangan buru-buru menyalahkan usia atau kesibukan. Faktanya, ada banyak penyebab bangun tidur tetap capek yang sering tidak disadari. Mulai dari kualitas tidur yang kurang baik, pola hidup sehari-hari, hingga kondisi kesehatan tertentu, semuanya bisa memengaruhi seberapa optimal tubuh beristirahat di malam hari.
Menurut American Academy of Sleep Medicine (AASM), orang dewasa dianjurkan tidur minimal tujuh jam setiap malam. Namun, durasi tidur saja tidak cukup. Tidur juga harus berkualitas agar tubuh dan otak memiliki waktu yang cukup untuk memulihkan diri.
Kalau akhir-akhir ini Mommies merasa bangun tidur tidak segar, coba cek apakah salah satu penyebab berikut sering terjadi.
BACA JUGA: Susah Tidur? Ini 7 Rekomendasi Teh untuk Tidur Lebih Nyenyak

Tidur delapan jam belum tentu membuat tubuh benar-benar beristirahat.
Kalau Mommies sering terbangun di malam hari, tidur gelisah, atau sulit mencapai fase tidur nyenyak (deep sleep), proses pemulihan tubuh tidak berjalan maksimal. Akibatnya, tubuh tetap terasa lelah saat bangun. Menurut Sleep Foundation, kualitas tidur sama pentingnya dengan durasi tidur karena memengaruhi proses pemulihan fisik dan mental.
Scroll media sosial sebelum tidur memang terasa menyenangkan, tetapi kebiasaan ini bisa menjadi penyebab bangun tidur tetap capek.
Dilansir dari Harvard Health Publishing, paparan cahaya biru dari layar ponsel dapat menghambat produksi melatonin, yaitu hormon yang membantu tubuh merasa mengantuk. Akibatnya, otak tetap “terjaga” sehingga kualitas tidur menurun meski Mommies berhasil tidur cukup lama.
Pernah merasa tidur semalaman tetapi bangun dengan badan seperti habis bekerja?
Saat stres, tubuh memproduksi hormon kortisol lebih tinggi. Kondisi ini membuat otak tetap berada dalam mode siaga sehingga tidur menjadi kurang nyenyak. Tidak heran jika kelelahan akibat stres sering kali tidak hilang hanya dengan menambah jam tidur.
Kalau Mommies masih minum kopi setelah sore hari, coba perhatikan lagi kebiasaan ini.
Kafein dapat bertahan di dalam tubuh selama beberapa jam sehingga memengaruhi kualitas tidur pada malam hari. Menurut Sleep Foundation, sebaiknya konsumsi kafein dibatasi sekitar enam hingga delapan jam sebelum waktu tidur agar tubuh lebih mudah beristirahat.
Duduk terlalu lama di depan laptop atau lebih banyak beraktivitas di dalam rumah ternyata juga bisa membuat tubuh terasa cepat lelah.
Aktivitas fisik membantu meningkatkan kualitas tidur, melancarkan sirkulasi darah, dan membuat tubuh terasa lebih bugar keesokan harinya. Tidak harus olahraga berat, berjalan kaki 20–30 menit atau bermain aktif bersama anak pun sudah memberikan manfaat.
Semalam mungkin Mommies tidur delapan jam, tetapi bagaimana dengan beberapa hari sebelumnya?
Kalau selama seminggu terakhir sering begadang atau kurang tidur, tubuh bisa mengalami sleep debt atau utang tidur. Kondisi ini membuat rasa lelah tetap terasa meski semalam durasi tidur sudah cukup. Tubuh membutuhkan waktu untuk mengejar kualitas istirahat yang hilang, bukan hanya satu malam tidur lebih lama.
Dehidrasi ringan sering kali tidak disadari, tetapi dampaknya bisa membuat tubuh terasa lemas dan masih mengantuk saat bangun.
Kalau bibir terasa kering, urine berwarna lebih pekat, atau kepala terasa sedikit berat di pagi hari, bisa jadi tubuh sedang kekurangan cairan. Pastikan kebutuhan cairan harian tetap tercukupi, terutama jika Mommies aktif beraktivitas.
Makan malam dalam porsi besar tepat sebelum tidur membuat sistem pencernaan tetap bekerja ketika tubuh seharusnya beristirahat.
Akibatnya, kualitas tidur bisa menurun dan Mommies bangun dengan tubuh yang terasa kurang segar. Kalau memang lapar di malam hari, pilih camilan ringan yang mengandung protein atau serat dalam porsi secukupnya.
Weekend tidur pukul dua pagi, tetapi hari kerja harus bangun pukul lima?
Perubahan jadwal tidur yang terlalu sering membuat ritme sirkadian tubuh menjadi kacau. Akibatnya, tubuh kesulitan mengenali kapan harus tidur dan kapan harus bangun, sehingga rasa lelah tetap muncul meski durasi tidur terasa cukup.
Kalau Mommies sudah mencoba memperbaiki pola tidur tetapi tetap bangun dalam keadaan lelah hampir setiap hari, bisa jadi penyebabnya adalah gangguan tidur.
Beberapa kondisi seperti sleep apnea, insomnia, atau restless legs syndrome dapat mengganggu kualitas tidur tanpa selalu disadari. Menurut Mayo Clinic, sleep apnea dapat menyebabkan seseorang berhenti bernapas berulang kali saat tidur sehingga tubuh tidak memperoleh istirahat yang optimal.

Kalau penyebabnya berasal dari kebiasaan sehari-hari, beberapa perubahan sederhana berikut bisa membantu meningkatkan kualitas tidur:
BACA JUGA: 6 Posisi Tempat Tidur Menurut Feng Shui yang Sebaiknya Dihindari, Tidur Lebih Nyenyak
Sesekali bangun tidur masih mengantuk adalah hal yang wajar. Namun, jika kondisi ini terjadi hampir setiap hari selama beberapa minggu meski sudah memperbaiki pola tidur, sebaiknya jangan diabaikan.
Apalagi jika disertai dengkuran keras, sering terbangun karena sesak, sakit kepala saat bangun, atau mengantuk berlebihan di siang hari. Dokter dapat membantu mencari tahu apakah ada gangguan tidur atau kondisi kesehatan lain yang menjadi penyebabnya.
Merasa lelah saat bangun tidur bukan selalu berarti Mommies kurang tidur. Sering kali, penyebabnya justru berasal dari kebiasaan sehari-hari yang tampak sepele, seperti terlalu lama bermain ponsel sebelum tidur, jadwal tidur yang berantakan, atau kurang bergerak.
Kabar baiknya, banyak dari penyebab tersebut bisa diperbaiki secara bertahap. Tidak perlu langsung mengubah semuanya sekaligus. Mulailah dari satu kebiasaan kecil yang paling mudah dilakukan, misalnya tidur lebih konsisten atau mengurangi waktu menatap layar di malam hari. Seiring waktu, kualitas tidur akan membaik, tubuh terasa lebih segar, dan energi untuk menjalani aktivitas bersama keluarga pun ikut meningkat.
Cover: Pexels
Mommies Daily is dedicated to all Indonesian moms out there, who just like us strive to be realistic and practical mothers. We hope you enjoy your stay.
Copyright © 2026 Mommies Daily ∙ All the rights reserved