banner-detik
EDUCATION

Anak Masuk SD? 7 Perubahan yang Paling Bikin Kaget Orang Tua

author

Dhevita Wulandari2 hours ago

Anak Masuk SD? 7 Perubahan yang Paling Bikin Kaget Orang Tua

Anak masuk SD bukan hanya fase baru bagi si kecil, tetapi juga orang tua. Simak 7 perubahan yang paling sering bikin kaget saat anak mulai sekolah dasar.

Setelah bertahun-tahun terbiasa dengan ritme PAUD atau TK yang lebih santai, kehidupan di sekolah dasar ternyata datang dengan banyak kejutan.

Mulai dari PR yang tiba-tiba muncul, jadwal yang lebih padat, hingga grup WhatsApp kelas yang notifikasinya nyaris tak berhenti. Belum lagi ekspektasi bahwa anak harus mulai lebih mandiri, padahal di rumah masih sering minta dibantu.

Psikolog anak dan remaja Vera Itabiliana Hadiwidjojo mengingatkan bahwa masa awal sekolah merupakan fase adaptasi yang penting, baik bagi anak maupun orang tua. Menurutnya, anak membutuhkan dukungan dan komunikasi yang konsisten dari rumah dan sekolah agar proses transisi berjalan lebih lancar.

Kalau Mommies sedang merasakan hal yang sama, tenang. Ternyata banyak orang tua mengalami culture shock berikut ini saat anak mulai masuk SD.

Foto: Vitaly Gariev/Pexels

1. Tugas sekolah ternyata kadang jadi urusan orang tua juga

Anak mulai membawa PR, proyek kelompok, hingga tugas presentasi sederhana. Tak jarang, orang tua ikut pusing karena harus membantu menyiapkan alat, mendampingi belajar, atau sekadar memastikan tugas selesai tepat waktu.

Tantangan terbesar bukan pada banyaknya tugas, melainkan pada bagaimana membantu anak belajar bertanggung jawab tanpa mengambil alih semuanya.

2. Grup WhatsApp kelas bisa lebih ramai daripada grup keluarga

Dari informasi seragam, pengumuman mendadak, jadwal piket, foto kegiatan, hingga diskusi soal tugas, notifikasi bisa datang sejak pagi hingga malam hari.

Di satu sisi, grup ini memudahkan komunikasi. Namun, di sisi lain, beberapa orang tua merasa kewalahan karena takut ketinggalan informasi penting.

Baca juga: Untuk Para Orang Tua Murid, Mari Pahami Tata Krama di WAG Sekolah

3. Anak dituntut lebih mandiri, tetapi prosesnya tidak instan

Memakai sepatu sendiri, membereskan tas, mengingat jadwal pelajaran, hingga menjaga barang pribadi adalah keterampilan baru yang harus dipelajari anak. Sayangnya, tidak semua anak bisa langsung beradaptasi.

4. Jadwal keluarga ikut berubah total

Jam tidur harus lebih cepat, pagi menjadi lebih sibuk, dan akhir pekan sering kali berubah menjadi waktu untuk menyelesaikan tugas atau mempersiapkan perlengkapan sekolah.

Masuk SD bukan sekadar pindah jenjang pendidikan, tetapi juga mengubah ritme seluruh anggota keluarga.

Foto: www.kaboompics.com/Pexels

5. Ternyata anak bisa stres karena perubahan besar ini

Tak sedikit anak yang menunjukkan tanda-tanda cemas pada minggu-minggu pertama sekolah. Ada yang menangis saat diantar, menolak masuk kelas, terus bertanya kapan dijemput, atau mengeluh sakit perut dan pusing.

Baca juga: Hal yang Hanya Dipahami Orang Tua yang Anaknya Sudah Sekolah, Apa Saja, Ya?

6. Orang tua jadi ikut “sekolah” lagi

Ada yang harus menghafal jadwal pelajaran, belajar aplikasi sekolah, memahami metode belajar baru, bahkan mencari tahu istilah-istilah yang dulu belum pernah ada.

Belum lagi tantangan menghadapi pelajaran yang ternyata sudah jauh berbeda dibandingkan zaman orang tua dulu bersekolah.

7. Ternyata, bukan anak saja yang butuh adaptasi

Hal yang sering luput disadari adalah bahwa orang tua juga sedang menjalani masa transisi. Ada rasa bangga melihat anak bertumbuh, tetapi sekaligus muncul kekhawatiran: apakah anak bisa mengikuti pelajaran, punya teman, atau merasa nyaman di lingkungan baru.

Menurut para psikolog, perasaan cemas tersebut sebenarnya wajar. Memasuki lingkungan sekolah baru memang menuntut penyesuaian, baik bagi anak maupun orang tua. Yang terpenting adalah memberikan ruang bagi anak untuk belajar mandiri sambil tetap memastikan mereka merasa didukung.

Jadi, kalau akhir-akhir ini Mommies merasa lebih lelah, lebih sering membuka grup WhatsApp sekolah, atau diam-diam ikut gugup saat anak berangkat pagi, percayalah: Mommies tidak sendirian.

Karena ternyata, masuk SD memang bukan cuma fase baru untuk anak, tetapi juga untuk seluruh keluarga.

Cover: Ketut Subiyanto/Pexels

Share Article

author

Dhevita Wulandari

-

banner-detik

POPULAR ARTICLE

banner-detik
banner-detik

COMMENTS


SISTER SITES SPOTLIGHT

synergy-error

Terjadi Kesalahan

Halaman tidak dapat ditampilkan

synergy-error

Terjadi Kesalahan

Halaman tidak dapat ditampilkan