Sorry, we couldn't find any article matching ''

4 Tanda Pencernaan Anak Kurang Optimal yang Perlu Dikenali Orang Tua
Pencernaan anak kurang optimal tidak selalu ditandai sakit perut. Kenali empat tanda yang perlu diperhatikan orang tua serta cara menjaga kesehatan pencernaan anak sejak dini.
Pernah merasa si kecil belakangan jadi lebih rewel, susah makan, atau tidurnya sering terbangun di malam hari? Banyak orang tua menganggap hal-hal tersebut hanya karena fase tumbuh kembang atau perubahan suasana hati.
Padahal, perubahan perilaku sehari-hari dapat berkaitan dengan berbagai kondisi, salah satunya kesehatan pencernaan. Karena saluran cerna berperan penting dalam menyerap nutrisi dari makanan, menjaga pencernaan tetap sehat menjadi salah satu langkah penting untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Hal inilah yang menjadi salah satu pembahasan dalam sesi edukasi bersama dokter spesialis anak pada rangkaian Digestion Expert Lab yang diselenggarakan oleh LACTOGROW. Melalui kegiatan yang berlangsung di Trans Studio Mall Makassar pada 26–28 Juni 2026, orang tua diajak memahami pentingnya kesehatan pencernaan anak, sementara si kecil bisa belajar lewat berbagai aktivitas bermain yang interaktif dan menyenangkan.
Berikut beberapa tanda yang perlu dikenali orang tua karena dapat berkaitan dengan kondisi pencernaan anak.
1. Anak Lebih Rewel dari Biasanya

Foto: Lactogrow
Tidak semua anak rewel karena mengantuk atau keinginannya tidak dituruti. Dalam beberapa kondisi, rasa tidak nyaman pada saluran cerna juga dapat memengaruhi suasana hati anak sehingga ia menjadi lebih mudah menangis, sulit ditenangkan, atau tampak tidak nyaman.
Dokter Spesialis Anak dr. Miza Afrizal Azwir, Sp.A., BMedSci., M.Kes menjelaskan bahwa perubahan perilaku seperti anak menjadi lebih rewel dapat berkaitan dengan kondisi pencernaannya. Karena itu, orang tua perlu melihat kondisi anak secara menyeluruh, bukan hanya fokus pada perubahan emosinya.
2. Nafsu Makan Menurun
Saat anak mulai sulit menghabiskan makanan, banyak orang tua langsung mencari cara agar ia mau makan lebih banyak. Padahal, sebelum mencari solusi, penting juga mencari tahu apa yang membuat nafsu makannya berubah.
Saluran cerna yang kurang nyaman dapat membuat anak kehilangan selera makan. Jika kondisi ini berlangsung cukup lama atau disertai keluhan lain, sebaiknya konsultasikan dengan dokter agar penyebabnya dapat diketahui dengan lebih jelas.
3. Tidur Tidak Nyenyak
Tidur yang berkualitas menjadi salah satu faktor penting dalam proses tumbuh kembang anak. Namun, rasa tidak nyaman pada saluran cerna juga dapat membuat anak lebih sering terbangun di malam hari atau tidurnya menjadi kurang berkualitas.
Apabila pola tidur anak berubah tanpa penyebab yang jelas dan berlangsung beberapa hari, Mommies bisa mulai memperhatikan apakah ada perubahan lain yang juga muncul, termasuk pada pola makan maupun kondisi pencernaannya.
4. Anak Jadi Lebih Sering Ingin Digendong atau Menempel pada Orang Tua
Sebagian anak memang memiliki fase lebih lengket dengan orang tua. Namun jika perubahan ini muncul bersamaan dengan anak yang tampak kurang nyaman, lebih rewel, atau nafsu makannya menurun, bisa jadi tubuhnya sedang memberikan sinyal bahwa ada sesuatu yang membuatnya tidak nyaman.
Menurut dr. Miza, anak yang lebih sering ingin digendong atau terus menempel pada orang tua juga termasuk salah satu perubahan perilaku yang dapat berkaitan dengan kondisi pencernaan.
Belajar tentang Pencernaan Lewat Aktivitas yang Menyenangkan

Foto: Lactogrow
Salah satu hal yang menarik dari Digestion Expert Lab adalah pendekatan edukasinya yang dibuat dekat dengan dunia anak. Alih-alih hanya mendengarkan penjelasan, anak-anak diajak belajar sambil bermain untuk mengenal bagaimana pencernaan bekerja sekaligus memahami peran probiotik L. reuteri dalam membantu menjaga kesehatan saluran cerna.
Di area Digestion Nutrition, misalnya, Si Kecil diajak mengenal berbagai nutrisi yang dibutuhkan tubuh melalui permainan interaktif sesuai usianya. Anak juga bisa mengikuti aktivitas yang memperkenalkan bagaimana L. reuteri bekerja di saluran pencernaan untuk membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus, sehingga proses penyerapan nutrisi dapat berlangsung lebih optimal.

Foto: Lactogrow
Sementara itu, di area LED interaktif, anak-anak dapat menjelajahi perjalanan makanan di dalam sistem pencernaan melalui visual yang sederhana dan mudah dipahami. Setelah belajar, mereka juga bisa bermain di kolam mandi bola yang membuat pengalaman edukasi terasa semakin menyenangkan.
Di sisi lain, Mommies dapat mengikuti sesi edukasi bersama dokter spesialis anak mengenai tanda-tanda pencernaan yang kurang optimal, pentingnya pola makan bergizi seimbang, hingga mengapa pemilihan probiotik perlu disesuaikan dengan bukti ilmiah yang dimiliki setiap strain.
Selain aktivitas di lokasi acara, orang tua juga diperkenalkan pada fitur edukasi digital di Lactoclub.com yang dapat membantu Mommies memahami pola buang air besar anak sebagai salah satu indikator kesehatan pencernaan sehari-hari. Fitur ini bertujuan membantu orang tua mengenali perubahan yang mungkin terjadi sehingga dapat menentukan kapan perlu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

Foto: Lactogrow
Menjaga Pencernaan Sehat Dimulai dari Kebiasaan Sehari-hari
Menjaga kesehatan pencernaan anak tidak hanya dilakukan ketika muncul keluhan. Kebiasaan sehari-hari juga berperan penting, mulai dari memberikan makanan bergizi seimbang, memastikan anak cukup minum, aktif bergerak, hingga memperhatikan asupan yang mengandung probiotik sesuai kebutuhannya.
Dalam sesi edukasi tersebut, dr. Miza juga menjelaskan bahwa manfaat probiotik bersifat spesifik sesuai jenis (strain) yang digunakan. Salah satu jenis yang paling banyak diteliti adalah L. reuteri, dengan lebih dari 290 publikasi klinis yang melibatkan sekitar 25.000 partisipan dari berbagai kelompok usia. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa strain ini membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus sehingga mendukung kenyamanan saluran cerna dan penyerapan nutrisi yang optimal.
Salah satu susu pertumbuhan yang mengandung L. reuteri DSM 17938 di bawah lisensi BioGaia adalah LACTOGROW, yang juga diformulasikan dengan 0 gram sukrosa sebagai bagian dari pilihan gizi harian anak.
Langkah Kecil yang Bisa Dimulai dari Rumah
Menjaga kesehatan pencernaan anak tidak selalu harus dimulai dari perubahan besar. Justru, kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten sering kali memberikan dampak yang lebih berarti, seperti membiasakan pola makan bergizi seimbang, mencukupi kebutuhan cairan, mengajak anak aktif bergerak, serta lebih peka terhadap perubahan perilaku maupun kebiasaan buang air besarnya.
Semakin cepat orang tua mengenali sinyal yang diberikan anak, semakin besar pula kesempatan untuk memberikan penanganan yang tepat bila diperlukan.
Kalau Mommies ingin menambah informasi seputar nutrisi, kesehatan pencernaan, dan tumbuh kembang anak, berbagai materi edukasi juga tersedia melalui Lacto Club Indonesia. Dengan bekal informasi yang tepat, Mommies dapat terus mendampingi si kecil agar tumbuh sehat dan nyaman setiap hari.
BACA JUGA: Pencernaan Sehat Anak: Kenali Tanda dan Cara Menjaganya Sejak Dini
Cover: Lactogrow
Share Article


POPULAR ARTICLE




COMMENTS