banner-detik
SELF

Pertemanan Berubah Setelah Menikah dan Punya Anak? Ini Alasan Menurut Pakar

author

Mommies Daily9 hours ago

Pertemanan Berubah Setelah Menikah dan Punya Anak? Ini Alasan Menurut Pakar

Menikah dan punya anak sering membuat hubungan pertemanan berubah. Apakah ini wajar? Simak penjelasan pakar serta alasan mengapa prioritas dan dinamika persahabatan ikut berubah.

Dulu, nongkrong sepulang kerja bisa jadi agenda rutin. Grup WhatsApp ramai setiap malam, bahkan liburan bareng terasa mudah direncanakan. Namun, setelah menikah dan punya anak, semuanya terasa berbeda. Mendadak, jadwal makin padat, obrolan tak lagi sesering dulu, dan beberapa teman seperti menghilang begitu saja.

Kalau Mommies pernah merasakan hal ini, tenang, Anda tidak sendirian. Banyak orang mengalami perubahan pertemanan setelah memasuki fase pernikahan dan menjadi orang tua. Pertanyaannya, apakah ini wajar?

Foto: KATRIN BOLOVTSOVA/Pexels

Kenapa Pertemanan Berubah Setelah Menikah dan Punya Anak?

Ada beberapa alasan mengapa pertemanan berubah setelah punya anak, mulai dari perubahan prioritas, waktu yang semakin terbatas, hingga kebutuhan emosional yang kini lebih banyak dipenuhi dalam keluarga.

Menurut Eileen Anderson, Direktur Pendidikan Bioetika dan Humaniora Medis di Case Western Reserve University School of Medicine, perubahan pertemanan setelah menikah memang umum terjadi. Salah satu penyebabnya adalah karena seseorang mulai membagikan lebih banyak sisi emosional dan cerita pribadinya kepada pasangan.

Sederhananya, setelah menikah, pasangan sering kali menjadi orang pertama yang mendengar keluh kesah, menerima cerita, sekaligus menjadi sistem pendukung utama. Akibatnya, dinamika dengan sahabat pun ikut berubah.

Hal ini bukan berarti kita tak lagi menyayangi teman-teman lama. Hanya saja, prioritas dan pembagian energi sudah berbeda.

Baca juga: 100 Pertanyaan untuk Bahan Obrolan dengan Pasangan

Kehadiran Anak Membuat Hidup Berubah Total

Kalau menikah mengubah ritme hidup, punya anak bisa mengubah semuanya.

Penelitian yang diterbitkan di Advances in Life Course Research menemukan bahwa menjadi orang tua memang berdampak pada hubungan sosial. Orang tua cenderung mengurangi intensitas hubungan dengan teman dan kenalan karena fokus mereka bergeser ke keluarga dan lingkungan terdekat.

Jadi, kalau Mommies merasa hubungan pertemanan berubah setelah punya anak, itu bukan berarti persahabatan tersebut gagal. Bisa jadi, semua orang memang sedang beradaptasi dengan fase hidup yang baru.

Rasanya Seperti Kehilangan Teman, Padahal Sebenarnya Sedang Bertumbuh

Salah satu hal yang paling sulit diterima adalah kenyataan bahwa kita dan teman-teman mungkin sedang berada di fase hidup yang berbeda.

Foto: www.kaboompics.com/Pexels

Ada teman yang masih bebas bepergian secara spontan setiap akhir pekan, sementara kita harus mengecek jadwal anak lebih dulu. Ada yang sedang fokus mengejar karier, sementara kita sibuk mencari sekolah terbaik.

Perbedaan ini terkadang membuat obrolan terasa tidak lagi nyambung. Bahkan, beberapa orang mulai merasa kesepian meski sebenarnya masih memiliki banyak teman.

Di usia 30-an dan 40-an, pernikahan, pekerjaan, dan anak menjadi faktor terbesar yang memengaruhi kualitas dan intensitas pertemanan.

Baca juga: Ingat Syarat Ini agar Bisa Lepas dari Jerat Pertemanan Utang

Tanda Pertemanan Kalian Sebenarnya Masih Sehat

Jangan buru-buru menganggap persahabatan berakhir hanya karena sudah jarang bertemu. Bisa jadi, hubungan tersebut hanya berubah bentuk.

Mommies masih punya pertemanan yang sehat jika:

  • Tetap nyaman meski sudah lama tidak bertemu.
  • Tidak saling menuntut untuk selalu membalas chat dengan cepat.
  • Masih menjadi orang yang dicari saat ada kabar penting.
  • Bisa memahami kesibukan dan prioritas masing-masing.
  • Tetap mendukung meski jalan hidup sudah berbeda.

Seiring bertambah usia, kualitas hubungan sering kali menjadi lebih penting daripada kuantitas.

Perlukah Memaksakan Semua Pertemanan Tetap Sama?

Jawabannya: tidak.

Pertemanan Berubah Setelah Menikah dan Punya Anak? Ini Alasan Menurut Pakar

Foto: Ron Lach/Pexels

Sebagian pertemanan akan bertahan, sebagian lagi mungkin perlahan menjauh. Dan itu adalah bagian dari kehidupan.

Perubahan ini tidak selalu berarti kehilangan teman. Banyak penelitian menunjukkan bahwa hubungan pertemanan cenderung berubah mengikuti fase kehidupan, bukan karena rasa peduli yang berkurang.

Bukan juga karena ada yang salah, melainkan karena setiap orang sedang tumbuh dengan caranya masing-masing. Ada teman yang nantinya kembali dekat ketika anak-anak sudah besar, ada pula yang memang hanya hadir di fase tertentu dalam hidup.

Yang terpenting, jangan merasa bersalah jika saat ini lingkaran pertemanan Mommies tidak lagi sebesar dulu.

Baca juga: 7 Tanda Anak Mengalami Masalah Pertemanan di Sekolah yang Sering Tidak Disadari Orang Tua

Cover: Ron Lach/Pexels

Share Article

author

Mommies Daily

-

banner-detik

POPULAR ARTICLE

banner-detik
banner-detik

COMMENTS


SISTER SITES SPOTLIGHT

synergy-error

Terjadi Kesalahan

Halaman tidak dapat ditampilkan

synergy-error

Terjadi Kesalahan

Halaman tidak dapat ditampilkan