banner-detik
#MOMMIESWORKINGIT

10 Kesalahan Melamar Kerja yang Sering Tidak Disadari, Bisa Bikin HR Lewatkan CV Mommies

author

Dhevita Wulandari12 hours ago

10 Kesalahan Melamar Kerja yang Sering Tidak Disadari, Bisa Bikin HR Lewatkan CV Mommies

Hindari 10 kesalahan melamar kerja yang sering tidak disadari, mulai dari CV yang kurang tepat hingga persiapan interview agar peluang diterima makin besar.

Pernah nggak, Mommies merasa sudah mengirim puluhan lamaran kerja, tetapi belum juga dipanggil interview?

Rasanya pasti bikin bertanya-tanya. Apakah pengalaman kerja masih kurang? Pendidikan belum sesuai? Atau memang belum rezeki?

Padahal, penyebabnya belum tentu karena kemampuan Mommies. Dalam banyak kasus, ada kesalahan-kesalahan kecil saat melamar kerja yang sering luput disadari. Mulai dari CV yang kurang relevan, email lamaran yang kurang profesional, hingga datang ke interview tanpa persiapan yang matang.

Kalau Mommies sedang mencari pekerjaan baru, ingin kembali bekerja setelah beberapa tahun fokus mengurus keluarga, atau sedang berencana pindah karier, yuk cek dulu apakah masih melakukan beberapa kesalahan berikut ini.

BACA JUGA: Pekerjaan Baru yang Lahir dari Industri Beauty dalam 5 Tahun Terakhir

10 Kesalahan Melamar Kerja yang Harus Dihindari

Foto: Magnific

1. Mengirim CV yang Sama ke Semua Lowongan

Kalau Mommies sedang semangat mencari kerja, rasanya memang lebih praktis mengirim satu CV ke puluhan perusahaan sekaligus. Sayangnya, cara ini justru sering menjadi alasan CV tidak dilirik recruiter.

Setiap lowongan memiliki kebutuhan yang berbeda. Karena itu, isi CV sebaiknya disesuaikan dengan posisi yang dilamar. Misalnya, jika Mommies melamar sebagai Content Writer, tonjolkan pengalaman menulis, SEO, atau mengelola media sosial. Sementara untuk posisi Marketing, soroti pencapaian kampanye, target penjualan, atau pengalaman mengembangkan brand.

Menurut Yale Office of Career Strategy, pelamar yang mengincar beberapa jenis pekerjaan sebaiknya memiliki beberapa versi CV agar pengalaman dan keterampilan yang ditampilkan benar-benar relevan dengan posisi yang dituju. CV yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan juga lebih mudah terbaca oleh sistem Applicant Tracking System (ATS) yang kini digunakan banyak perusahaan.

2. CV Belum Diperbarui

Masih mencantumkan pekerjaan lama, nomor telepon yang sudah tidak aktif, atau lupa menambahkan pengalaman terbaru?

Kesalahan seperti ini terlihat sepele, tetapi bisa membuat recruiter menilai pelamar kurang teliti.

Sebelum mengirim lamaran, luangkan waktu beberapa menit untuk mengecek kembali seluruh informasi di CV, mulai dari data diri, pengalaman kerja, sertifikat, hingga portofolio.

3. Terlalu Fokus pada Desain, Lupa Menonjolkan Isi

CV yang penuh warna, ikon, atau ilustrasi memang terlihat menarik. Namun, kalau informasi penting justru sulit ditemukan, tampilannya bisa menjadi bumerang.

Yang dicari recruiter bukan seberapa cantik desain CV, melainkan apakah pengalaman dan kemampuan Mommies sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Yale Office of Career Strategy menjelaskan bahwa resume yang efektif sebaiknya menggunakan tata letak yang sederhana, mudah dipindai, konsisten, dan tidak terlalu banyak elemen visual. Mereka juga mengingatkan agar pelamar menghindari informasi yang tidak relevan sehingga recruiter bisa lebih cepat menemukan poin-poin penting.

4. Melamar Banyak Posisi Sekaligus di Perusahaan yang Sama

Mungkin Mommies berpikir, “Siapa tahu salah satunya nyangkut.”

Sayangnya, strategi ini justru bisa memberi kesan bahwa Mommies belum benar-benar memahami kemampuan sendiri.

Kalau hari ini melamar posisi HR, besok Marketing, lalu lusa Finance di perusahaan yang sama, recruiter bisa mempertanyakan fokus karier yang sebenarnya.

Lebih baik pilih satu posisi yang paling sesuai dengan pengalaman dan kemampuan.

5. Tidak Membaca Deskripsi Pekerjaan dengan Teliti

Banyak orang langsung menekan tombol “Apply” tanpa membaca seluruh isi lowongan.

Akibatnya, mereka tidak menyadari bahwa perusahaan membutuhkan pengalaman minimal tiga tahun, kemampuan bahasa asing, atau keterampilan tertentu yang belum dimiliki.

Sebelum melamar, baca kembali job description dan sesuaikan isi CV dengan kebutuhan perusahaan.

Kalau memang belum memenuhi seluruh syarat, bukan berarti tidak boleh melamar. Namun, pastikan Mommies memahami posisi yang sedang dituju.

6. Email Lamaran Terlihat Kurang Profesional

Foto: Magnific

Selain CV, email juga menjadi kesan pertama bagi recruiter.

Masih menggunakan alamat email seperti princessimut123 atau mamahitsbanget? Sebaiknya mulai pertimbangkan menggunakan alamat email yang lebih profesional.

Begitu juga dengan nama file CV.

Daripada menggunakan nama seperti CV terbaru final revisi fix banget.pdf, lebih baik gunakan format sederhana seperti:

CV_NamaLengkap_Posisi.pdf

Hal-hal kecil seperti ini menunjukkan bahwa Mommies memperhatikan detail.

7. Tidak Mencari Tahu Tentang Perusahaan

Interview bukan hanya soal menjawab pertanyaan.

Recruiter juga ingin melihat apakah kandidat benar-benar tertarik dengan perusahaan yang dilamar.

Sebelum interview, sempatkan membaca profil perusahaan, produk atau layanan yang mereka tawarkan, budaya kerja, hingga berita terbaru tentang perusahaan tersebut.

Saat recruiter bertanya, “Apa yang Mommies ketahui tentang perusahaan kami?” Mommies tidak perlu lagi menjawab dengan senyum canggung.

8. Datang ke Interview Tanpa Persiapan

Banyak pelamar berpikir interview tinggal datang lalu menjawab pertanyaan yang diajukan HR. Padahal, persiapan sebelum wawancara sering kali menjadi pembeda.

Cobalah berlatih menjawab pertanyaan yang paling sering muncul, seperti “Ceritakan tentang diri Anda”, “Mengapa ingin bekerja di perusahaan ini?”, atau “Apa pencapaian terbesar selama bekerja?”

Selain itu, pelajari juga profil perusahaan, produk atau layanan yang dimiliki, hingga budaya kerjanya. Ketika recruiter melihat bahwa Mommies benar-benar memahami perusahaan yang dilamar, kesan positif akan lebih mudah terbentuk.

Harvard Business Review juga mengingatkan bahwa salah satu kesalahan terbesar dalam membuat resume maupun mempersiapkan proses rekrutmen adalah menampilkan pengalaman yang tidak relevan dan kurang menunjukkan dampak nyata dari pekerjaan yang pernah dilakukan.

9. Terlalu Fokus Menjawab, Lupa Bertanya

Di akhir interview biasanya recruiter akan bertanya,

“Ada yang ingin ditanyakan?”

Banyak pelamar langsung menjawab,

“Tidak ada.”

Padahal, kesempatan ini bisa dimanfaatkan untuk menunjukkan ketertarikan terhadap posisi yang dilamar.

Misalnya dengan bertanya tentang budaya kerja tim, program pengembangan karyawan, atau seperti apa indikator keberhasilan pada posisi tersebut.

Pertanyaan yang baik menunjukkan bahwa Mommies benar-benar serius dengan pekerjaan itu.

10. Langsung Minder Setelah Ditolak Sekali

Ini mungkin bukan kesalahan teknis, tetapi cukup sering membuat seseorang berhenti mencoba.

Ditolak saat melamar kerja bukan berarti kemampuan Mommies kurang.

Bisa saja perusahaan sedang mencari kandidat dengan pengalaman yang lebih spesifik, memilih pelamar internal, atau memang posisi tersebut dibatalkan.

Jangan langsung menganggap satu penolakan sebagai akhir dari perjalanan karier.

Gunakan setiap proses interview sebagai pengalaman belajar. Perbaiki CV, tingkatkan keterampilan, lalu coba lagi.

Bisa jadi, pekerjaan yang paling cocok justru datang dari lamaran berikutnya.

Sebelum Menekan Tombol “Apply”, Cek Lagi Hal-Hal Ini

Foto: Magnific

Sebelum mengirim lamaran kerja, coba luangkan waktu lima menit untuk memastikan:

  • CV sudah diperbarui dan sesuai dengan posisi yang dilamar.
  • Nomor telepon dan alamat email masih aktif.
  • Tidak ada salah ketik pada CV maupun surat lamaran.
  • Nama file CV terlihat profesional.
  • Portofolio atau tautan LinkedIn bisa diakses.
  • Sudah membaca job description dengan teliti.
  • Sudah mencari tahu profil perusahaan.
  • Sudah berlatih untuk proses wawancara.

Hal-hal kecil seperti ini sering kali menjadi pembeda antara kandidat yang lolos ke tahap berikutnya dan yang langsung gugur saat proses seleksi awal.

Jangan Lupakan Hal-Hal Dasar Ini

Senada dengan hal tersebut, Nadyara Nafisa, HR Female Daily Network, juga mengingatkan bahwa ketelitian menjadi salah satu hal penting saat melamar pekerjaan.

“Pastikan jangan sampai ada data dalam resume atau CV yang tidak sesuai, seperti riwayat waktu kerja. Pastikan juga menggunakan foto yang formal, bukan selfie,” ujar Nadyara.

Meski terdengar sederhana, kesalahan pada informasi CV atau penggunaan foto yang kurang profesional bisa memberikan kesan bahwa pelamar kurang serius mempersiapkan lamarannya.

Mencari Kerja Memang Tidak Mudah, Tapi Jangan Menyerah

Bagi sebagian Mommies, mencari pekerjaan bukan hanya soal mendapatkan penghasilan. Ada yang ingin kembali berkarier setelah beberapa tahun fokus mengurus anak, ada yang sedang mencari lingkungan kerja yang lebih sehat, atau ingin memulai lembaran baru setelah terkena PHK.

Apa pun alasannya, jangan biarkan kesalahan-kesalahan kecil menghambat kesempatan yang sebenarnya sudah ada di depan mata.

Kalau hari ini belum mendapat panggilan interview, bukan berarti usaha Mommies sia-sia. Mungkin hanya ada beberapa hal yang perlu diperbaiki sebelum mengirim lamaran berikutnya.

Siapa tahu, CV berikutnya justru menjadi awal dari pekerjaan yang selama ini Mommies impikan.

BACA JUGA: Gaji Nggak Naik? Ini 7 Cara Tetap Bahagia di Tempat Kerja Tanpa Harus Resign

Diperbarui oleh: Katharina Menge

Cover: Photo by fauxels on Pexels

Share Article

author

Dhevita Wulandari

-

banner-detik

POPULAR ARTICLE

banner-detik
banner-detik

COMMENTS


SISTER SITES SPOTLIGHT

synergy-error

Terjadi Kesalahan

Halaman tidak dapat ditampilkan

synergy-error

Terjadi Kesalahan

Halaman tidak dapat ditampilkan