Gairah Menurun Setelah Melahirkan? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Sex & Relationship

Dhevita Wulandari・in 3 hours

detail-thumb

Banyak perempuan mengalami gairah menurun setelah melahirkan. Ketahui penyebabnya, mulai dari hormon, kurang tidur, hingga mental load, serta cara meningkatkan libido setelah menjadi ibu.

Pernah nggak, Mommies, tiba-tiba merasa nggak terlalu tertarik untuk berhubungan intim sejak punya anak?

Padahal dulu, sebelum menjadi ibu, rasanya hubungan dengan pasangan baik-baik saja. Sekarang? Jangankan memikirkan seks, bisa tidur tanpa ada yang memanggil, “Mama…” saja sudah seperti hadiah terbesar.

Kalau pernah mengalami hal seperti ini, tenang. Mommies nggak sendirian.

Banyak perempuan mengalami penurunan gairah setelah melahirkan. Sayangnya, masih banyak juga yang merasa bersalah, takut pasangan kecewa, atau bahkan menganggap dirinya sudah “berubah”.

Padahal, kenyataannya jauh lebih kompleks daripada sekadar “nggak mood“. Libido wanita setelah melahirkan dipengaruhi oleh banyak hal yang saling berkaitan, mulai dari perubahan fisik, hormon, kondisi mental, sampai dinamika hubungan dengan pasangan.

BACA JUGA: 7 Posisi Seks yang Ternyata Nggak Semudah di Film, Sering Gagal Dilakukan Pasangan

Kenapa Gairah Menurun Setelah Melahirkan Itu Normal?

Setelah menjadi ibu, tubuh dan hidup berubah hampir di semua aspek.

Tubuh baru saja melewati proses kehamilan dan persalinan yang luar biasa. Lalu disambung dengan menyusui, begadang, mengurus bayi, beradaptasi dengan identitas baru sebagai orang tua, sampai membagi perhatian antara anak, pasangan, dan pekerjaan.

Dalam kondisi seperti itu, wajar jika seks bukan lagi prioritas utama.

Yang sering terlupakan adalah, gairah seksual bukan cuma soal hormon. Libido juga sangat dipengaruhi oleh kondisi psikologis, energi tubuh, rasa aman, dan kedekatan emosional.

Penyebab Gairah Menurun Setelah Melahirkan

Gairah Menurun Setelah Melahirkan? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Foto: Tima Miroshnichenko/Pexels

1. Perubahan Hormon Membuat Tubuh Beradaptasi

Salah satu penyebab paling umum dari libido wanita setelah melahirkan adalah perubahan hormon.

Setelah persalinan, kadar estrogen turun cukup drastis. Akibatnya, vagina bisa terasa lebih kering sehingga hubungan intim menjadi kurang nyaman, bahkan terasa nyeri bagi sebagian perempuan.

Di saat yang sama, hormon prolaktin meningkat untuk mendukung proses menyusui. Sayangnya, hormon ini juga bisa menekan hasrat seksual.

Jadi, kalau Mommies merasa gairah belum kembali seperti dulu selama masih menyusui, hal tersebut sangat umum terjadi.

2. Kurang Tidur, Musuh Besar Libido

Kalau harus memilih antara tidur atau seks setelah semalaman bayi terbangun tiga kali, sebagian besar orang mungkin akan memilih… tidur.

Dan itu bukan berarti hubungan dengan pasangan sedang bermasalah.

Kurang tidur memengaruhi hampir semua fungsi tubuh, termasuk produksi hormon, suasana hati, kemampuan berkonsentrasi, hingga gairah seksual.

Ketika tubuh terus-menerus kelelahan, otak lebih fokus pada kebutuhan dasar untuk beristirahat daripada memikirkan aktivitas seksual.

3. Kelelahan Fisik yang Menumpuk

Menjadi ibu adalah pekerjaan tanpa jam pulang.

Menggendong bayi, menyusui, memasak, bekerja, membereskan rumah, menemani anak bermain, hingga mengurus berbagai kebutuhan keluarga membuat energi terkuras setiap hari.

Kelelahan kronis menjadi salah satu penyebab libido menurun pada wanita yang paling sering dialami, tetapi sering dianggap sepele.

Sering kali bukan karena tidak mencintai pasangan, melainkan tubuh memang sudah tidak punya energi lagi.

4. Stres Mengurus Bayi dan Beban Mental

Selain lelah secara fisik, ada juga yang disebut mental load.

Mommies mungkin sedang memikirkan jadwal imunisasi, stok popok, bekal sekolah kakak, tagihan listrik, pekerjaan kantor, hingga menu makan malam—semuanya dalam waktu bersamaan.

Stres mengurus bayi dan hubungan intim ternyata saling berkaitan erat.

Ketika otak terus berada dalam mode “mengurus”, sangat sulit beralih ke mode “menikmati”. Akibatnya, gairah seksual ikut menurun.

5. Hubungan dengan Tubuh Sendiri Berubah

Setelah melahirkan, bentuk tubuh berubah. Bekas operasi, stretch mark, berat badan yang belum kembali, atau perubahan pada payudara bisa membuat sebagian perempuan kehilangan rasa percaya diri.

Padahal, rasa nyaman terhadap tubuh sendiri berpengaruh besar terhadap keinginan untuk berhubungan intim.

Bukan berarti tubuh harus kembali seperti sebelum hamil agar bisa menikmati seks. Yang lebih penting adalah menerima bahwa tubuh telah melakukan pekerjaan luar biasa: melahirkan dan membesarkan seorang manusia.

6. Keintiman Emosional Justru Menjadi Lebih Penting

Dulu mungkin cukup dengan makan malam romantis.

Sekarang, bisa ngobrol tanpa ada anak yang mengetuk pintu kamar saja sudah terasa mewah.

Setelah menjadi orang tua, banyak perempuan membutuhkan keintiman emosional sebelum muncul keinginan untuk berhubungan seksual.

Merasa didengarkan, dibantu mengurus anak, diapresiasi, dipeluk tanpa ekspektasi, atau sekadar ditemani ngobrol bisa menjadi “pemanasan” yang jauh lebih efektif daripada rayuan.

Bagi banyak perempuan, hubungan emosional adalah fondasi dari hubungan seksual.

BACA JUGA: 7 Posisi Seks yang Nyaman untuk Pasangan Plus Size, Lebih Aman dan Minim Cedera

Cara Meningkatkan Gairah Setelah Melahirkan

1. Berhenti Menyalahkan Diri Sendiri

Tidak ada standar kapan libido harus kembali normal.

Setiap perempuan memiliki proses pemulihan yang berbeda.

2. Komunikasikan dengan Pasangan

Jangan biarkan pasangan menebak-nebak.

Ceritakan apa yang sedang dirasakan, apakah tubuh masih lelah, masih nyeri, atau benar-benar hanya butuh istirahat.

Komunikasi yang jujur biasanya jauh lebih membantu daripada memendam semuanya sendiri.

3. Minta Pasangan Ikut Berbagi Beban

Kadang yang dibutuhkan bukan makan malam romantis, tetapi pasangan yang mau mengganti popok, mencuci botol susu, atau mengambil alih jadwal menggendong bayi selama satu jam.

Ketika beban berkurang, tubuh dan pikiran juga punya ruang untuk kembali menikmati kedekatan.

4. Bangun Kedekatan Tanpa Harus Selalu Berujung Seks

Pegangan tangan, berpelukan, ngobrol sebelum tidur, atau sekadar minum kopi bersama ketika anak tidur siang bisa membantu membangun kembali koneksi sebagai pasangan.

Keintiman tidak selalu dimulai dari hubungan seksual.

5. Jangan Ragu Berkonsultasi

Kalau gairah benar-benar hilang dalam waktu lama, hubungan intim selalu terasa sakit, atau kondisi ini mulai memengaruhi hubungan dengan pasangan maupun kesehatan mental, jangan ragu berkonsultasi dengan dokter kandungan, psikolog, atau konselor seks.

Kadang ada faktor medis atau psikologis yang memang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Foto: Kampus Production/Pexels

Menjadi Ibu Tidak Menghilangkan Identitas sebagai Perempuan

Mommies, yang sering terlupakan adalah bahwa menjadi ibu bukan berarti harus mengorbankan seluruh kebutuhan diri sendiri.

Kalau saat ini mengalami gairah menurun setelah melahirkan, bukan berarti Mommies sudah tidak mencintai pasangan. Bukan juga berarti hubungan sedang bermasalah.

Bisa jadi tubuh sedang meminta waktu untuk pulih. Pikiran sedang penuh. Energi sedang habis. Dan semua itu sangat manusiawi.

Daripada memaksa diri memenuhi ekspektasi orang lain, mungkin yang lebih dibutuhkan adalah memberi ruang bagi diri sendiri untuk beristirahat, meminta bantuan, dan membangun kembali kedekatan dengan pasangan secara perlahan.

Pada akhirnya, hubungan yang sehat tidak diukur dari seberapa sering berhubungan intim, melainkan dari seberapa besar kedua belah pihak saling memahami perubahan yang sedang dijalani.

Dan itu adalah perjalanan yang bisa dilalui bersama.

Cover: Vitaly Gariev/Pexels