7 Tipe Ayah saat Belanja ke Supermarket, Suamimu yang Mana?

Dad's Corner

Dhevita Wulandari・in 4 hours

detail-thumb

Dari pemburu diskon hingga si hilang misterius, Daddies termasuk tipe ayah yang mana saat belanja ke supermarket bersama istri dan anak? 

Belanja ke supermarket bersama keluarga memang terlihat seperti aktivitas sederhana. Namun, tanpa disadari, momen ini sering menjadi cara seru untuk mengenal karakter pasangan lebih dalam.

Kalau dipikir-pikir, supermarket itu semacam arena survival keluarga. Ada yang fokus mengejar daftar belanja, ada yang tiba-tiba hilang entah ke mana, ada yang sibuk membandingkan harga hingga tiga merek berbeda, bahkan ada yang pulang membawa barang yang sama sekali tidak ada di shopping list.

Lucunya lagi, setelah punya anak, gaya belanja para ayah sering berubah drastis. Dulu mungkin cuek mengikuti istri dari belakang. Sekarang? Ada yang berubah menjadi bodyguard troli, penjaga anak, sampai quality control semua camilan yang masuk keranjang.

BACA JUGA: Kenapa Pose Foto Ayah Selalu Sama? Coba 15 Ide Pose Foto Ayah yang Natural dan Beda

Tipe Daddies saat Belanja

Nah, Mommies, coba lihat, Daddies di rumah masuk tipe ayah yang mana?

1. Si “Ikut Aja”

Tipe Ayah saat Belanja ke Supermarket, Suamimu yang Mana?

Foto: Gustavo Fring/Pexels

Kalau Mommies bertanya, “Menurut kamu beli yang ini atau yang itu?”

Jawabannya hampir selalu sama.

“Terserah.”

Mau merek sabun, saus tomat, beras, sampai tisu dapur, semua keputusan diserahkan kepada Mommies. Tugas utamanya hanya mendorong troli sambil sesekali memastikan anak tidak kabur ke lorong mainan.

Bukan berarti tidak peduli, ya. Memang banyak ayah yang merasa urusan kebutuhan rumah tangga lebih dikuasai oleh istrinya. Jadi, mereka memilih untuk mengikuti saja.

2. Si Pemburu Diskon

Tipe ini justru bikin Mommies kalah teliti.

Belum sempat mengambil satu produk, Daddies sudah berkata,

“Yang ini lagi promo, beli dua lebih murah.”

Mereka hafal aplikasi supermarket, member card, cashback, sampai harga normal versus harga diskon. Kadang malah rela berjalan ke ujung lorong hanya karena selisih harga Rp2.000.

Memang terlihat ribet. Namun, kalau dihitung-hitung di akhir bulan, lumayan juga hasil penghematannya.

3. Si Mendadak Chef

Awalnya niat belanja cuma membeli kebutuhan mingguan.

Lima belas menit kemudian…

Troli sudah penuh dengan rosemary, keju premium, smoked beef, paprika warna-warni, butter mahal, sampai pasta impor.

Alasannya?

“Weekend kita bikin steak, ya.”

Masalahnya, setelah semua bahan dibeli, yang memasak sering kali tetap… Mommies.

Relate?

4. Si Penjaga Anak Profesional

Kalau Daddies sudah bertugas menjaga anak, Mommies bisa belanja lebih tenang.

Mereka sibuk mengajak anak menghitung buah, memilih yogurt favorit, membaca label sereal, atau sekadar lomba mencari warna kemasan tertentu.

Belanja memang jadi lebih lama.

Namun, setidaknya Mommies bisa memilih kebutuhan rumah tanpa ada suara kecil yang terus berkata,

“Maa… itu mau…”

5. Si “Ini Kayaknya Kita Butuh”

Masuk supermarket dengan daftar belanja berisi 15 barang.

Keluar membawa 32 barang.

Sebagian besar usulan tambahan berasal dari Daddies.

Mulai dari kotak penyimpanan, lampu emergency, alat cuci mobil, obeng baru, hingga speaker mini yang katanya sedang diskon.

Pertanyaannya sederhana.

Apakah benar-benar butuh?

Menurut Daddies, tentu saja iya.

BACA JUGA: 30 Produk Skincare & Haircare untuk Ayah yang Praktis dan Antiribet

6. Si Ahli Nutrisi Dadakan

Foto: Gustavo Fring/Pexels

Begitu melihat Mommies mengambil camilan atau minuman manis, langsung muncul komentar,

“Gulanya tinggi, lho.”

“Ini kalorinya banyak.”

“Yang ini lebih sehat.”

Menariknya, lima menit kemudian beliau memasukkan keripik ukuran keluarga dan minuman soda ke dalam troli.

Standar sehatnya memang… fleksibel.

7. Si Hilang Misterius

Ini mungkin tipe yang paling sering ditemui.

Baru sebentar belanja bersama.

Tahu-tahu Daddies sudah menghilang.

Dicari ke lorong bumbu tidak ada.

Lorong susu tidak ada.

Bagian buah juga kosong.

Ternyata mereka sedang asyik melihat rak perkakas, elektronik, perlengkapan otomotif, atau koleksi kopi.

Kalau sudah begini, biasanya Mommies yang harus menelepon duluan.

“Mas, kamu di mana?”

Jawabannya klasik.

“Sebentar, ini lagi lihat-lihat.”

Padahal, “sebentar” versi Daddies bisa berarti 20 menit.

BACA JUGA: 10 Red Flag Ayah Baru: Ciri-ciri Suami Tidak Siap Jadi Ayah dan Cara Mengatasinya

Belanja Bareng Bisa Jadi Quality Time Keluarga

Di balik semua tingkah lucu itu, belanja bersama sebenarnya bukan sekadar urusan membeli kebutuhan rumah.

Anak melihat bagaimana orang tuanya berdiskusi, mengambil keputusan, menghitung anggaran, memilih makanan yang lebih sehat, hingga saling berbagi tugas. Tanpa sadar, mereka sedang belajar tentang kerja sama dalam keluarga.

Memang kadang bikin gemas ketika Daddies mendadak menghilang atau memasukkan barang di luar daftar belanja. Namun, justru momen-momen kecil seperti inilah yang nanti sering dikenang dan diceritakan lagi di rumah sambil tertawa.

Karena pada akhirnya, belanja ke supermarket bukan hanya soal isi troli, melainkan juga tentang kebersamaan yang mungkin terlihat biasa, tetapi diam-diam menjadi bagian dari memori keluarga.

Nah, Mommies, Daddies di rumah paling mirip tipe ayah yang nomor berapa? Atau jangan-jangan kombinasi beberapa tipe sekaligus?

Cover: Gustavo Fring/Pexels