Sorry, we couldn't find any article matching ''

Tak Cukup Excel atau PowerPoint, Ini Skill yang Perlu Dikuasai Ibu Bekerja di Era AI
Mampu beradaptasi dengan teknologi dan menguasai keterampilan baru adalah kunci agar ibu bekerja tetap relevan, kompetitif dan siap menghadapi perubahan.
Zaman semakin canggih, dunia kerja pun tak pelak berubah. Persaingan semakin ketat, perubahan semakin cepat. Selain gelar, memiliki banyak keterampilan yang relevan seiring perkembangan zaman, semakin penting. Perusahaan mulai mencari karyawan yang tak sekadar “bisa dan mau kerja”, tetapi mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Bagi ibu bekerja ini adalah tantangan. Di tengah repotnya peran sebagai pekerja, orang tua dan ibu rumah tangga, para ibu tetap perlu menyisihikan waktu untuk belajar berbagai keterampilan baru. Bukan hanya agar tak ketinggalan, tetapi juga agar berkembang, tak kehilangan kesempatan, dan bisa bersaing di dunia kerja.
Pendeknya, para ibu yang terus belajar, akan semakin mudah beradaptasi; namun yang berhenti belajar, akan berisiko ketinggalan. Pada akhirnya, bukan manusia yang akan tergantikan oleh AI, tetapi orang yang tidak mau beradaptasi dengan cara dan teknologi baru.
Skill lama yang relevan tetap perlu dipertahankan, namun skill baru juga perlu ditambah. Setidaknya, ini beberapa skill yang perlu dikuasai ibu bekerja di era digital.
Baca juga: Septiany Utami Dewi: Setiap Ibu Bisa Tetap Menjadi Pribadi yang Utuh di Tengah Banyak Peran
Skill yang Perlu Dikuasai Ibu Bekerja di Era AI
1. Ibu Bekerja Perlu Belajar Canva
Canva bukan aplikasi yang diperuntukkan bagi para ibu bekerja di industri kreatif saja, lho. Bagi bidang apapun, memiliki keterampilan ini sangat bermanfaat. Selain jadi bisa mendesain dengan lebih mudah, mampu menggunakan Canva membuat pekerjaan lebih fisien, membuat diri tampak lebih profesional, meningkatkan kualitas komunikasi hingga membuka peluang tambahan.
Dengan skill Canva, mommies bisa membuat presentasi dengan lebih menarik dan menggugah di kantor, atau mendesain poster sederhana untuk urusan kantor, komunitas maupun keluarga. Bahkan, bisa dijadikan peluang side hustle juga. Contohnya, membuat konten sebagai bekal jadi content creator, membuat dan menjual produk digital seperti meal plan, lembar kegiatan anak usia dini maupun anak sekolah, membuat konten dan seterusnya.
2. Edit Video Sederhana
Sekarang ini, video sudah menjadi bahasa komunikasi baru. Ini karena video punya keunggulan menyampaikan pesan dengan jelas karena dilengkapi dengan audio, visual dan teks sekaligus. Di dunia kerja pun sekarang sering menggunakan materi video untuk presentasi, laporan, materi pelatihan hingga promosi. Jadi, memiliki kemampuan video bisa mendukung karir mommies di kantor, sekaligus mendukung urusan pribadi. Selain itu, kemampuan menyunting video tentunya juga bisa mendukung usaha sampingan mommies.
3. Perpajakan
Keterampilan yang satu ini sering diabaikan. Bukan karena sudah mahir, tetapi karena dianggap ribet, jadi sebagian orang memilih untuk nggak belajar tentang perpajakan. Padahal, apapun jenis profesi mommies, baik karyawan, wirausaha atau pekerja lepas, penting untuk memahami mengapa pendapatan kita dikenai pajak, berapa persen besaran pajak yang dikenakan, apa beda PPN dan PPh, dan seterusnya.
Setidaknya, memahami pengetahuan dasar pajak saja sudah cukup. Namun, seiring mommies ingin mengembangkan bisnis sendir, ya, wajiblah ya untuk mengerti pajak lebih jauh. Dengan memahami pajak, ibu bekerja yang juga punya peran mengelola keuangan rumah tangga, dapat terhindar dari sanksi pelaporan yang berujung pada denda dan terhindar dari pajak progresif yang tidak seharusnya.
4. AI Literacy
Bukan sekedar tahu menggunakan ChatGPT, Claude, Gemini atau aplikasi AI lainnya, namun, perlu juga tahu kapan waktunya pakai AI, kapan tidak. Cerdas menggunakan AI akan membantu ibu bekerja untuk menghemat waktu bekerja, dan sisa waktu dapat dialokasi untuk mengerjakan pekerjaan lain. AI bisa membantu mommies untuk brainstorming ide, melakukan pekerjaan administrasi berulang, menyusun narasi lebih cepat, membuat kerangka presentasi dan seterusnya.
5. Prompt Writing
Skill ini masih berkaitan dengan AI, namun lebih spesifik. Bagus tidaknya hasil dari apa yang kita minta AI untuk kerjaan, tentunya dipengaruhi juga oleh prompt atau instruksi yang kita berikan ke alat AI tersebut. Maka, semakin bagus kemampuan prompting kita, maka hasil yang diinginkan akan semakin akurat dan sesuai kebutuhan kita. Skill ini sangat besar manfaatnya terutama bagi para desainer visual.
6. Literasi Digital
Seiring perubahan teknologi di dunia kerja yang cepat dan dinamis, berbagai aplikasi digital baru bakal bermunculan untuk digunakan baik untuk menyimpan data, rapat daring, mencatat rapat, hingga proteksi data dalam pekerjaan. Jadi, udah nggak bisa lagi bilang: duh gue gaptek! Kemampuan literasi digital akan membuat mommies semakin peka untuk memilih dan memilah mana yang lebih berguna atau kurang berguna, dan meningkatkan kesadaran untuk melindungi data pribadi. Ini bekal yang juga mommies butuhkan untuk mengedukasi anak-anak di rumah.
7. Problem Solving
Selain keterampilan teknis, para ibu bekerja juga perlu memiliki kemampuan menyelesaikan masalah yang bagus. Ini penting saat menghadapi krisis di pekerjaan; agar kita nggak panikan, melainkan mampu menganalisis masalah, menguasai diri dan tetap berpikir solutif di tengah kondisi yang tidak nyaman.
8. Ibu Bekerja Perlu Memiliki Emotional Intelligence
Saat perbedaan pendapat, gesekan atau konflik terjadi, pengendalian emosi sangat diperlukan agar konflik tidak membawa pengaruh negatif pada pekerjaan. Mampu mengidentifikasi dan mengekspresikan emosi dengan cerdas di dalam pekerjaan akan membantu ibu bekerja untuk meningkatkan kesejahteraan mentalnya.
Baca juga: Rekomendasi Kelas untuk Orang Tua agar Terus Bertumbuh
Share Article


POPULAR ARTICLE




COMMENTS