Sorry, we couldn't find any article matching ''

8 Penyebab Milia di Wajah pada Perempuan Usia 40 Tahun ke Atas, Stop Sekarang!
Penyebab milia di wajah pada perempuan usia 40 tahun ke atas ternyata bukan hanya faktor usia. Kenali 8 kebiasaan sehari-hari yang bisa memicu milia serta cara mencegahnya agar kulit tetap sehat.
Pernahkah Mommies melihat ke cermin dan memperhatikan benjolan-benjolan kecil berwarna putih atau kekuningan yang membandel di wajah? Inilah milia.
Gawatnya, milia sering muncul saat banyak perempuan mulai merasa rutinitas skincare mereka sudah tepat. Benjolan kecil ini memang tidak terasa sakit, tetapi sering membuat wajah tampak tidak mulus dan sulit dihilangkan.
“Milia adalah bintik-bintik kecil berwarna putih di bawah kulit yang pada dasarnya berisi keratin dan sel-sel kulit yang terperangkap,” jelas Karan Lal, D.O., M.S., F.A.A.D., dokter kulit di Affiliated Dermatology, Scottsdale, Arizona, seperti dikutip dari Prevention.
Milia paling sering muncul di area bawah mata, pipi, serta hidung karena area ini memiliki kulit yang lebih tipis dibandingkan dengan bagian wajah lainnya.
Menurut Karan, siapa pun bisa mengalaminya dan kondisi ini sangat umum. Namun, ketika muncul di usia 40-an, ini bukan sekadar kebetulan. Milia sering kali merupakan akibat langsung dari perubahan kulit seiring bertambahnya usia. Belum lagi ditambah kebiasaan perawatan kulit sehari-hari yang tanpa disadari justru merugikan kulit wajah.
BACA JUGA: 10 Serum Retinol untuk Usia 40-an di Drugstore, Harga di Bawah Rp250 Ribu
Mengapa Perempuan Usia 40 Tahun Lebih Rentan Mengalami Milia?
Sebelum mengidentifikasi kebiasaan yang menyebabkan milia, yuk pahami terlebih dahulu apa sebenarnya benjolan-benjolan kecil ini.
Milia mudah disalahartikan sebagai jerawat biasa, padahal keduanya sangat berbeda. Jerawat terbentuk ketika sebum berlebih dan bakteri menyumbat pori-pori sehingga menyebabkan peradangan. Sebaliknya, milia adalah kista kecil yang tidak berbahaya dan terbentuk ketika keratin terperangkap tepat di bawah permukaan kulit.
Saat perempuan memasuki usia 40-an, kulit mengalami perubahan hormonal yang signifikan. Ada dua hal utama yang terjadi dan menciptakan kondisi yang sangat mendukung munculnya milia.
1. Regenerasi sel melambat
Pada usia 20-an, kulit mengganti sel-sel mati dengan sel baru setiap sekitar 28 hari. Memasuki usia 40-an, proses ini melambat drastis hingga sekitar 45–50 hari. Akibatnya, sel kulit mati menumpuk lebih banyak di permukaan kulit.
2. Skin barrier semakin melemah
Skin barrier bertugas menjaga kelembapan kulit sekaligus melindunginya dari zat-zat yang dapat mengiritasi. Seiring bertambahnya usia, lapisan ini menjadi lebih tipis sehingga fungsi perlindungannya ikut menurun. Akibatnya, keratin lebih mudah terperangkap dan membentuk milia.
Kebiasaan Sehari-hari yang Menjadi Penyebab Milia di Wajah pada Usia 40 Tahun
Banyak perempuan berusia 40-an mulai mengubah rutinitas perawatan kulit untuk mengatasi keriput. Ironisnya, beberapa kebiasaan anti-aging yang dilakukan dengan niat baik justru dapat memicu munculnya milia.
Foto: Misolo Cosmetic/Pexels
1. Menggunakan krim wajah yang terlalu kental
Seiring kulit menjadi lebih kering di usia 40-an, banyak perempuan beralih ke produk yang lebih kaya pelembap. Produk dengan bahan oklusif seperti petroleum jelly, minyak mineral, dan lanolin bekerja dengan membentuk lapisan pelindung untuk mengunci kelembapan.
Meski baik untuk kulit tubuh yang sangat kering, tekstur yang terlalu berat dapat membuat sel kulit mati lebih mudah terperangkap pada wajah. Jika regenerasi kulit sudah melambat, kondisi ini dapat menjadi penyebab milia.
2. Malas melakukan eksfoliasi
Karena kulit yang menua lebih sensitif, banyak perempuan menghindari eksfoliasi karena takut kulit menjadi semakin tipis atau kering. Ada pula yang enggan menggunakan chemical exfoliator karena khawatir iritasi. Padahal, melewatkan langkah ini sepenuhnya dapat menyebabkan penumpukan sel kulit mati.
3. Terlalu sering eksfoliasi
Sebaliknya, eksfoliasi berlebihan menggunakan scrub yang kasar dapat menimbulkan luka mikro pada kulit. Kondisi ini dapat memicu munculnya milia sekunder ketika kulit berusaha memperbaiki dirinya sendiri.
4. Tidur dengan riasan yang masih menempel
Foto: Andrea Piacquadio/Pexels
Ini adalah kebiasaan buruk yang sebaiknya benar-benar dihentikan. Kita semua pernah terlalu lelah untuk mencuci wajah. Namun, jika terlalu sering tidur dengan foundation, concealer, atau primer berbahan dasar silikon yang masih menempel, risiko munculnya milia akan meningkat.
Riasan bercampur dengan minyak alami dan sel kulit mati sehingga menghambat proses pengelupasan alami kulit.
BACA JUGA: 11 Rekomendasi Skincare untuk Skin Barrier, Bisa Dipakai Usia 35 ke Atas
5. Tidak memakai sunscreen setiap hari
Kerusakan akibat sinar matahari merupakan salah satu pemicu tersembunyi milia. Paparan sinar UV kronis dapat menebalkan lapisan terluar kulit (hiperkeratosis), sehingga sel kulit mati menjadi lebih sulit terangkat.
6. Menggunakan krim mata yang terlalu kental
Kulit di sekitar mata jauh lebih tipis dibanding area wajah lainnya dan hampir tidak memiliki kelenjar minyak. Karena area ini lebih cepat menunjukkan tanda-tanda penuaan, banyak perempuan memilih krim mata bertekstur sangat kental.
Sayangnya, tekstur yang terlalu berat sulit diserap kulit di area mata sehingga produk lebih banyak tertinggal di permukaan dan berpotensi menjebak keratin.
7. Membiarkan sisa produk rambut menempel di wajah
Foto: Yaroslav Shuraev/Pexels
Serum rambut, kondisioner, krim penata rambut, maupun produk leave-in dapat berpindah ke area dahi. Jika tidak segera dibersihkan, residu produk dapat menyumbat pori-pori dan memicu penumpukan keratin.
Sebaiknya cuci wajah setelah membilas kondisioner agar sisa produk benar-benar hilang.
8. Menggunakan krim steroid dalam jangka panjang
Di usia 40 tahun, adakah Mommies yang masih rutin menggunakan krim dari dokter? Sebagian krim mengandung kortikosteroid topikal. Penggunaan jangka panjang dapat mengubah struktur kulit sehingga meningkatkan risiko munculnya milia.
Gunakan krim steroid sesuai petunjuk dokter. Konsultasikan kembali apabila perlu menggunakannya pada wajah dalam waktu yang lama.
BACA JUGA: 10 Rekomendasi Produk Eksfoliasi Wajah, Harga Mulai dari Rp55 Ribuan!
Milia memang lebih mudah muncul setelah usia 40 tahun karena regenerasi kulit melambat dan skin barrier melemah. Namun, kondisi ini bukan semata-mata disebabkan oleh faktor usia. Kebiasaan sederhana seperti memakai krim yang terlalu berat, jarang melakukan eksfoliasi, hingga lupa membersihkan wajah juga dapat menjadi pemicunya. Dengan rutinitas perawatan kulit yang tepat, risiko munculnya milia dapat dikurangi.
Meski begitu, memperbaiki kebiasaan perawatan kulit dapat membantu mencegah munculnya milia baru. Untuk menghilangkan milia yang sudah terbentuk, umumnya diperlukan tindakan oleh dokter kulit karena benjolan ini tidak dapat hilang hanya dengan dipencet atau menggunakan scrub.
Yang tak kalah penting, hentikan kebiasaan-kebiasaan yang dapat menjadi penyebab terbentuknya milia agar benjolan tidak terus muncul kembali.
Penulis: Imelda Rahma
Cover: KamranAydinov/Magnific
Share Article


POPULAR ARTICLE







COMMENTS