banner-detik
PARENTING & KIDS

10 Cara Mengajarkan Life Skills pada Anak Lewat Aktivitas Sederhana di Rumah

author

Mommies Dailyin 6 hours

10 Cara Mengajarkan Life Skills pada Anak Lewat Aktivitas Sederhana di Rumah

Cara mengajarkan life skills pada anak ternyata bisa dimulai dari aktivitas sederhana di rumah. Simak 10 keterampilan hidup penting yang membantu anak lebih mandiri, percaya diri, dan siap menghadapi masa depan.

Life skills adalah keterampilan yang membantu anak menghadapi tantangan sehari-hari, mengambil keputusan, mengelola emosi, serta berinteraksi dengan orang lain secara sehat.

Nilai rapor memang penting, tetapi bukan satu-satunya penentu kesuksesan anak di masa depan. Saat dewasa nanti, mereka akan dihadapkan pada berbagai situasi yang tidak selalu bisa diselesaikan dengan rumus matematika atau hafalan pelajaran sekolah.

Menurut laporan Future of Jobs Report dari World Economic Forum (WEF), kemampuan seperti berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, hingga kemampuan beradaptasi menjadi keterampilan yang semakin dibutuhkan di dunia kerja dan kehidupan di masa depan. Meski laporan ini membahas dunia kerja masa depan, banyak kemampuan yang disebutkan justru mulai dibentuk sejak anak masih kecil melalui kebiasaan sehari-hari di rumah.

Untungnya, keterampilan hidup ini bisa mulai dilatih lewat aktivitas sederhana di rumah, bahkan sejak anak masih duduk di bangku SD untuk bekal masa depan anak.

Baca juga: Cara Mengajarkan Problem Solving pada Anak SD, Bekal Penting agar Anak Tidak Mudah Menyerah

Cara Mengajarkan Life Skills pada Anak Lewat Aktivitas Sederhana di Rumah
Foto: Jonathan Borba / Unsplash

Daftar Kegiatan Sederhana untuk Mengajarkan Anak Life Skills

Ada banyak cara mengajarkan life skills pada anak di rumah, mulai dari melatih anak mengelola emosi, mengatur uang, berkomunikasi dengan baik, berpikir kritis, menyelesaikan masalah, mengelola waktu, beradaptasi, percaya diri, bekerja sama, hingga bertanggung jawab.

1. Mengelola Emosi

Anak tidak selalu tahu cara menghadapi rasa marah, sedih, kecewa, atau cemas. Kalau tidak dibantu mengenali emosinya, mereka bisa meluapkannya dengan cara yang kurang tepat.

Mommies bisa mulai dengan membiasakan anak bercerita tentang apa yang dirasakan setiap hari. Daripada langsung memberi solusi, coba dengarkan dulu dan bantu mereka memberi nama pada emosinya.

2. Mengatur Uang

Mulailah dari hal sederhana, seperti memberi uang saku mingguan, mengajarkan menabung, membuat target membeli barang yang diinginkan, hingga mengenalkan perbedaan antara kebutuhan dan keinginan.

3. Berkomunikasi dengan Baik

Jadikan waktu makan atau perjalanan bersama sebagai momen mengobrol. Biasakan anak mendengarkan saat orang lain berbicara, menunggu giliran, dan mengungkapkan pendapat dengan sopan. Yang terpenting, Mommies juga memberi contoh komunikasi yang tenang dan saling menghargai.

4. Berpikir Kritis

Saat anak menunjukkan berita atau video yang ia lihat di media sosial, jangan langsung membenarkan atau menyalahkannya. Ajak anak berdiskusi dengan bertanya, “Menurutmu ini benar, nggak? Dari mana sumbernya?” Lalu, biasakan mereka mengecek informasi dari media terpercaya atau situs resmi.

5. Menyelesaikan Masalah

Naluri orang tua memang ingin segera membantu saat anak mengalami kesulitan. Namun, sesekali beri mereka kesempatan mencari jalan keluarnya sendiri.

Misalnya, ketika anak lupa membawa tugas sekolah atau berselisih dengan temannya, ajak ia berpikir, “Kalau menurutmu, apa yang bisa dilakukan?” Cara ini melatih kemampuan problem solving sekaligus rasa tanggung jawab.

Baca juga: 7 Kebiasaan Orang Tua yang Tanpa Sadar Membuat Anak Tidak Mandiri

Foto: Vitaly Gariev / Unsplash

6. Mengelola Waktu

Biasakan anak membuat jadwal belajar, menentukan prioritas, dan membagi tugas besar menjadi beberapa bagian kecil. Kebiasaan ini akan sangat membantu saat beban sekolah semakin banyak di SMP dan SMA.

7. Beradaptasi dengan Perubahan

Jangan selalu membuat semua berjalan sesuai keinginan anak. Sesekali, biarkan mereka menghadapi perubahan kecil dan ajak berdiskusi tentang cara mengatasinya. Pendampingan seperti ini membantu anak menjadi lebih fleksibel dan tidak mudah panik saat menghadapi situasi baru.

8. Percaya Diri

Beri anak kesempatan untuk melakukan berbagai hal sendiri, misalnya memilih baju yang akan dipakai, menyiapkan tas sekolah, atau membantu menyiapkan meja makan. Saat mereka berhasil, apresiasi usaha dan keberaniannya, bukan hanya hasilnya.

Ketika melakukan kesalahan, hindari langsung mengkritik. Sebaliknya, ajak anak melihatnya sebagai bagian dari proses belajar.

9. Bekerja Sama

Libatkan anak dalam aktivitas keluarga, seperti memasak bersama, merapikan rumah, atau merencanakan liburan. Dari situ, mereka belajar berbagi tugas, berkompromi, dan menghargai kontribusi orang lain.

10. Bertanggung Jawab

Kebiasaan ini perlu dilatih setiap hari. Mulai dari membereskan tempat tidur, menyiapkan tas sekolah sendiri, mengembalikan barang ke tempatnya, hingga berani mengakui kesalahan tanpa mencari kambing hitam.

Baca juga: 8 Cara Membesarkan Anak Soft Spoken tapi Tetap Kritis dan Tegas, Menurut Psikolog

Mengajarkan Life Skills pada Anak Dimulai dari Rumah

Psikolog dan pakar parenting, Michele Borba, mengatakan bahwa anak belajar banyak keterampilan sosial dan emosional melalui contoh yang diberikan orang dewasa di sekitarnya. Artinya, apa yang Mommies lakukan setiap hari sering kali lebih berpengaruh daripada nasihat yang diucapkan.

Jadi, kalau selama ini Mommies lebih sering bertanya, “Nilai ulangan hari ini berapa?”, sesekali coba ganti dengan pertanyaan seperti, “Hari ini kamu belajar apa tentang dirimu?” atau “Masalah apa yang berhasil kamu selesaikan sendiri?”

Karena pada akhirnya, bukan hanya nilai rapor yang akan membantu anak menjalani hidup. Life skills yang mereka pelajari sejak di rumah justru akan menjadi bekal yang terus dibawa hingga dewasa.

Dari semua life skills di atas, menurut Mommies, mana yang paling sering dilatih di rumah?

Cover: Vitaly GarievUnsplash

Share Article

author

Mommies Daily

-

banner-detik

POPULAR ARTICLE

banner-detik
banner-detik

COMMENTS


SISTER SITES SPOTLIGHT

synergy-error

Terjadi Kesalahan

Halaman tidak dapat ditampilkan

synergy-error

Terjadi Kesalahan

Halaman tidak dapat ditampilkan