
Fenomena penonton beralih dari drakor ke dracin makin ramai. Kenapa drama China kini begitu populer? Ini alasan hingga rekomendasi dracin yang wajib ditonton.
Beberapa tahun lalu, hampir setiap obrolan soal tontonan pasti dipenuhi judul drama Korea. Mulai dari Reply 1988, Crash Landing on You, sampai Queen of Tears, semuanya sukses membuat banyak orang rela begadang demi satu episode lagi.
Namun belakangan, timeline media sosial mulai berubah.
Alih-alih membahas oppa Korea, semakin banyak orang justru sibuk merekomendasikan dracin, alias drama China. Bahkan, tidak sedikit penggemar drakor yang mengaku kini lebih sering membuka iQIYI, WeTV, atau Youku dibanding platform lain.
Kalau Mommies juga mulai sering melihat potongan drama China berseliweran di TikTok atau Instagram Reels, ternyata Mommies tidak sendirian.
Lalu, sebenarnya kenapa banyak orang mulai beralih dari drakor ke dracin?
BACA JUGA: Pelajaran Relationship dari Dracin Shine On Me yang Bisa Diajarkan ke Anak
Sebelum membahas alasannya, yuk kenalan dulu.
Dracin adalah singkatan dari drama China, yaitu serial televisi maupun web series yang diproduksi di China. Sama seperti drama Korea, dracin hadir dalam berbagai genre, mulai dari romansa, keluarga, komedi, fantasi, sejarah (historical), hingga thriller.
Dulu, drama China lebih dikenal lewat kisah kerajaan dengan episode yang panjang. Namun sekarang, industri hiburan China berkembang sangat pesat dan menghadirkan banyak drama modern dengan kualitas produksi yang tidak kalah dari drama Korea.

Kalau dulu banyak orang menganggap drama China identik dengan kisah kerajaan atau dunia persilatan, sekarang pilihannya jauh lebih beragam.
Ada kisah CEO dan perempuan biasa, rom-com kantor, keluarga, healing, misteri, sampai drama kriminal yang intens.
Bahkan, beberapa judul mengangkat tema parenting, pernikahan, dan kehidupan perempuan karier yang terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Karena itulah, banyak penonton dewasa merasa lebih mudah menemukan cerita yang sesuai dengan minat mereka.
Sama seperti drakor, salah satu kekuatan terbesar dracin ada pada chemistry para pemainnya.
Banyak pasangan drama China yang berhasil membuat penonton ikut terbawa perasaan karena interaksi mereka terasa natural.
Tak heran, setelah dramanya selesai, potongan adegan romantis mereka masih terus viral di TikTok selama berbulan-bulan.
Salah satu hal yang paling sering dipuji dari drama China adalah kualitas visualnya.
Mulai dari pemilihan lokasi, tata artistik, kostum, hingga sinematografi, semuanya terasa semakin megah.
Terutama untuk drama bertema kerajaan atau fantasi, setiap adegan terlihat seperti film layar lebar dengan detail yang memanjakan mata.
Sementara untuk drama modern, nuansa kota-kota besar di China juga memberikan suasana yang segar dibanding latar yang biasa ditemui di drama Korea.

Kalau drama Korea umumnya selesai dalam 12–16 episode, drama China sering hadir dengan 24 hingga 40 episode.
Bagi sebagian orang, jumlah episode yang lebih panjang justru menjadi nilai tambah karena perkembangan karakter terasa lebih mendalam.
Penonton punya waktu lebih lama untuk mengikuti perjalanan tokohnya tanpa merasa ceritanya terlalu terburu-buru.
Bukan hanya soal cinta anak muda.
Drama China juga banyak menghadirkan kisah cinta setelah menikah, second chance romance, teman masa kecil, hingga hubungan keluarga yang hangat.
Tema-tema seperti ini terasa dekat dengan kehidupan Mommies yang mungkin sudah melewati fase jatuh cinta ala remaja dan lebih menikmati cerita tentang hubungan yang matang.
Kalau dulu mencari drama China cukup sulit, sekarang kondisinya berbeda.
Platform seperti WeTV, iQIYI, Netflix, Viu, hingga Disney+ mulai menghadirkan semakin banyak pilihan drama China dengan subtitle bahasa Indonesia.
Akses yang semakin mudah membuat penonton tidak ragu mencoba judul-judul baru.

Tidak bisa dimungkiri, TikTok menjadi salah satu alasan utama dracin semakin populer.
Potongan adegan romantis, dialog yang bikin baper, hingga ending yang mengejutkan sering muncul di FYP dan membuat banyak orang penasaran.
Awalnya hanya berniat menonton satu klip.
Namun akhirnya justru menghabiskan satu akhir pekan untuk menyelesaikan belasan episode.
Fenomena inilah yang membuat semakin banyak penonton baru mengenal drama China.
Jawabannya tentu kembali ke selera masing-masing.
Drama Korea masih unggul dalam membangun cerita yang padat dengan jumlah episode lebih singkat.
Sementara drama China menawarkan variasi genre yang semakin luas, visual yang memukau, dan perkembangan karakter yang lebih panjang.
Banyak penonton pun kini tidak lagi memilih salah satu.
Mereka tetap mengikuti drama Korea, tetapi juga mulai menikmati drama China sebagai pilihan tontonan baru.

Kalau Mommies baru ingin mencoba menonton drama China, beberapa judul berikut bisa menjadi awal yang menyenangkan:
Genre yang beragam membuat Mommies bisa memilih sesuai mood, mulai dari romansa ringan, keluarga, hingga kisah yang menguras emosi.
Kalau dulu drama China sering dianggap hanya pelengkap setelah menonton drakor, sekarang posisinya mulai berubah.
Kualitas produksi yang semakin baik, cerita yang lebih beragam, aktor dan aktris berbakat, serta kemudahan akses lewat berbagai platform streaming membuat dracin berhasil menarik perhatian penonton dari berbagai usia.
Jadi, kalau belakangan Mommies merasa mulai lebih sering mencari rekomendasi drama China dibanding drama Korea, ternyata Mommies bukan satu-satunya. Fenomena ini memang sedang terjadi di banyak negara, termasuk Indonesia.
Siapa tahu, setelah satu judul, Mommies justru menemukan dracin favorit baru yang membuat sulit berhenti menonton.
Cover: MyDramalist