Pekerjaan Baru yang Lahir dari Industri Beauty dalam 5 Tahun Terakhir

#MommiesWorkingIt

RachelKaloh・in 6 hours

detail-thumb

Trend dan digitalisasi yang terjadi di industri beauty telah “melahirkan” berbagai jenis pekerjaan baru, cek apa saja yang menarik berikut ini, siapa tahu kamu sedang menjadi salah satunya!

Kalau kita coba melihat ke belakang, dibandingkan dengan apa yang terjadi sekarang, tentu banyak hal telah berubah dalam industri beauty. Dunia kecantikan yang dulu kita kenal, seringkali hanya berbicara seputar makeup, kemudian meluas ke skin care. Tidak heran, dalam lima tahun terakhir, perubahan juga terjadi pada orang-orang yang bekerja di balik brand-brand skincare dan makeup yang kita gunakan sehari-hari. Berkembangnya dunia beauty yang kita rasakan juga melalui trend dan digitalisasi (terutama pada platform social media, seperti Tiktok dan e-commerce) telah “melahirkan” berbagai jenis pekerjaan baru, yakni profesi yang sebelumnya tidak ada atau belum sepopuler sekarang. Apa saja, sih?

Bidang Digital & Live Commerce

Host Live Streaming (Beauty/Skincare)

Image: Dokumentasi Detik.com

Profesi ini melonjak beberapa tahun terakhir, seiring booming-nya TikTok Shop, Shopee Live, dan Tokopedia. Sebagai host, merekalah yang bertugas mempromosikan produk secara live. Dari menjelaskan fungsi, tekstur, ingredients produk, sampai melakukan demo pemakaian produk secara real-time. Tidak hanya itu, mereka pun juga mengembankan tugas mengejar target penjualan langsung selama siaran berlangsung.

KOL Specialist/Affiliate Specialist

Adalah pihak yang bertanggung jawab mencari, menyaring, dan bekerja sama dengan para influencer atau KOL (Key Opinion Leader) serta mengelola jaringan affiliate untuk mempromosikan produk kecantikan maupun skincare. Sebuah brand beauty bisa menugaskan karyawannya langsung, maupun merekrut dari luar, baik secara pribadi maupun via agency. 

Content Creator/Videographer Skincare 

Kalau dulu, banyak brand yang mengandalkan para beauty influencer dan KOL, kini suara dari para content creator dianggap lebih didengar oleh netizen alias target audience. Bedanya dengan influencer, content creator sifatnya lebih ke orang-orang yang memiliki akun dan aktif membuat konten di social media platformnya. Meski kini semua pengguna media sosial memiliki kesempatan untuk memulai karirnya sebagai seorang content creator, umumnya yang akan dipilih brand adalah mereka yang memiliki angka minimum dalam jumlah pengikut maupun maupun views pada kontennya. Tentu, namanya creator, mereka harus punya “added value” pada konten-konten yang disajikan, bukan hanya asal dalam mereview produk. 

Bidang Riset, Formulasi, & Pengembangan Produk

Formulator Kosmetik (Skincare/Cosmetic Chemist)

Image: Dokumentasi Detik.com

Dengan menjamurnya tren maklon kosmetik, yakni layanan manufaktur dari pihak ketiga yang memungkinkan Anda memproduksi kosmetik atau skincare dengan merek sendiri, maka orang-orang di balik tim Research and Development (R&D) juga semakin dibutuhkan, termasuk formulator kosmetik atau biasa disebut sebagai cosmetic chemist. Mereka inilah yang merancang formula agar sebuah produk bisa ramah pada kulit, bahan aktifnya terbukti aman, dan bersama dengan tim pengembangan produk memantau efektivitas dari produk tersebut.  

Baca juga: 10 Serum Retinol untuk Usia 40-an di Drugstore, Harga di Bawah Rp250 Ribu

Sensory Evaluator (Skincare/Fragrance)

Selain makeup dan skincare, sensory evaluator juga bertugas dalam pengembangan produk yang memiliki fungsi sebagai pewangi (parfum, pewangi ruangan, kain, dan sebagainya). Mereka bertugas menguji dan mengevaluasi produk dari segi sensorik: bagaimana rasanya saat menyentuh kulit, kepekatan tekstur, kecepatan penyerapan, hingga konsistensi aroma (terutama untuk industri wewangian/fragrance).

Regulatory Affairs Specialist (Beauty/BPOM Compliance)

Perlu diketahui bahwa aturan main dalam keamanan produk kosmetik dan skincare ini sangat ketat. Nah, inilah profesi yang bakal berurusan dengan BPOM. Posisi mereka sangat krusial karena harus memastikan bahwa semua kandungan bahan aktif yang ada pada produk sudah lolos standar BPOM. Selain itu, mereka juga perlu mengurus sertifikasi Halal, serta memantau regulasi kecantikan internasional.

Bidang Edukasi & Konsultasi Modern

Beauty Advisor/Consultant Digital (Online Skin Checker)

Mommies pasti familiar dengan Beauty Advisor (BA), karena umumnya mereka selalu menyapa dan berinteraksi langsung ketika kita mengunjungi toko brand skincare/makeup di mal. Kini, banyak BA yang bekerja secara hibrid atau online. Tugasnya sama dengan mereka yang berdiri di toko, bedanya, BA online ini melakukan skin check jarak jauh lewat aplikasi, menganalisis masalah kulit konsumen, dan memberikan rekomendasi produk sesuai dengan kebutuhan customer.

Apoteker Co-Builder/Telederma Consultant

Munculnya klinik kecantikan berbasis aplikasi (telemedicine kecantikan) melahirkan posisi apoteker atau konsultan klinis yang mendampingi dokter kulit untuk meracik atau merekomendasikan skincare yang disesuaikan dengan kebutuhan pasien, secara digital.

Melihat perubahan yang terjadi beberapa tahun belakangan, bukan tidak mungkin beragam profesi baru terus bermunculan di masa depan. Apalagi, dengan maraknya penggunaan AI, bukan lalu artinya peran manusia tergantikan, justru dari sefi profesi, makin banyak peran manusia yang dibutuhkan. Karena bagaimanapun juga, teknologi AI tetap memerlukan jasa ahli berbagai bidang dalam perkembangannya. Mereka dibutuhkan sebagai orang yang membantu mengoptimalkan fungsi AI sendiri. 

Nah, kalau Mommies mau lihat langsung bagaimana inovasi beauty terbaru ini bekerja, atau ingin bertemu langsung dengan para kreator dan formulator di balik brand skincare favorit Mommies, jangan lupa datang ke Jakarta X Beauty 2026, 2-5 Juli 2026 di Jakarta International Convention Center! See you there!

Image by Magnific