Sorry, we couldn't find any article matching ''

Haruskah Anak Tetap Belajar saat Libur Sekolah? Ini Kata Psikolog Pendidikan
Perlukah anak tetap belajar saat libur sekolah? Ini penjelasan psikolog pendidikan serta tips agar liburan sekolah tetap produktif tanpa membebani anak.
Ketika momen liburan sekolah panjang akhirnya tiba, sorak-sorai gembira si kecil pasti langsung memenuhi rumah. Setelah satu semester penuh berhadapan dengan tumpukan tugas, ujian, dan rutinitas bangun pagi yang padat, masa libur sekolah adalah waktu yang paling mereka tunggu-tunggu untuk terbebas dari segala beban akademis.
Namun di sisi lain, momen ini kerap memicu dilema abadi di benak para orang tua. Muncul pertanyaan klasik: perlukah anak tetap belajar selama libur sekolah, atau haruskah kita membiarkan mereka sepenuhnya bebas bermain? Ada kekhawatiran tersendiri jika si kecil tidak menyentuh buku sama sekali, mereka akan “kehilangan” pengetahuan atau mengalami penurunan akademis saat kembali ke sekolah nanti.
Lalu, sebenarnya bagaimana menurut psikolog pendidikan? Apakah anak sebaiknya tetap belajar selama liburan sekolah, atau justru perlu benar-benar beristirahat agar kembali ke sekolah dengan semangat baru?
BACA JUGA: 15 Theme Park Indonesia Terbaik untuk Liburan Sekolah Anak SD–SMA
Mengapa Anak Cenderung Malas Belajar saat Libur Sekolah?

Foto: Magnific
Wajar sekali jika motivasi belajar anak mendadak merosot drastis begitu bel libur berbunyi. Keinginan untuk rehat total, lepas dari tanggung jawab sekolah, dan hasrat untuk terus bermain sering kali jauh lebih besar daripada motivasi membuka buku pelajaran. Menariknya, fenomena ini tidak terjadi tanpa alasan.
Melansir penjelasan dari Nspirement, penurunan motivasi ini diperkuat oleh tidak adanya jadwal belajar yang teratur serta absennya konsekuensi akademis langsung selama masa libur. Ketika anak-anak merasakan kebebasan dari waktu luang mereka, kecenderungan untuk menunda-nunda atau bahkan meninggalkan tugas sekolah menjadi jauh lebih besar.
Penjelasan tersebut diperkuat oleh pernyataan dari Psikolog Pendidikan, Binky Paramitha I, “Ketika masa liburan, anak-anak menjadi cenderung malas-malasan karena keseharian anak menjadi lebih tidak terstruktur, beberapa tidak memiliki rencana, tidak ada tuntutan akademis, dan sebagainya.”
Meski begitu, kondisi ini bukan berarti anak harus dipaksa belajar seperti saat sekolah aktif. Menurut psikolog pendidikan, yang paling penting adalah menjaga otak anak tetap terstimulasi lewat aktivitas ringan yang menyenangkan sehingga keseimbangan antara istirahat dan belajar tetap terjaga.
Mengapa Anak Tetap Perlu Belajar saat Libur Sekolah Panjang?
Bukan berarti kita harus menjejalkan jadwal les yang padat ke dalam agenda liburan mereka, ya. Konsepnya di sini adalah menjaga otak anak agar tetap aktif.
Menurut kata ahli, dalam hal ini dipaparkan langsung oleh Psikolog Binky, “Salah satu sifat belajar adalah akan semakin kuat dan berkembang ketika dilakukan secara rutin. Jadi ketika libur sekolah, ada baiknya anak-anak tetap memiliki rutinitas belajar. Hanya saja cara dan kuantitasnya yang bisa berbeda. Misalnya mereview pelajaran selama 15 menit setiap hari. Kemudian materi dapat dibuat dalam bentuk yang lebih menyenangkan seperti permainan atau dimasukkan dalam aktivitas harian, seperti belajar matematika sambil memasak.”
Psikolog Binky juga menambahkan sebuah peringatan penting, “Apabila anak tidak belajar sama sekali dalam jangka waktu lama, anak bisa saja kehilangan sebagian keterampilan yang sedang ia kembangkan.”
Melansir artikel dari British Council, berikut adalah beberapa alasan kuat mengapa aktivitas belajar tingkat ringan tetap harus dipertahankan selama liburan sekolah.
Artinya, belajar selama liburan bukan berarti mengisi hari dengan les tambahan atau mengerjakan soal tanpa henti. Tujuannya adalah menjaga kebiasaan belajar tetap hidup agar anak tidak merasa “kaget” saat kembali memasuki rutinitas sekolah.
Hanya Sekolahnya yang Libur, Otaknya Tidak!
Sama seperti otot tubuh, otak juga membutuhkan latihan yang teratur agar fungsinya tetap prima. Jika kita rajin berolahraga setiap hari lalu tiba-tiba berhenti total, kebugaran fisik pasti akan menurun. Hal yang sama berlaku pada otak anak. Aktivitas belajar ringan membantu otak tetap aktif tanpa memberikan tekanan seperti saat sekolah berlangsung. Dengan begitu, saat kembali masuk sekolah, anak tidak perlu beradaptasi dari nol karena kebiasaan belajarnya tetap terjaga.
1. Waktu yang Tepat untuk Me-review Pelajaran
Masa libur adalah golden moment bagi siswa untuk merapikan catatan dan mengulas kembali materi pelajaran lalu demi persiapan semester baru. Mommies bisa mengajak anak meluangkan satu atau dua hari saja untuk merangkum topik-topik lama yang sekiranya belum terlalu mereka kuasai. Mempertahankan ritme belajar ini penting karena kebiasaan lama yang sudah baik akan sulit dibangun kembali jika sempat terputus oleh masa vakum yang terlalu lama.
2. Membuktikan Bahwa Belajar Itu Menyenangkan!
Kita tentu tidak ingin si kecil membenci buku karena merasa liburannya dirampas. Kuncinya adalah menjaga aktivitas tetap ringan dan menyenangkan. Belajar tidak harus di dalam kamar atau kelas. Mommies dan Daddies bisa mengajak anak ke taman untuk memperkaya kosakata baru, atau membawa mereka berkemah di gunung sambil membuat puisi tentang alam. Saat membeli es krim, ajak anak menghitung uang kembaliannya. Ingin belajar sejarah? Ajak mereka berwisata ke museum kota! Menutup sesi belajar santai dengan makan pizza dan nonton film bersama juga bisa jadi reward yang manis.
3. Persiapan Lebih Matang untuk Semester Depan
Membawa pulang silabus atau kisi-kisi pelajaran semester depan saat liburan adalah ide yang cerdas. Dengan begitu, anak-anak bisa membaca sekilas lebih awal tentang materi apa yang akan mereka hadapi nanti, sehingga mereka punya modal ide awal saat guru membuka diskusi di kelas baru.
4. Melatih Keterampilan Menyeimbangkan Waktu
Melalui bimbingan orang tua, anak akan belajar seni menyeimbangkan antara bersenang-senang dan menjaga pikiran tetap aktif. Menjaga rutinitas yang sehat selama liburan panjang akan membantu anak memanfaatkan waktu luang mereka secara maksimal sekaligus mencegah terjadinya “summer slide” atau penurunan kemampuan akademis.
7 Tips Menjaga Motivasi Belajar Anak saat Libur Sekolah

Foto: Magnific
Tanpa perencanaan yang jelas, mengajak anak belajar saat libur panjang memang bisa memicu perang dunia di rumah. Merangkum panduan dari Threshold Education, berikut adalah tips cerdas agar anak tetap termotivasi tanpa kehilangan waktu santainya:
- Sediakan ruang belajar yang nyaman: tempat belajar khusus yang tenang menjauhkan anak dari kebisingan rumah, terutama jika mereka memiliki saudara kandung yang sedang asyik bermain.
- Singkirkan distraksi: saat waktu belajar santai dimulai, minta anak menyimpan ponsel, tablet, atau gawai lainnya agar waktu belajar yang singkat tersebut bisa berjalan efektif.
- Buat jadwal yang terstruktur: buat jadwal rutin harian yang tertulis di dinding agar anak tetap memiliki rasa keteraturan dan tahu kapan waktunya belajar serta kapan waktunya bermain murni.
- Skala prioritas tugas: selesaikan materi pelajaran yang dirasa paling menantang atau sulit di awal masa liburan, sehingga sisa hari libur ke depannya bisa dinikmati tanpa beban pikiran.
- Jangan berlebihan: ingat, liburan produktif bukan berarti menekan anak habis-habisan. Anak-anak butuh waktu untuk reset emosi dan tenaga mereka. Tekanan yang terlalu tinggi justru bisa membuat mereka mogok belajar. Keseimbangan adalah kunci utama!
- Tetapkan target yang realistis: pecah materi belajar yang besar menjadi langkah-langkah kecil yang lebih mudah dicapai dalam setiap sesi belajar singkat.
- Buat sistem reward: berikan apresiasi positif dengan menyediakan camilan favorit mereka di lemari, atau meluangkan waktu bersama untuk memainkan game kesukaan mereka setelah sesi belajar selesai.
Menurut Psikolog, Liburan Anak Tidak Harus Selalu Belajar Akademik
Kabar baiknya, belajar selama liburan tidak selalu berarti duduk mengerjakan soal atau membaca buku pelajaran. Menurut Psikolog Pendidikan Binky Paramitha, pengalaman sehari-hari juga bisa menjadi media belajar yang efektif karena membantu anak mengembangkan keterampilan hidup, kemampuan sosial, hingga rasa percaya diri.
Agar liburan sekolah kali ini benar-benar membawa dampak positif bagi fisik, mental, dan emosi anak, Psikolog Binky menyarankan agar orang tua mengajak anak menjalani aktivitas yang seimbang. Bentuknya bukan harus belajar akademik terus-menerus, melainkan bisa berupa:
- Melakukan aktivitas fisik atau olahraga di luar ruangan untuk menjaga kebugaran tubuh.
- Menyalurkan dan mendalami hobi yang mereka sukai.
- Belajar hal baru yang selama ini sangat ingin mereka coba namun terbentur waktu saat sekolah aktif.
- Bermain dan bersosialisasi bersama teman-teman sebayanya.
- Melibatkan anak dalam mengerjakan pekerjaan sehari-hari di rumah demi mengembangkan life skill penting yang berguna bagi masa depan mereka.
Pada akhirnya, tidak ada jawaban hitam-putih mengenai apakah anak harus tetap belajar saat libur sekolah. Yang terpenting adalah menemukan keseimbangan antara waktu untuk beristirahat, bermain, dan tetap menjaga rasa ingin tahu anak.
Dengan keseimbangan tersebut, liburan sekolah panjang tidak hanya menjadi waktu untuk mengisi ulang energi, tetapi juga kesempatan bagi anak untuk terus belajar lewat pengalaman sehari-hari tanpa merasa terbebani. Ketika aktivitas belajar dikemas dengan ringan dan menyenangkan, anak akan lebih siap menyambut semester baru sekaligus tetap menikmati masa kecilnya.
BACA JUGA: 10 Kelas Liburan Anak di Semarang dan Yogyakarta untuk Isi Libur Sekolah
Cover: Magnific
Share Article


POPULAR ARTICLE




COMMENTS