7 Tipe Orang Tua saat Liburan Sekolah Anak, Nomor 6 Paling Relate!

Parenting & Kids

Mommies Daily・in 6 hours

detail-thumb

Liburan sekolah anak ternyata juga memperlihatkan gaya parenting setiap keluarga. Kenali 7 tipe orang tua saat liburan sekolah berikut ini!

Liburan sekolah bagi sebagian orang tua, momen ini juga berarti rumah yang lebih ramai, stok camilan yang cepat habis, layar gadget yang menyala lebih lama, dan pertanyaan legendaris yang terdengar berkali-kali: “Hari ini kita ngapain?”

Menariknya, liburan sekolah juga sering menjadi momen yang memperlihatkan karakter asli orang tua. Ada yang langsung membuat jadwal penuh aktivitas, ada yang santai mengikuti mood anak, sampai yang diam-diam menghitung mundur hari masuk sekolah.

Setiap keluarga punya cara berbeda menikmati liburan sekolah anak. Ada yang sibuk menyusun agenda, ada pula yang memilih mengalir mengikuti suasana di rumah. Apa pun pilihannya, semuanya sama-sama berusaha menciptakan momen liburan yang menyenangkan untuk anak.

Yuk, cek tipe orang tua saat liburan sekolah anak berikut ini. Siapa tahu Mommies merasa tersindir!

1. Si Event Organizer Keluarga

Begitu kalender liburan keluar, mereka langsung bergerak. Tiket sudah dibeli, itinerary sudah dibuat, bahkan daftar baju yang harus dibawa pun sudah siap jauh-jauh hari. Buat tipe ini, liburan adalah kesempatan emas untuk menciptakan pengalaman baru bagi anak. Jadwalnya pun padat, mulai dari staycation, wisata edukasi, mencoba aktivitas baru, hingga mengunjungi keluarga.

Photo by Towfiqu barbhuiya on Unsplash

BACA JUGA: 10 Hotel dengan Pemandangan Sunrise dan Sunset Terbaik di Indonesia

2. Tim “Yang Penting Anak Happy”

Tipe ini percaya bahwa liburan adalah waktunya anak beristirahat dari rutinitas sekolah yang padat.

Bagi mereka, liburan sekolah anak tidak harus selalu dipenuhi agenda atau aktivitas yang padat.

Tidak masalah jika anak bangun sedikit lebih siang, bermain lebih lama, atau menghabiskan waktu santai di rumah. Selama anak bahagia dan tetap dalam batas yang wajar, semuanya dianggap aman.

Biasanya tipe ini juga paling santai menghadapi rumah yang sedikit lebih berantakan dari biasanya.

3. Orang Tua Produktif

Liburan boleh, tapi tetap ada misi yang harus dicapai. Bukan berarti anak harus belajar matematika setiap hari, tetapi mereka biasanya akan mencari kegiatan yang tetap bermanfaat. Misalnya ikut kursus singkat atau kelas liburan, belajar memasak, membaca buku, mencoba olahraga baru, atau mengembangkan hobi.

Menurut mereka, liburan tetap bisa menjadi waktu untuk bertumbuh tanpa harus terasa seperti sekolah.

Photo by Hillshire Farm on Unsplash

4. Tim Work From Home yang Sedang Berjuang

Ini mungkin tipe yang paling relate bagi banyak orang tua.

Di satu sisi, pekerjaan tetap berjalan seperti biasa. Di sisi lain, anak sedang libur dan berharap bisa menghabiskan lebih banyak waktu bersama orang tuanya. Akhirnya, berbagai strategi pun dilakukan.

Situasi ini menjadi tantangan yang cukup sering dialami orang tua saat liburan sekolah anak, terutama bagi Mommies yang masih harus membagi fokus antara pekerjaan dan keluarga.

Mulai dari membuat jadwal aktivitas mandiri, menyiapkan permainan seperti 15 kreasi stik es krim untuk dibuat anak, hingga memberikan tambahan screen time agar meeting bisa berlangsung tanpa gangguan.

5. Tim Anti Anak Rebahan

Bagi tipe ini, liburan bukan alasan untuk bermalas-malasan seharian.

Mereka akan mencari berbagai cara agar anak tetap aktif bergerak. Mulai dari olahraga, bermain di taman, bersepeda, berenang, hingga sekadar jalan pagi bersama keluarga. Selain menjaga kesehatan fisik, mereka juga percaya aktivitas di luar rumah bisa mengurangi kebosanan selama liburan.

Photo by jason hu on Unsplash

6. Tim Menghitung Mundur Hari Masuk Sekolah

Setelah beberapa hari menghadapi rumah yang selalu ramai, camilan yang cepat habis, pertengkaran saudara yang makin sering, dan pertanyaan “Hari ini makan apa?” yang muncul berkali-kali, mereka mulai diam-diam membuka kalender. Bukan untuk merencanakan liburan berikutnya.

Tapi untuk memastikan kapan sekolah dimulai lagi.

Tenang, Mommies tidak sendirian.

BACA JUGA: 8 Cafe dengan Playground di Bali untuk WFC, Anak Betah Main!

7. Tipe Campur-Campur

  • Hari pertama semangat membuat jadwal kegiatan.
  • Hari ketiga mulai fleksibel.
  • Hari kelima menyerah dan membiarkan anak maraton film.
  • Hari terakhir liburan mulai menghitung mundur hari sekolah.

Kalau Mommies merasa cocok dengan semua tipe di atas, kemungkinan besar memang berada di kategori ini. Karena kenyataannya, menjadi orang tua saat liburan sekolah memang penuh penyesuaian dari hari ke hari.

BACA JUGA: 10 Tempat Jogging di Jabodetabek yang Ramah Keluarga, dari GBK hingga Tebet Eco Park

Setiap keluarga memiliki kondisi dan kebutuhan yang berbeda. Ada yang memilih mengisi liburan dengan bepergian, ada yang lebih nyaman menikmati waktu di rumah, dan ada yang harus membagi fokus antara pekerjaan dan anak.

Yang terpenting bukan seberapa padat jadwal liburan anak, melainkan bagaimana keluarga bisa menikmati waktu bersama dengan lebih santai dan menyenangkan.

Apa pun tipenya, tidak ada cara yang paling benar dalam menjalani liburan sekolah anak. Yang terpenting adalah orang tua dan anak sama-sama bisa menikmati momen kebersamaan sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing.

Jadi, setelah membaca daftar di atas, Mommies paling relate dengan tipe yang mana?

Cover: Devon Daniel on Unsplash