
Jangan asal pilih warna rambut setelah usia 40 tahun. Ketahui 7 warna rambut yang sebaiknya dihindari agar wajah tidak terlihat tua, kusam, dan lelah serta tetap sesuai dengan tone kulit wajah.
Memasuki usia 40 tahun ke atas, banyak perempuan ingin mengubah gaya atau warna rambut agar penampilan tetap segar dan memesona. Namun, hubungan antara warna rambut dan penampilan visual di usia matang menjadi lebih kompleks karena kulit mulai kehilangan elastisitas serta pancaran alaminya.
Jika salah pilih, warna rambut tertentu justru bisa menjadi bumerang yang membuat wajah terlihat lebih tua, lelah, dan menegaskan garis-garis halus. Karena itu, penting untuk mengetahui warna yang sebaiknya dihindari pada usia 40 tahun ke atas agar penampilan tetap segar dan awet muda.
BACA JUGA: 13 Kesalahan Gaya Rambut yang Bikin Wajah Terlihat Tua, Sebaiknya Dihindari
Seiring bertambahnya usia, kulit wajah cenderung mengalami penurunan kontras alami dan perubahan rona dasar (tone). Akibatnya, warna rambut yang terlalu dingin, terlalu gelap, atau terlalu terang dapat terlihat kurang harmonis dengan warna kulit.
Agar tidak melakukan kesalahan saat mewarnai rambut, pastikan Mommies tidak sembarangan memilih warna dan memilih rona yang benar-benar sesuai dengan tone kulit wajah. Melansir Baltic News, para pakar pewarnaan rambut menyoroti beberapa warna yang sering kali membuat wajah tampak lebih tua dan kurang segar.

Warna hitam yang terlalu pekat menciptakan kontras yang tajam dengan kulit dewasa. Alih-alih memberikan kesan rambut sehat, warna jet black justru dapat mempertegas kerutan halus, lingkaran hitam di bawah mata, serta warna kulit yang tidak merata.
Nuansa gelap ini juga membuat fitur wajah terlihat lebih keras dan tegas.
Nuansa pirang dengan undertone dingin dan keabu-abuan dapat mengurangi kehangatan alami wajah. Pilihan warna ini berisiko membuat kulit tampak pucat dan lelah, terutama pada pemilik warm skin undertone.
Karena itu, sebaiknya jangan cat rambut pirang abu-abu secara solid jika ingin tampilan yang lebih segar.
Warna ini membutuhkan proses bleaching yang intens. Akibatnya, tekstur rambut di usia matang berisiko menjadi lebih kering dan rapuh.
Selain itu, warna platinum sering kali memperjelas tampilan pori-pori dan kemerahan pada wajah sehingga wajah terlihat kurang segar.
Warna merah keunguan yang dalam sering kali terlihat “berkompetisi” dengan warna kulit alami wajah. Efeknya, perhatian justru tertuju pada area kemerahan atau ketidaksempurnaan kulit.
Hasil akhirnya, keseluruhan penampilan dapat terlihat lebih berat dan kurang natural.

Warna jahe yang terang dengan dominasi nuansa kuning dapat menonjolkan noda kemerahan pada kulit wajah.
Jika tidak disesuaikan dengan tone kulit wajah, warna ini dapat menciptakan ilusi warna kulit yang tidak merata dan tampak kusam.
Warna cokelat redup tanpa kedalaman dan kehangatan sering kali terlihat terlalu datar. Secara visual, warna ini mudah menyatu dengan warna kulit sehingga wajah tampak kurang hidup dan kehilangan dimensi.
Akibatnya, penampilan terlihat hambar dan kurang berenergi.
Warna rambut cerah seperti merah menyala, ungu, atau biru memang terlihat menyenangkan. Namun, menurut ulasan yang dipublikasikan oleh Sixty and Me, warna yang terlalu mencolok berisiko membuat wajah terlihat pucat (wash out), tergantung pada tingkat kecerahan kulit.
Selain itu, warna-warna cerah juga membutuhkan perawatan dan touch-up lebih sering dibandingkan dengan warna rambut biasa.
Setelah mengetahui warna apa saja yang sebaiknya dihindari pada usia 40 tahun ke atas, langkah berikutnya adalah memilih warna dan model rambut yang mampu menyegarkan penampilan.
Berdasarkan panduan ahli dari Shorty News, berikut beberapa tips yang bisa dicoba.

Warna rambut yang terlalu gelap, dingin, atau mencolok cenderung mempertegas tanda-tanda penuaan. Sebaliknya, rona lembut dapat membantu menciptakan tampilan yang lebih segar.
Pakar menyarankan warna yang kaya dimensi melalui highlight halus, sekitar satu hingga dua tingkat lebih terang dari warna dasar.
Pilihan seperti cokelat terang dengan sentuhan madu atau karamel dapat membuat wajah terlihat lebih bercahaya.
Model rambut berperan penting untuk menyiasati kesalahan saat mewarnai rambut maupun masalah penipisan rambut.
Potongan rata (straight cut) dan square bob membantu menciptakan ilusi volume. Sementara itu, layered cut dan side-swept fringe dapat membuat rambut tampak lebih penuh.
Jangan sembarangan pilih warna tanpa memperhatikan kesehatan rambut. Gunakan produk berkeratin untuk membantu mengurangi risiko rambut patah dan dukung produksi kolagen melalui asupan protein yang cukup.
Setelah usia 40 tahun, warna rambut multifaset seperti warm blonde, chestnut brown, atau soft copper umumnya lebih efektif menyegarkan tampilan wajah dibandingkan warna solid.
Penata rambut menyarankan untuk menghindari teknik pewarnaan satu warna yang solid. Sebagai gantinya, pilih teknik balayage atau soft highlights untuk menciptakan kedalaman visual yang membuat penampilan tampak lebih muda.
BACA JUGA: 8 Penyebab Wajah Kusam yang Sering Tidak Disadari, Ini Cara Mengatasinya!
Memilih warna rambut setelah usia 40 tahun bukan hanya soal mengikuti tren, tetapi juga menyesuaikannya dengan tone kulit wajah dan kondisi rambut. Warna seperti jet black, ash blonde, platinum blonde, burgundy, light ginger bernuansa kuning, mouse brown, hingga warna-warna funky yang terlalu terang termasuk warna yang sebaiknya dihindari oleh usia 40 tahun ke atas karena berpotensi membuat wajah terlihat lebih tua.
Sebaliknya, warna lembut yang memiliki dimensi dan sesuai dengan karakter kulit dapat membantu menciptakan tampilan yang lebih segar, elegan, dan awet muda.