Sorry, we couldn't find any article matching ''

Jangan Diabaikan! Ini 13 Tanda Tubuh Kebanyakan Gula, Mudah Lelah hingga Kulit Berjerawat
Mulai dari mudah lelah, sering haus, lapar terus-menerus, hingga kulit berjerawat, ini 13 tanda tubuh kebanyakan gula yang sering dianggap sepele. Simak juga cara mengatasinya.
Bagi sebagian besar dari kita, gula sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari rutinitas harian. Mulai dari secangkir teh manis hangat di pagi hari, es kopi susu kekinian saat deadline melanda, hingga camilan manis sebelum tidur. Asupan gula ini biasanya makin melonjak drastis saat musim liburan atau perayaan hari raya. Namun, meskipun rasa manis bisa memberikan suntikan kebahagiaan instan, mengonsumsinya secara berlebihan dapat diam-diam merusak kesehatan tubuh.
Kebanyakan Gula Bisa Berdampak Buruk bagi Tubuh
Yang membuat konsumsi gula berlebih berbahaya adalah dampaknya yang menumpuk secara perlahan tanpa peringatan yang jelas pada tahap awal. Seiring berjalannya waktu, kadar gula yang tinggi dapat memicu lonjakan insulin, mengganggu metabolisme, merusak organ vital, hingga memengaruhi kesehatan kulit. Celakanya, kebanyakan orang baru menyadari ada yang salah ketika gejalanya mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.
Tentu saja, tidak semua jenis gula adalah musuh kita, ya, Mommies. Fruktosa alami yang ditemukan dalam buah dan sayur, atau laktosa dalam susu, sebenarnya aman karena makanan tersebut juga kaya akan serat dan kalsium. Yang perlu kita waspadai adalah added sugar atau gula tambahan yang biasanya bersembunyi di dalam makanan olahan.
Menurut Jessica Cording, seorang health coach asal New York City dan penulis buku The Little Book of Game Changers, meskipun pemanis alami seperti madu dan sirup mapel terkesan lebih sehat daripada gula dapur biasa, jenis pemanis tersebut tetap mengandung kalori yang tinggi.
BACA JUGA: Label Nutri-Level: Cara Memilih Makanan dan Minuman yang Sehat
13 Tanda Tubuh Kebanyakan Gula yang Wajib Diwaspadai
Nah, biar tidak kebablasan, yuk kenali 13 tanda tubuh kebanyakan gula berikut ini.
1. Susah Tidur di Malam Hari
Jika Mommies sering terbangun di tengah malam, terutama sekitar pukul 3 dini hari, bisa jadi itu karena kadar gula darah yang tinggi. Gula berlebih dapat menstimulasi sistem saraf secara berlebihan sehingga tubuh sulit rileks dan mendapatkan tidur yang berkualitas.
2. Sering Haus dan Sering Buang Air Kecil
Merasa sering haus padahal sudah minum banyak? Ini adalah cara alami tubuh untuk membuang kelebihan gula melalui urine. Ginjal dipaksa bekerja ekstra keras, yang akhirnya membuat kita dehidrasi dan bolak-balik ke kamar mandi.
3. Ngidam Makanan Manis dan Karbohidrat
Saat kadar gula tinggi, kinerja hormon insulin bisa terganggu. Menurut ahli diet terdaftar Jessica Cording, MS, RD, konsumsi gula berlebih akan memicu siklus naik-turun kadar glukosa darah yang cepat sehingga mengirimkan sinyal palsu ke otak bahwa Mommies membutuhkan “bahan bakar” instan.
Efeknya? Mommies akan mengalami lapar terus-menerus dan craving makanan manis sepanjang hari.
4. Kulit Gatal Tanpa Sebab
Kadar gula yang tinggi dapat merusak pembuluh darah kecil di bawah kulit, mengganggu sirkulasi, dan memicu peradangan. Dampaknya bisa berupa rasa gatal yang terus-menerus atau iritasi kulit yang mengganggu.
5. Muncul Gigi Berlubang
Bakteri di dalam mulut sangat menyukai gula sederhana sebagai sumber makanannya. Keri Stoner-Davis, RDN, seorang ahli gizi dari Lemond Nutrition di Plano, Texas, menjelaskan bahwa jika dokter gigi mulai menemukan banyak lubang baru atau mendiagnosis penyakit gusi, hal tersebut bisa menjadi tanda tingginya konsumsi added sugar harian Mommies.
6. Berat Badan Naik, Terutama di Area Perut
Makanan manis memang enak, tetapi sayangnya tidak membuat kenyang lebih lama. Tanpa sadar kita menimbun kalori kosong yang kemudian disimpan tubuh menjadi lemak visceral. Akibatnya, berat badan naik dan perut menjadi lebih buncit.
Lemak visceral akibat konsumsi gula berlebih juga berkaitan dengan meningkatnya risiko gangguan metabolisme.

Foto: Nadin Sh/Pexels
7. Mudah Lelah dan Lemas
Pernah merasakan lonjakan energi sesaat setelah makan cokelat, lalu tiba-tiba ambruk menjadi luar biasa lesu?
Pakar perilaku diet Keri Stoner-Davis menjelaskan bahwa tubuh yang terbiasa mendapatkan pasokan gula tinggi akan kehilangan efisiensi energi saat kadar gula tersebut turun drastis atau mengalami sugar crash. Jika Mommies merasa mudah lelah sepanjang hari, bisa jadi tubuh sedang kewalahan menghadapi naik-turunnya kadar gula darah.
8. Perubahan Suasana Hati
Gula tidak hanya mengacaukan energi fisik, tetapi juga emosi. Sugar high bisa membuat Mommies merasa bahagia sesaat. Namun, efek crash setelahnya dapat memicu rasa cemas, mudah tersinggung, dan membuat suasana hati menjadi tidak stabil.
9. Kabut Otak (Brain Fog)
Sering bengong di depan laptop dan sulit fokus?
Gula berlebih dapat mengganggu metabolisme di otak, menghambat kemampuan konsentrasi, dan menciptakan efek brain fog yang membuat kita sulit berpikir jernih.
10. Tekanan Darah Tinggi
Mengejutkannya, gula ternyata bisa merusak kesehatan jantung hampir sama seriusnya dengan garam. Konsumsi minuman manis berlebih terbukti berkorelasi dengan meningkatnya tekanan darah secara perlahan karena merusak elastisitas pembuluh darah.
11. Sistem Imun Menurun
Jika Mommies merasa belakangan ini gampang tertular batuk atau pilek dan proses penyembuhannya lebih lama, gula bisa jadi biang keroknya. Gula berlebih dapat melemahkan kemampuan sel darah putih dalam melawan infeksi bakteri maupun virus.
12. Nyeri pada Sendi
Rasa linu di persendian ternyata bukan melulu karena faktor usia, Mommies.
Menurut Cording, mengonsumsi terlalu banyak gula dapat memicu inflamasi atau peradangan sistemik di dalam tubuh yang pada akhirnya menyebabkan nyeri sendi. Meski mengurangi makanan manis bukan jaminan menyembuhkan nyeri sendi karena penyebabnya beragam, memperbaiki pola makan tentu dapat membantu mengurangi risikonya.
13. Kulit Berjerawat dan Muncul Kerutan
Jika Mommies sedang berjuang mengatasi kulit berjerawat, coba kurangi asupan gula.
Cording menegaskan bahwa kontrol glikemik memegang peran besar terhadap kesehatan kulit dan masalah jerawat. Selain itu, konsumsi gula berlebih memicu tubuh memproduksi komponen berbahaya yang disebut advanced glycation end products (AGEs).
Berdasarkan sebuah studi, produk sisa gula berlebih ini dapat merusak kolagen, mempercepat proses penuaan, dan memicu munculnya kerutan seiring bertambahnya usia.

Foto: jcomp/Magnific
Cara Mengatasi Kebanyakan Gula dan Kecanduan Makanan Manis
Jika tubuh Mommies sudah mulai membunyikan alarm lewat tanda-tanda di atas, jangan panik dulu. Cara mengatasi kebanyakan gula dan kecanduan makanan manis tidak harus dilakukan dengan metode ekstrem yang menyiksa. Mommies bisa memulainya dengan langkah sederhana tetapi konsisten berikut ini.
1. Jeli Membaca Label Kemasan
Gula tersembunyi ada di mana-mana. Periksa label informasi nilai gizi dan pilih produk dengan kandungan gula paling rendah.
2. Beralih ke Real Food
Perbanyak konsumsi buah segar, sayuran, biji-bijian, dan protein tanpa lemak. Makanan kaya serat ini akan membuat Mommies kenyang lebih lama tanpa memicu lonjakan insulin.
3. Batasi Minuman Manis
Ganti minuman bersoda atau es kopi manis dengan air putih, teh herbal, atau infused water dengan perasan lemon yang menyegarkan.
4. Pilih Camilan Sehat Alternatif
Saat keinginan makan manis menyerang, alihkan dengan mengonsumsi kacang-kacangan, biji bunga matahari, atau sepotong buah segar.
5. Hindari Alkohol Manis
Kurangi atau hindari minuman beralkohol yang dicampur soda, jus buah manis, madu, atau sirup agave yang tinggi kalori.
6. Ganti Saus Salad dengan Pilihan yang Lebih Sehat
Hindari saus salad instan yang manis seperti honey mustard. Coba beralih menggunakan minyak zaitun (olive oil) dan cuka apel atau balsamik yang lebih ramah bagi metabolisme.
7. Jaga Kesehatan Gigi
Selain membatasi camilan manis, biasakan langsung berkumur dengan air putih setelah makan atau mengunyah permen karet bebas gula di antara waktu makan untuk membantu menetralkan asam di mulut.
BACA JUGA: 20 Makanan yang Baik untuk Kesehatan Jantung, Enak dan Gampang Diolah
Mudah lelah, sering haus, lapar terus-menerus, berat badan naik, hingga kulit berjerawat bisa menjadi tanda tubuh kebanyakan gula yang sering tidak disadari. Karena gejalanya muncul secara bertahap, banyak orang menganggapnya sebagai masalah biasa.
Kabar baiknya, kondisi ini dapat diperbaiki dengan mengurangi konsumsi gula tambahan, memperbanyak makanan utuh yang kaya serat, dan menerapkan pola hidup yang lebih seimbang. Semakin cepat tanda-tanda ini dikenali, semakin besar peluang Mommies menjaga kesehatan tubuh dalam jangka panjang.
Cover: benzoix/Magnific
Share Article


POPULAR ARTICLE




COMMENTS