Sindrom Earworm: Saat Lagu Terngiang Terus di Kepala, Ini Dampak dan Manfaatnya pada Anak

Self

Dhevita Wulandari・in 2 hours

detail-thumb

Apa itu earworm? Kenapa ada lagu yang terus terngiang di kepala? Simak penjelasan, dampaknya, serta manfaatnya untuk anak. 

Mommies dan Daddies, pernah nggak, sih, tiba-tiba ada satu lagu yang terus muter di kepala sepanjang hari? Padahal cuma dengar sekilas pagi-pagi, eh, sampai malam masih ikut nyanyi dalam hati.

Atau mungkin, habis scroll media sosial, lalu muncul video dengan lagu yang baru didengar 2-3 kali malah langsung hafal?

Kalau pernah mengalami hal itu, artinya Mommies dan Daddies sedang mengalami yang disebut earworm.

Meski namanya terdengar agak menyeramkan, earworm bukanlah penyakit atau gangguan kesehatan. Justru, fenomena ini sangat umum terjadi dan dialami oleh sebagian besar orang.

Apa Itu Earworm?

Secara psikologis, earworm dikenal sebagai Involuntary Musical Imagery (INMI), yaitu kondisi ketika potongan lagu atau melodi muncul berulang kali di dalam pikiran tanpa sengaja.

Peneliti musik dan psikologi dari Durham University, Kelly Jakubowski, menjelaskan bahwa earworm biasanya berupa bagian lagu yang pendek, mudah diingat, dan terus berulang di kepala.

Menariknya, penelitian menunjukkan lebih dari 90% orang pernah mengalami earworm setidaknya sesekali dalam hidup mereka.

Jadi kalau Mommies tiba-tiba menyanyikan satu bagian lagu berulang-ulang sambil memasak atau bekerja, itu sebenarnya hal yang sangat normal.

BACA JUGA: 100 Ide Me Time untuk Ibu Biar Nggak Gampang Burnout

Kenapa Ada Lagu yang Lebih Mudah Jadi Earworm?

Tidak semua lagu punya kemampuan yang sama untuk “menempel” di otak. Beberapa karakteristik lagu yang sering menjadi earworm antara lain:

  • Melodinya sederhana dan mudah diikuti.
  • Memiliki pengulangan yang kuat.
  • Tempo cenderung cepat.
  • Lirik singkat dan mudah diingat.
  • Ada bagian unik yang membuatnya berbeda dari lagu lain.

Selain itu, semakin sering kita mendengar lagu tersebut, semakin besar kemungkinan lagu itu terus terngiang di kepala.

Faktor lain yang memicu earworm adalah saat otak sedang tidak terlalu sibuk, misalnya ketika menyetir, mandi, mencuci piring, atau melakukan pekerjaan rutin.

Sindrom Earworm: Saat Lagu Terngiang Terus di Kepala, Ini Dampak dan Manfaatnya

Foto: Prashant Singh/Pexels

Contoh Lagu Earworm yang Pernah Ramai di Indonesia

Kalau bicara soal lagu yang sukses bikin satu Indonesia ikut bernyanyi, daftarnya cukup panjang.

Beberapa contoh yang pernah sangat viral antara lain Baby Shark, Ojo Dibandingke, Sayang (Via Vallen), Komang (Raim Laode), hingga yang baru-baru ini viral soal MBG tapi bukan soal Makanan Bergizi Gratis, ya.

Fenomena viral di media sosial memang membuat peluang sebuah lagu menjadi earworm semakin besar karena kita terpapar lagu yang sama berulang kali dari nge-scroll atau mendengar orang lain bernyanyi lagu tersebut.

Kalau Liriknya Kurang Baik, Apa Dampaknya?

Nah, ini bagian yang cukup penting, Mommies dan Daddies.

Sering kali ada lagu yang sangat catchy, tetapi isi liriknya mengandung pesan yang kurang sehat. Misalnya:

  • Menormalisasi perilaku toxic dalam hubungan.
  • Mengglorifikasi seseorang yang sebenarnya manipulatif.
  • Menganggap posesif sebagai bentuk cinta.
  • Menggambarkan hubungan tidak sehat sebagai sesuatu yang romantis.

Apakah mendengar lagu seperti ini otomatis mengubah perilaku seseorang? Tidak sesederhana itu, Mommies dan Daddies. Namun, para peneliti menemukan bahwa paparan musik yang berulang dapat memengaruhi cara seseorang memandang suatu perilaku atau nilai tertentu, terutama jika didengar terus-menerus dan tanpa diskusi kritis.

Musik bukan hanya memengaruhi ingatan, tetapi juga emosi. Ketika sebuah lagu dikaitkan dengan perasaan menyenangkan, pesan di dalamnya bisa terasa lebih mudah diterima. Pada anak-anak dan remaja yang masih membangun pemahaman tentang hubungan sosial, cinta, pertemanan, maupun identitas diri, pendampingan orang tua tetap diperlukan.

Bukan berarti harus melarang semua lagu yang sedang viral. Namun, Mommies dan Daddies bisa mengajak anak berdiskusi tentang isi liriknya. Diskusi sederhana bisa membantu anak belajar berpikir kritis terhadap pesan yang mereka konsumsi setiap hari.

Apakah Earworm Selalu Buruk?

Justru tidak. Dalam banyak kasus, earworm bisa dimanfaatkan secara positif. Karena otak manusia sangat menyukai pola dan pengulangan, lagu dapat menjadi alat belajar yang sangat efektif.

Sindrom Earworm: Saat Lagu Terngiang Terus di Kepala, Ini Dampak dan Manfaatnya

Foto: www.kaboompics.com/Pexels

Manfaat Earworm untuk Proses Belajar Anak

Ada beberapa cara menggunakan teknik earworm untuk yang bisa diterapkan untuk membantu proses belajar anak, seperti:

1. Membantu Menghafal

Anak lebih mudah mengingat informasi yang dikemas dalam bentuk lagu.

Tidak heran banyak lagu edukasi digunakan untuk mengajarkan:

  • Huruf alfabet.
  • Nama warna.
  • Nama hewan.
  • Angka.
  • Hari dan bulan.

2. Mendukung Perkembangan Bahasa

Melalui lagu, anak belajar kosakata baru, struktur kalimat, dan pelafalan yang lebih baik. Semakin sering mendengar dan menyanyikan lagu, semakin banyak pula kata yang tersimpan dalam memori mereka.

3. Melatih Daya Ingat

Penelitian menunjukkan musik memiliki hubungan yang kuat dengan sistem memori manusia. Karena itu, informasi yang disampaikan melalui lagu sering kali lebih mudah diingat dibandingkan informasi yang hanya dibaca atau didengar sekali.

4. Membantu Membangun Rutinitas

Mommies bisa memanfaatkan lagu-lagu tertentu sebagai penanda aktivitas. Misalnya:

  • Lagu merapikan mainan.
  • Lagu cuci tangan.
  • Lagu sebelum tidur.
  • Lagu membereskan kamar.

Karena terus diulang, anak akan lebih mudah mengingat kebiasaan yang ingin dibangun.

5. Membuat Belajar Menjadi Menyenangkan

Saat anak menikmati proses belajar, otaknya lebih mudah menyerap informasi. Inilah alasan mengapa metode belajar berbasis musik sering digunakan dalam pendidikan anak usia dini.

Jadi, Haruskah Khawatir Kalau Anak Sering Menyanyikan Lagu yang Sama?

Tidak perlu terlalu khawatir. Earworm adalah bagian normal dari cara kerja otak manusia dalam memproses musik dan memori.

Yang lebih penting adalah memperhatikan jenis lagu yang sering didengar anak serta membantu mereka memahami pesan di balik liriknya.

Karena pada akhirnya, lagu bukan hanya soal hiburan. Musik juga bisa menjadi alat belajar, sarana membangun kebiasaan baik, sekaligus media untuk mengajarkan anak berpikir kritis.

BACA JUGA: Self Reward vs Boros: Batas Sehatnya di Mana? Cek Penjelasan Financial Planner

Jadi kalau minggu ini Mommies masih terjebak menyanyikan lagu yang sama berulang kali, tenang saja. Kemungkinan besar otak sedang melakukan apa yang memang sudah menjadi tugasnya: menyimpan informasi dengan cara yang paling menyenangkan.

Cover: Ketut Subiyanto/Pexels