Sorry, we couldn't find any article matching ''

Tantangan Menjadi Orang Tua di Usia 20-an dan 30-an, Banyak yang Relate!
Tantangan menjadi orang tua di usia 20-an dan 30-an ternyata gak mudah. Mulai dari burnout, finansial, sampai rasa kesepian, banyak yang relate!
Menjadi orang tua itu sebuah perjalanan yang gak mudah. Bagi saya yang mulai jadi orang tua di usia 30-an, banyak tantangan yang dialami, juga pelajaran terbesar yang bisa jadi pengingat, yang mungkin dirasakan juga oleh Mommies.
Kenapa, ya, rasanya berat banget jadi orang tua di fase umur ini? Karena inilah fase usia orang tua “bertumbuh sambil mengasuh”.
BACA JUGA: 7 Kebiasaan Orang Tua yang Tanpa Sadar Membuat Anak Tidak Mandiri
Tantangan Menjadi Orang Tua di Usia 20-an dan 30-an

Foto: Magnific
Banyak bagian tersulit saat jadi orang tua di usia 20-an dan 30-an, yang seringkali bikin kita kelelahan. Beberapa hal di bawah ini tantangan terbesarnya!
1. Finansial Belum Stabil atau Jadi Sandwich Generation
Menjadi orang tua di usia 20-an dan 30-an, di saat masih membangun karier atau bisnis, pemasukan belum stabil, cicilan jalan terus, sementara kebutuhan anak juga bertambah, bukan tantangan yang sepele.
Bagian tersulitnya, kalau Mommies juga perlu membiayai orang tua yang sudah pensiun, atau membantu adik yang masih bersekolah, berasa banget jadi “sandwich generation”.
2. Mengasuh Diri Sambil Membersamai Anak
Mengasuh diri sendiri sambil membersamai anak adalah proses penuh tantangan. Menjadi orang tua usia 20-an dan 30-an, biasanya masih dalam fase mencari “pijakan”, mengenal diri sendiri, sekaligus mencoba menjadi orang tua dengan pola asuh yang lebih sehat untuk anak.
3. Merasa Tertinggal dan Kesepian
Saat teman seumuran bebas traveling, hang out, atau mengejar mimpinya, bisa membuat orang tua usia 20-an dan 30-an jadi FOMO, merasa tertinggal atau kesepian, karena “terjebak” pada rutinitas, tanggung jawab, dan kesibukan mengasuh anak atau mengurus rumah tangga.
4. Mental dan Emosi Belum Matang Sepenuhnya
Bayi rewel, anak GTM, remaja bikin pusing, rumah berantakan, bikin orang tua usia 20-an dan 30-an lebih mudah “meledak”.
Kelelahan dan mental yang belum matang sepenuhnya, bikin makin sulit meregulasi diri.
5. Parental Burnout
Banyaknya peran dan tanggung jawab serta keputusan yang harus dibuat pada saat bersamaan, juga tekanan karier dan keluarga yang seringkali datang bersamaan, bisa bikin orang tua usia 20-an dan 30-an mengalami parental burnout.
6. Tingginya Ekspektasi dan Idealisme
Orang tua usia 20-an dan 30-an, banyak yang mulai sadar akan pola asuh lebih sehat, dan pentingnya membersamai anak di masa pertumbuhannya. Bagus sih, tapi di sisi lain, bikin idealisme dan tekanan sebagai orang tua makin tinggi.
Sering merasa bersalah, punya perasaan not good enough, bisa jadi tantangan manajemen emosi buat orang tua. Banyak juga yang ingin jadi “orang tua sempurna”, bikin orang tua rentan stres.
7. Manajemen Waktu dan Padatnya Kesibukan
Macet di jalan, waktu kerja yang panjang, banyaknya urusan, anak yang masih perlu ekstra pendampingan, bikin orang tua usia 20-an dan 30-an jadi kurang istirahat, gak punya waktu berkualitas bersama orang tersayang, juga lupa merawat diri sendiri.
Jadi tantangan besar juga untuk menjaga kesehatan fisik dan mental.
8. Kecemasan akan Masa Depan Anak
Dengan usia anak yang masih kecil atau remaja, plus pengaruh media sosial dan lingkungan, orang tua usia 20-an dan 30-an bisa punya banyak kekhawatiran tentang anak dan masa depannya, misalnya soal nilai, pencapaian, pergaulan, juga kemampuan orang tua dalam membiayai dan membersamai anak sampai mereka mandiri.
Jadi, tantangan orang tua usia 20-an dan 30-an bukan hanya soal mengurus anak, tapi juga tetap sehat jiwa raga, membagi energi antara menjadi manusia utuh dan gak kehilangan diri sendiri, sekaligus menjadi orang tua yang hadir untuk anak.
Tips untuk Orang Tua Usia 20-an dan 30-an

Foto: Magnific
Untuk menavigasi kehidupan orang tua usia 20-an dan 30-an agar lebih seimbang, yuk coba beberapa tips di bawah ini!
1. Pasang Batasan
Buat orang tua usia 20-an dan 30-an, yang mungkin dulunya belum terbiasa punya batasan, sering gak enakan atau merasa bersalah kalau say no, inilah saat tepat untuk belajar menerapkan batasan sehat.
2. Minta Bantuan atau Dukungan Orang Lain
Wajar untuk minta bantuan orang terdekat atau support system lain, gak usah semuanya diurus dan dipikirin sendirian. Bagi tugas juga sama Daddies untuk urusan rumah tangga, anak, dan orang tua atau mertua.
3. Gak Perlu Jadi Orang Tua Sempurna
Salah satu pelajaran penting, anak gak perlu orang tua sempurna, anak hanya perlu orang tua yang mau mengakui kesalahan, dan mau berproses bareng anak.
Gak perlu juga membandingkan diri terus dengan orang lain, yang bisa bikin hidup seperti kompetisi penuh tantangan.
4. Rutin Self-Care atau Temukan Hobi Kembali
Untuk orang tua usia 20-an dan 30-an, jangan lupa jeda sejenak untuk self-care rutin, menjaga, merawat, dan “mengisi tangki” diri sendiri.
Gak perlu lama, cukup 15-20 menit untuk ngeteh atau ngopi tanpa gangguan, olahraga, atau baca buku.
BACA JUGA: Kapan Orang Tua Harus Berhenti Membantu Tugas Sekolah Anak? Ini Panduannya!
Semoga beberapa tips di atas bisa bantu menyeimbangkan tantangan pengasuhan tanpa lupa mengurus diri sendiri, di tengah berbagai peran dan tanggung jawab sebagai orang tua usia 20-an dan 30-an, ya.
Karena menjadi orang tua memang bukan perjalanan yang mudah, apalagi di fase hidup yang sama-sama sedang penuh proses bertumbuh.
Cover: Magnific
Share Article


POPULAR ARTICLE




COMMENTS