banner-detik
PARENTING & KIDS

13 Kebiasaan Orang Tua yang Bisa Membuat Anak Tidak Percaya Diri

author

annisastin 6 hours

13 Kebiasaan Orang Tua yang Bisa Membuat Anak Tidak Percaya Diri

Tanpa sadar, beberapa kebiasaan orang tua bisa bikin anak tidak percaya diri. Ini beberapa hal yang setiap orang harus ketahui! 

Mommies, pernah nggak sih, tanpa sadar kita ngomong, “Masa gitu aja nggak bisa?” ke anak? Niatnya mungkin sekadar refleks karena capek, tapi buat anak, kalimat seperti itu bisa tinggal lama di kepala mereka. Hal ini juga bisa menghilangkan kepercayaan diri mereka.

Membesarkan anak yang percaya diri pasti menjadi keinginan setiap orang tua. Anak yang percaya diri biasanya lebih bisa beropini dengan argumennya sendiri dan tidak rawan di-bully. Lalu, bagaimana cara agar anak tumbuh dengan rasa percaya diri yang kuat?

Hal yang Diam-Diam Menghancurkan Rasa Percaya Diri Anak

Hati-hati, Mommies. Kita bisa tanpa sengaja melukai harga diri anak meskipun niatnya baik. Bagaimanapun, orang tua juga manusia yang tidak luput dari kesalahan, begitu pun anak. Meski tidak disengaja, hal-hal berikut bisa meruntuhkan kepercayaan diri anak tanpa disadari.

1. Membandingkan-bandingkan Anak

Foto: Pavel Danilyuk/Pexels

Pernah dengar pepatah bahasa Inggris yang berbunyi, “Comparison is the thief of joy”? Seperti bunyinya, membandingkan diri membuat kita sulit merasa bahagia. Kita tidak pernah puas dan sulit percaya diri. Apalagi jika yang membandingkan adalah orang tua sendiri. 

Memang susah banget untuk nggak membandingkan, apalagi kalau lihat anak lain terlihat lebih cepat berkembang. Tapi ingat, anak punya timeline dan kekuatannya masing-masing.

2. Mengkritik Karakter Anak

“Kamu ini kok cengeng?” adalah salah satu kalimat yang bisa terus melekat pada batin anak dan meruntuhkan rasa percaya dirinya. Anak akan tumbuh dengan menilai dirinya cengeng dan tidak pemberani.

Bahkan menurut Psychology Today, komentar kecil yang terdengar sepele buat orang tua bisa membekas cukup lama pada anak. Hal tersebut bisa membuat anak merasa sedih, marah, atau frustrasi. Alhasil, anak bisa kehilangan motivasi dan kurang percaya diri terhadap kemampuan mereka.

3. Menilai Anak “Aneh” atau “Nakal”

Hal ini kadang tidak disadari orang tua. Contohnya, saat anak menggambar awan dengan warna hijau, Mommies langsung berkata “Awan kok hijau, Dek? Aneh banget”. Padahal anak sedang senang mengeksplorasi warna dan imajinasinya. Contoh lainnya, ketika anak senang memanjat kursi atau meja di rumah dan langsung diberi label “nakal” padahal sebetulnya itu bahaya, bukan sifat nakal.

4. Mengungkit Kesalahan Anak

Semua orang pasti pernah melakukan kesalahan. Apalagi anak-anak yang masih belajar melakukan segala sesuatu. Jika anak salah, beri tahu apa yang benar, tetapi jangan terus mengungkit kesalahannya. Ingat, tidak ada anak yang sempurna di dunia ini.

5. Merendahkan Usaha Anak

Anak sudah berusaha sebaik mungkin, tetapi Mommies justru bilang, “Kamu kok gitu aja nggak bisa, sih! Ini kan gampang banget loh?” Padahal, komentar seperti itu bisa membuat anak kehilangan rasa percaya dirinya. Anak dapat merasa semakin lemah dan tidak berdaya.

BACA JUGA: Anak Terlihat Berprestasi, Tapi Diam-Diam Stres? Ini Tanda Ekspekstasi Orang Tua Berlebihan

6. Mematahkan Mimpi Anak

Foto: Pragyan Bezbaruah/Pexels

Memang terdengar tidak mungkin. Orang tua pasti ingin mendukung impian anak. Akan tetapi, ketika anak menjelaskan mimpinya, hindari mengatakan “Ah, nggak mungkin sih kamu bisa gitu.” Sebisa mungkin, dukung anak meskipun terdengar tidak realistis.

7. Menilai Anak Berdasarkan Angka

Baik itu nilai maupun ranking (jika sekolahnya masih menerapkan sistem ranking), jangan hanya menilai anak dari angka. Jika iya, kita hanya akan menjadi orang tua yang result-oriented. Padahal, upaya untuk meraih suatu hasil justru lebih penting. Setiap anak punya kemampuan dan keunggulan yang berbeda. Jadi, orang tua tidak bisa mengukur kemampuan anak hanya dengan nilai dan ranking.

8. Memaksa Anak untuk Selalu Patuh

Anak adalah individu yang seharusnya bisa mengambil keputusan sendiri. Memaksa anak selalu mengikuti kehendak kita hanya akan membunuh rasa percaya diri dan kemandiriannya. Mommies pasti tidak ingin anak tumbuh menjadi pribadi yang pasif, bukan?

9. Mencemooh Anak

Melansir Psychology Today, orang tua yang frustrasi atau sedang lelah mungkin akhirnya berbicara dengan cara yang merusak dan menyakitkan ini. Mommies mungkin mengatakan hal-hal yang tidak dimaksud melalui nada suara yang mencemooh. Penggunaan sarkasme pada nada bicara orang tua bisa menyakiti anak-anak.

10. Menanamkan Rasa Bersalah kepada Anak

Kebiasaan Orang Tua yang Bisa Membuat Anak Tidak Percaya Diri
Foto: Ketut Subiyanto/Pexels

Mengajarkan pelajaran hidup penting bagi anak, tetapi menanamkan rasa bersalah justru bisa membuat anak kehilangan makna dari pelajaran tersebut. Dikutip dari Psychology Today, orang tua yang memanfaatkan rasa bersalah untuk mengontrol anak berisiko membuat hubungan dengan anak jadi renggang.

11. Tidak Memberi Anak Kesempatan Memilih

Banyak orang tua yang mengambil keputusan untuk anaknya agar mereka tidak stres. Padahal, membiarkan anak mengambil keputusan sendiri akan membuatnya lebih mandiri dan percaya diri. Sekali-kali, Mommies perlu membiarkan anak memilih sendiri. Dengan itu, anak akan merasa memiliki kontrol atas dirinya sendiri dan rasa percaya dirinya tidak runtuh.

12. Tidak Pernah Mengapresiasi

Banyak orang tua yang menghindari memuji anak karena takut mereka jadi besar kepala. Padahal, pujian bisa membuat anak lebih percaya diri jika diberikan dengan benar. Puji anak karena sudah bekerja keras, tidak ada salahnya, loh.

13. Tidak Memberi Anak Ruang untuk Mandiri

Anak seharusnya diberi ruang untuk mandiri seiring bertambahnya usia. Terlalu melindungi anak dapat menghambat rasa percaya diri, kemandirian, dan kesempatan mereka untuk belajar dari tantangan serta kesalahan. Semua hal tersebut penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak.

Bagaimana Cara Membuat Anak Merasa Dihargai?

Kebiasaan Orang Tua yang Bisa Membuat Anak Tidak Percaya Diri
Foto: Ketut Subiyanto/Pexels

Di tengah kesibukan mengajarkan disiplin dan pelajaran hidup, orang tua juga perlu meluangkan waktu untuk menikmati kebersamaan dengan anak. Mengutip CNBC, seorang profesor mengatakan bahwa kebiasaan kecil seperti menyambut anak dengan hangat dapat membuat mereka merasa dihargai dan dicintai. Yap! Sesimpel itu, Mommies.

Psikolog Susan Bauerfeld menyarankan agar orang tua setidaknya sekali sehari menyambut anak dengan penuh gembira. Sikap hangat, pelukan, dan candaan kecil dapat membuat anak merasa dicintai dan dihargai.

Anak yang tumbuh di lingkungan penuh kasih sayang cenderung memiliki tingkat kecemasan dan depresi yang lebih rendah saat dewasa. Kadang rasa percaya diri anak tumbuh bukan dari pujian besar, tapi dari hal kecil: didengar saat bercerita, dipeluk setelah gagal, dan tahu kalau rumah tetap ada di pihak mereka.

Penulis: Anissast
Diperbarui: Retno Raminne Nurhaliza Pitoyo
Editor:
Cover: Pavel Danilyuk/Pexels

Share Article

author

annisast

Ibu satu anak, Xylo (6 tahun) yang hobi menulis sejak SD. Working full time to keep her sanity.

banner-detik

POPULAR ARTICLE

banner-detik
banner-detik

COMMENTS


SISTER SITES SPOTLIGHT

synergy-error

Terjadi Kesalahan

Halaman tidak dapat ditampilkan

synergy-error

Terjadi Kesalahan

Halaman tidak dapat ditampilkan