Vaginal Fisting dan Anal Fisting, Aktivitas Seks Aman atau Berbahaya?

Sex & Relationship

Katharina Menge・2 days ago

detail-thumb

Yuk, kenalan dengan vaginal fisting dan anal fisting, praktik seksual yang masih dianggap tabu tetapi ternyata tetap dilakukan sebagian pasangan untuk mendapatkan sensasi tertentu.

Melihat istilah vaginal fisting dan anal fisting, Mommies mungkin merasa cukup seram dan bertanya-tanya. Bukan literally ada kepalan tangan di dalam vagina, tetapi bentuknya lebih ke paruh bebek. Yap, itulah arti vaginal dan anal fisting (secara sederhana tetapi praktiknya tidak sama sekali). 

Rasanya sakit nggak, sih? Apakah aman? Berikut penjelasannya.

Apa itu Vaginal Fisting dan Anal Fisting?

Foto: pikisuperstar/Magnific

Fisting adalah praktik seksual yang melibatkan seluruh tangan untuk mempenetrasi vagina atau anus seseorang, seperti dikutip dari salah satu artikel Canadian Journal of Emergency Nursing. Lebih spesifik lagi, vaginal fisting dan anal fisting berarti hal yang serupa tetapi dilakukan di tempat yang berbeda, mengikuti namanya.

Sebenarnya, vaginal fisting ini adalah bentuk dari fingering. Namun, fingering yang dilakukan bukan menggunakan satu atau dua jari, melainkan seluruh jari. Vaginal fisting disebut juga dengan hand sex, vaginal punching, atau hand bowling.

Secara harfiah, fisting artinya meninju atau mengepal. Namun, meskipun istilahnya vaginal fisting atau vaginal punching, pada saat tangan berada di dalam vagina, bentuknya tidak seperti mengepal atau meninju. Justru jari-jarinya harus berbentuk paruh bebek.

Pertanyaannya, memang ada pasangan yang mempraktikkan fisting? Meskipun tidak umum, bisa saja ada, Mommies. Lantas, kenapa mereka melakukannya?

BACA JUGA: 7 Cara Seks Kilat dan Anti Berisik saat Rumah Ramai oleh Keluarga

Kenapa Ada Pasangan yang Melakukan Vaginal Fisting?

Vaginal fisting ini sebenarnya bukan hal yang umum dilakukan oleh pasangan. Meski begitu ada orang-orang yang tetap melakukannya. Tujuannya sama dengan aktivitas seks lainnya, yaitu mendapatkan kenikmatan.

Sebab pada sebagian orang, bentuk stimulasi vaginal fisting ini memberikan sensasi yang sangat luar biasa sebab prosesnya dilakukan dengan penetrasi ke dalam vagina dengan seluruh tangan.

Dikutip dari Healthline, untuk sebagian orang, stimulasi vaginal fisting memberikan sensasi yang sangat luar biasa sebab prosesnya dilakukan dengan seluruh tangan mempenetrasi ke dalam vagina. Hal ini memberikan sensasi yang penuh dan tekanan yang intens, serta menstimulasi G-spot bahkan A-spot. Sebagai informasi, A-spot adalah titik nikmat yang letaknya lebih dalam dari G-spot, tepatnya terletak di antara leher rahim dan kandung kemih.

Kenikmatan itu tidak hanya dirasakan oleh yang mendapatkan fisting, atau disebut fistee, tetapi juga oleh orang yang memberikan fisting, atau disebut fister. Jadi, fister akan merasa bergairah karena seluruh tangannya ada di dalam vagina pasangannya dan dia merasa lebih intim. Terlebih ketika vagina pasangannya terasa seperti melakukan stretching.

Cara Aman Melakukan Vaginal Fisting

Foto: lookstudio/Magnific

Hal yang paling penting untuk dilakukan sebelum vaginal fisting adalah memastikan adanya komunikasi yang jujur dan terbuka. Harus ada persetujuan dari kedua belah pihak dan sama-sama mau melakukan fisting. Consent is important even in marital life.

Setelah keduanya sama-sama setuju, perhatikan deretan hal yang harus diperhatikan berikut ini untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, yaitu:

  • Sediakan lubrikan water-based, jumlah yang digunakan harus lebih banyak daripada saat melakukan kegiatan seks biasa.
  • Untuk yang memberikan fisting atau fister, kuku jarinya tidak boleh panjang, tidak boleh pakai hand nails dan aksesori kuku.
  • Jika kukunya panjang dan tidak mau dipotong atau sedang memakai aksesori jari, sebaiknya gunakan sarung tangan berbahan lateks atau nitril.
  • Selalu lumuri tangan dengan lubrikan dan oleskan juga lubrikan pada labia vagina.
  • Sebelum memasukkan jari, tanyakan dulu kondisi pasangannya apakah dia sudah siap.
  • Untuk pemula, sebaiknya pilih posisi misionari karena fister bisa melihat langsung ekspresi pasangannya, nyaman atau tidak.
  • Kalau sudah terbiasa melakukan fisting, maka bisa mengganti posisi dengan doggy style, karena pada posisi tersebut vagina akan membuka lebih lebar secara alami.

Langkah-Langkah Melakukan Vaginal Fisting

Melakukan vaginal fisting ternyata tidak boleh sembarangan demi kesehatan vagina. Berikut teknik yang wajib diikuti jika Mommies dan pasangan ingin melakukan kegiatan seks ini.

1. Jangan Pelit Lubrikan!

Jangan ragu untuk menggunakan pelumas lebih banyak daripada yang biasa digunakan untuk aktivitas lain. Kalian mungkin juga perlu terus menambahkan pelumas selama melakukan vaginal fisting

2. Masukkan Jari secara Bertahap

Perlahan masukkan satu jari terlebih dahulu. Setelah itu, tanyakan apakah boleh ditambah jari berikutnya. Hindari memasukkan langsung semua jari tangan.

3. Posisikan Jari Menjadi Bentuk Paruh Bebek

Ketika hendak memasukkan jari terakhir, tarik perlahan tangan dengan kondisi seluruh jari rapat, lalu dorong perlahan kembali ke dalam vagina, dengan posisi jari tangan tetap dalam bentuk paruh bebek.

4. Variasikan Gerakan dengan Pelan-Pelan

Setelah itu, fister bisa mencoba membuka sedikit tangan. Bisa juga diputar balik perlahan atau dibuat gerakan maju-mundur, tapi pastikan dilakukan pelan-pelan.

5. Stimulasi Klitoris

Untuk menambah sensasi kenikmatan, boleh stimulasi klitorisnya. Jadi, kenikmatannya yang didapatkan double, yaitu dari dalam dan dari luar.

6. Keluarkan Tangan dengan Perlahan

Jika sudah selesai, keluarkan tangan secara perlahan, seperti halnya ketika dimasukkan. Pada saat mengeluarkan tangan, tambahkan lagi lubrikan di permukaan vagina, lalu minta pasangan mengembuskan napas. Tujuannya untuk membuat otot vagina rileks.

BACA JUGA: 21 Film dan Serial Netflix yang Penuh Adegan Ranjang, Pas Buat Quality Time bareng Suami!

Penting Aftercare Setelah Fisting

Fisting bukan hanya nggak umum, tetapi aktivitas ini juga masih dianggap tabu sehingga pasangan bisa saja merasa campur aduk hatinya. Aftercare dapat membantu pasangan merasa aman setelah vaginal fisting dan juga bisa membantu mempertahankan rasa intim di antara pasangan. Misalnya, memeluk pasangan, membawakan segelas air, dan sebagainya. Pokoknya, dengarkan pasangan. Cari tahu apa yang bisa bikin mereka merasa nyaman dan didukung.

Apa yang Dirasakan Setelah Melakukan Vaginal Fisting?

Foto: jcomp/Magnific

Sama seperti latihan pada bagian tubuh lainnya, vagina akan terasa pegal setelah melakukan kegiatan seks ini. Bercak darah atau spotting juga bisa terjadi dan itu adalah hal yang wajar. Mommies tidak perlu khawatir vagina jadi longgar atau melebar karena organ ini tersusun dari otot yang sangat elastis dan bisa kembali ke ukuran semula.

Perlu dicatat bahwa fisting dianggap sebagai praktik seksual berisiko tinggi. Ada kemungkinan terjadinya robekan kecil atau micro tears pada dinding vagina. Biasanya pendarahan terjadi ketika prosesnya tidak dilakukan secara lembut dan perlahan, kukunya panjang dan tidak pakai sarung tangan, kurang lubrikan, atau tidak ada komunikasi sehingga pasangan tidak bisa rileks. Jika pendarahan berlangsung berhari-hari, sebaiknya segera hubungi dokter.

Dikutip dari salah satu artikel di Italian Journal of Gynaecology & Obstetrics pada 2025, vaginal fisting pernah menyebabkan wanita berusia 37 tahun mengalami pendarahan hebat karena ada robekan di dalam vaginanya. Ia segera dioperasi dan untungnya tidak terjadi komplikasi. Disebutkan juga itu pertama kalinya ia dan pasangannya mempraktikkan vaginal fisting.

Vaginal fisting sangat membutuhkan perlakuan yang ekstra lembut dan hati-hati. Risikonya memang ada, tetapi jarang terjadi. Hal ini bisa dihindari selama dilakukan secara perlahan, aman, dan komunikasi terus berjalan. Oleh karena itu, sebelum melakukannya, penting untuk benar-benar menganalisis potensi risikonya serta penanganannya.

Risiko Vaginal Fisting yang Perlu Diketahui

Vaginal fisting aman untuk dilakukan selama cara melakukannya pun benar. Kemungkinan terkena infeksi menular seksual juga akan lebih rendah karena yang digunakan adalah tangan. 

Perlu digarisbawahi, jika terjadi micro tears atau robekan kecil pada dinding vagina, maka peluang untuk terjadinya infeksi menular seksual akan tercipta. Apalagi setelah melakukan fisting dilanjutkan dengan hubungan seks kelamin ke kelamin. Pertukaran cairan saat hubungan seks antarkelamin akan terjadi dan mengenai dinding vagina yang robek.

Apakah Anal Fisting sama dengan Vaginal Fisting?

Prosesnya kurang lebih sama. Namun, anus itu tidak seelastis vagina. Lebih jarang juga orang yang melakukan anal fisting dibanding vaginal fisting. Selain tidak elastis, anus memang bukan organ yang secara alami dirancang untuk penetrasi.

BACA JUGA: Bikin Posisi Misionaris Makin Panas, Coba 21 Cara Ini!

Versi awal artikel ini pada tahun 2022 ditinjau oleh dr. Haekal Anshari, M. Biomed (AAM). 

Penulis: Katharina Menge
Diperbarui: Retno Raminne Nurhaliza Pitoyo
Editor: Dhevita Wulandari
Cover: lookstudio/Magnific