
Tanggung jawab anak sesuai usia bisa mulai diajarkan sejak balita lewat tugas rumah sederhana. Ini daftar tugas rumah anak dari usia 2 tahun hingga remaja.
Pernah nggak, sih, Mommies, merasa capek sendiri karena semua hal di rumah rasanya dikerjakan sendirian? Mainan berantakan, baju kotor numpuk, piring habis dipakai ditinggal begitu saja… sementara anak tinggal lanjut main.
Ujung-ujungnya, Mommies yang beberes. Mommies yang angkat piring. Mommies juga yang jadi “alarm berjalan” setiap hari. Lama-lama bukan cuma capek fisik, tapi juga capek mental karena merasa semua tanggung jawab rumah ada di pundak sendiri.
Padahal sebenarnya, anak bisa mulai diajarkan tanggung jawab sejak kecil, lho. Bahkan dari usia balita sekalipun. Salah satu cara paling sederhana adalah lewat tugas rumah anak sesuai usia yang dilakukan secara rutin di rumah.
Tapi tentu saja, ekspektasinya harus realistis. Jangan berharap anak usia 4 tahun bisa melipat baju serapi orang dewasa atau remaja langsung sadar sendiri tanpa diingatkan. Semua ada prosesnya.
Kabar baiknya, banyak penelitian menunjukkan bahwa memberi tugas rumah sesuai usia bukan cuma membantu orang tua, tapi juga berdampak positif untuk perkembangan anak.
Menurut Psikolog Anak dari Cleveland Clinic, Kate Eshleman, PsyD, tugas rumah membantu anak belajar keterampilan hidup dan rasa tanggung jawab sejak dini. Bahkan, anak usia toddler pun sebenarnya sudah bisa mulai dilibatkan lewat tugas-tugas sederhana.
Hal serupa juga dijelaskan oleh Pediatrician dari Cleveland Clinic, Laura O’Connor, MD.
“Tugas rumah mengajarkan keterampilan penting, seperti kerja sama, kontribusi dalam keluarga, dan tanggung jawab,” jelasnya.
Menariknya lagi, penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Developmental & Behavioral Pediatrics menemukan bahwa anak yang rutin diberi tanggung jawab di rumah cenderung memiliki kemampuan self-regulation, executive function, dan rasa percaya diri yang lebih baik saat tumbuh besar.
Jadi, tugas rumah bukan sekadar soal bantu-bantu orang tua. Ini juga tentang membangun rasa tanggung jawab, kemandirian, dan life skills yang akan dibawa anak sampai dewasa.
Nah, supaya nggak bingung mulai dari mana, berikut daftar tugas rumah anak sesuai usia yang bisa mulai diterapkan di rumah.
BACA JUGA: Merasa Capek Sendiri di Rumah? Ini 5 Tanda Pembagian Tugas Rumah Tangga Nggak Adil

Di usia ini, anak biasanya sedang ada di fase “aku mau sendiri”. Meski hasilnya belum sempurna, justru ini waktu terbaik mengenalkan tanggung jawab kecil.
Tugas rumah untuk balita sebaiknya sederhana dan dilakukan bersama orang tua. Fokusnya bukan hasil akhir, tapi membangun kebiasaan.
Beberapa tugas rumah anak usia 2–3 tahun yang bisa dicoba:
Menurut American Academy of Pediatrics, anak usia prasekolah umumnya memang senang merasa “dibutuhkan” dalam keluarga. Karena itu, melibatkan mereka dalam tugas kecil bisa membantu meningkatkan rasa percaya diri dan kerja sama.
Masuk usia preschool, anak biasanya sudah mulai memahami instruksi lebih baik dan bisa diberi tanggung jawab yang sedikit lebih rutin. Di usia ini, Mommies juga sudah bisa mulai mengenalkan konsep “menyelesaikan tugas sampai selesai”.
Contoh tugas rumah untuk anak usia 4–5 tahun:
Menurut Laura O’Connor, MD, anak-anak sebenarnya senang merasa menjadi bagian dari keluarga dan ikut berkontribusi. Karena itu, tugas rumah sebaiknya dibuat terasa seperti rutinitas bersama, bukan hukuman.
Di usia sekolah dasar, anak biasanya mulai bisa memahami bahwa ada tugas yang memang menjadi tanggung jawab mereka setiap hari.
Di fase ini, penting juga untuk mengajarkan bahwa membereskan sesuatu bukan hanya karena disuruh, tapi karena itu bagian dari menjaga rumah bersama.
Tugas rumah anak usia sekolah yang bisa diberikan:
Penelitian yang dibahas dalam Psychology Today juga menunjukkan bahwa tugas rumah rutin berkaitan dengan meningkatnya rasa mandiri, kemampuan problem solving, dan kepuasan hidup anak.

Nah, di usia pre-teen ini, anak biasanya sudah bisa diberi tanggung jawab yang lebih kompleks dan tidak selalu harus diingatkan setiap saat. Meski begitu, bukan berarti mereka langsung otomatis rajin, ya, Mommies. Tetap perlu proses dan konsistensi.
Contoh tugas rumah untuk anak usia 10–12 tahun:
Menurut child development experts yang diwawancarai Good Housekeeping, anak usia 10 tahun juga mulai perlu belajar life skills seperti mengatur waktu, berbicara untuk dirinya sendiri, hingga melakukan tugas rumah secara mandiri.
Remaja bukan cuma perlu diajarkan akademis, tapi juga keterampilan hidup sehari-hari. Karena jujur, banyak anak yang nilainya bagus tapi bingung pakai mesin cuci atau nggak tahu cara membersihkan kamar mandi.
Di usia ini, mereka sudah bisa diberi tanggung jawab yang lebih nyata dan konsisten.
Contohnya:
Menurut Kate Eshleman, PsyD, tugas rumah perlu disesuaikan dengan usia dan perkembangan anak, termasuk mempertimbangkan kondisi keluarga masing-masing.


Ini yang juga penting. Kadang tanpa sadar, kita berkata, “Kalau nakal, sapu lantai sana!”, “Makanya, sekarang cuci piring!”
Padahal kalau tugas rumah selalu dikaitkan dengan hukuman, anak bisa tumbuh dengan persepsi bahwa membantu di rumah adalah sesuatu yang negatif.
Sebaliknya, coba bangun mindset bahwa semua anggota keluarga memang punya peran masing-masing.
Banyak ahli parenting juga menyarankan untuk fokus pada konsistensi dan apresiasi, bukan kesempurnaan. Karena tujuan utamanya bukan rumah super rapi, tapi membangun kebiasaan dan rasa tanggung jawab.
Mungkin ada anak usia 7 tahun yang sudah bisa melipat baju sendiri, sementara anak lain masih perlu bantuan. Dan itu wajar.
Yang penting bukan membandingkan, tapi melihat perkembangan masing-masing anak.
Mulailah dari tugas kecil, lakukan perlahan, dan jangan berharap langsung sempurna. Karena sama seperti kemampuan lainnya, rasa tanggung jawab juga perlu dilatih terus-menerus.
Karena pada akhirnya, tujuan memberi tugas rumah bukan supaya anak jadi “asisten rumah tangga kecil”. Tapi supaya mereka tumbuh jadi pribadi yang tahu cara bertanggung jawab, peduli pada lingkungan sekitarnya, dan paham bahwa rumah adalah tempat yang dijaga bersama-sama.
Dan siapa tahu, beberapa tahun lagi… Mommies nggak perlu lagi teriak, “Tolong mainannya diberesin!” setiap hari
Cover: Magnific