Kapan Orang Tua Harus Berhenti Membantu Tugas Sekolah Anak? Ini Panduannya!

Parenting & Kids

Rahmasari Muhammad・in 4 hours

detail-thumb

Hati-hati membantu tugas sekolah anak, jangan sampai terlalu terlibat dan menghambat proses belajar serta kemandiriannya. Kenali batasannya.

Buat orang tua, membantu tugas sekolah anak itu hal yang normal, apalagi saat mereka masih belajar mengatur waktu, memahami petunjuk atau konsep, serta masih perlu bimbingan karena kemampuan menyelesaikan masalah yang masih terbatas.

Namun hati-hati dan jangan selalu membantu, karena ada titik di mana bantuan orang tua justru mulai menghambat kemandirian dan proses belajar anak. Tantangannya adalah membedakan, sedang mendampingi atau tanpa sadar mengambil alih tugas dan tanggung jawab anak. Jika hal itu terjadi, saatnya orang tua mundur dan meminimalisir terlibat terlalu banyak dalam membantu anak.

BACA JUGA: Waspada Burnout Anak Sekolah! Psikolog Ungkap Tanda-tanda yang Sering Diabaikan

Tanda Bantuan Orang Tua Masih Wajar

Foto: Magnific

Kenali sejauh mana orang tua boleh terlibat dan batasan orang tua dalam memberi bantuan mengerjakan tugas sekolah si kecil!

  • Anak masih belum memahami instruksi atau petunjuk tugas
  • Anak meminta bantuan secara spesifik misalnya “Aku bingung bagian ini”
  • Bantuan orang tua lebih dalam bentuk mengarahkan atau memberi pancingan ke anak, bukan mengambil alih mengerjakan tugas sekolah anak
  • Anak tetap berpikir dan mengambil keputusan serta konsekuensi sendiri
  • Setelah dibantu di awal, anak mampu melanjutkan tugasnya sendiri

Contohnya dalam kehidupan sehari-hari, Mommies dan Daddies bisa membantu anak menyusun strategi waktu pengerjaan tugas, membagi tugas besar jadi langkah kecil, atau menjelaskan konsep agar anak lebih paham.

Orang tua juga bisa mengingatkan deadline, menjadi teman diskusi, menemani anak riset, membantunya mencari bahan dan informasi, atau mengecek ulang hasil tugas sekolah anak dan memberi tahu anak jika ada yang kurang tepat.

Tanda Orang Tua Harus Berhenti Membantu Tugas Sekolah Anak

Nah, lalu kapan orang tua harus berhenti membantu tugas sekolah anak? Berikut tanda-tanda bantuan orang tua sudah tidak sehat!

1. Anak Jadi Pasif, Hanya Menunggu Tanpa Mau Mencoba

Jika si kecil tidak mau mulai atau mencoba mengerjakan tugas sekolah sebelum ditemani, kemungkinan ia mulai bergantung pada kehadiran dan bantuan orang tua, bukan pada kemampuannya sendiri. Orang tua bisa berhenti sejenak, minta si kecil mencoba 10-15 menit sendiri dulu atau fokus pada proses dan usahanya, bukan hanya pada hasilnya, untuk meminimalisir terlibat terlalu banyak pada tugas sekolah mereka.

2. Orang Tua Lebih Stres atau Berambisi Dibanding Anak

Kalau tugas sekolah anak malah bikin orang tua yang begadang, marah-marah, atau terlalu perfeksionis, ini juga jadi tanda batasan orang tua mulai kabur. Ingat, tugas sekolah adalah alat belajar anak, bukan penilaian kualitas orang tua.

3. Orang Tua Mengambil Alih Pengerjaan

Hati-hati saat tugas sekolah dikerjakan orang tua dengan alasan “agar nilai anak jadi lebih baik” atau “biar anaknya gak kesulitan”. Banyak dampak orang tua selalu mengerjakan tugas sekolah anak, yaitu anak bisa kehilangan kesempatan belajar dari proses, kesalahan, kegagalan, dan usahanya sendiri, yang justru akan bikin anak kurang percaya diri dan kurang resilient.

4. Anak Jadi Cemas

Kalau anak selalu takut salah, gak berani mencoba, atau khawatir hasil tugas sekolahnya jelek jika dikerjakan sendiri, bisa jadi ia terlalu biasa dikoreksi. Orang tua perlu meminimalisir terlibat, bangunlah keberanian mencoba anak, toleransinya terhadap kesalahan, juga rasa percaya dirinya, dimulai dari orang tua memberi kesempatan anak melakukan tugas sekolah dengan kemampuan dan kreativitasnya sendiri. Anak perlu kepercayaan dari orang tua untuk bisa berkembang dengan baik, bukan “diselamatkan” terus menerus.

5. Orang Tua Selalu Pegang Kontrol

Walaupun orang tua perlu mendampingi dan mendukung anak, perlu diingat bahwa tugas sekolah adalah tanggung jawab anak, bukan orang tua. Jadi jika kita masih selalu pegang kendali, atau langsung menghubungi guru untuk hal kecil yang sebenarnya bisa dilakukan anak, waktunya meminimalisir terlibat dalam hidup anak, karena kemandirian dan karakter anak tumbuh saat anak terbiasa berlatih menanggung konsekuensi akibat perbuatannya.

Tips Membantu Anak Mengerjakan Tugas Sekolah

Foto: Magnific

Untuk orang tua, bisa coba gunakan tips di bawah ini agar bantuan kita tepat dan tidak berlebihan, sesuai dengan tahapan usia anak.

  • Usia TK dan SD Kelas 1-2

Lebih banyak didampingi, orang tua membantu anak fokus dalam mengerjakan tugasnya, membangun habit dan konsistensi, misalnya jam rutin mengerjakan tugas atau belajar.

  • Pra-Remaja (Kelas 3-6 SD)

Anak menentukan urutan pengerjaan tugas, belajar mencatat dan membuat checklist dalam mengerjakan tugas sekolah, mulai menyelesaikan masalah dan minta bantuan orang tua jika kesulitan, atau butuh bantuan spesifik misalnya mencari data melalui internet atau bantu mengecek tugas.

  • Remaja (SMP-SMA)

Orang tua lebih sebagai konsultan, sebagai teman diskusi anak, tidak lagi membahas detail harian tapi lebih ke tujuan besar misalnya pilihan sekolah dan jurusan serta strategi mencapainya.

BACA JUGA: 20 Pertanyaan Seru untuk Tanya Kabar Anak Sekolah, Anti Bingung

Paham, sih, buat kita sebagai orang tua memang berat melihat anak kesulitan, takut anak tertinggal, atau ingin cepat mengambil alih untuk menghindari konflik dan proses panjang.

Padahal, anak sangat butuh latihan menghadapi kegagalan, belajar cara memecahkan masalah, dan manajemen diri. Jadi penting buat kita untuk ingat batasan orang tua dan sejauh mana orang tua boleh terlibat dalam membantu mengerjakan tugas sekolah mereka.

Cover: Magnific