banner-detik
FINANCIAL WELLNESS

Biaya Marketplace Naik, Ini Tips Jualan Untung dan Nggak Rugi Banyak

author

Mommies Dailyin 6 hours

Biaya Marketplace Naik, Ini Tips Jualan Untung dan Nggak Rugi Banyak

Biaya marketplace makin tinggi membuat banyak brand besar dan UMKM mulai beralih dari e-commerce. Simak alasan, dampaknya bagi seller, hingga strategi jualan online yang lebih menguntungkan.

Mommies, pernah nggak sih lagi asyik scrolling di e-commerce dan mau checkout skincare langganan, terus merasa kalau harganya naik lumayan banget? Atau mungkin Mommies yang jualan di sana malah lagi pusing tujuh keliling lihat hasil penjualan yang bersihnya makin “tipis” gara-gara kepotong biaya aplikasi?

Kalau iya, Mommies nggak bingung sendirian. Kondisi ini memang lagi ramai dibicarakan di media sosial. Kira-kira apa yang terjadi, ya? Yuk, cek artikel ini sampai akhir, Mommies!

Kenapa Banyak Brand Besar hingga UMKM Mundur dari Marketplace?

Foto: Instagram/somethincofficial

Belakangan ini banyak banget brand besar yang kita kenal seperti THENBLANK, Raecca, True To Skin, Noera Beauty, sampai brand kecantikan favorit seperti Somethinc, memutuskan untuk mundur dari e-commerce dan mulai beralih ke website resmi atau WhatsApp. 

Somethinc, salah satu brand yang mengeluarkan pernyataan, bilang kalau kenaikan harga bahan baku dan perubahan biaya admin jadi alasan mereka kini mengalihkan pelanggannya ke website resmi. 

True To Skin juga sama, dengan memberikan penjelasan yang lebih mendetail, mereka akan segera meluncurkan website resmi supaya pelanggan bisa langsung beli di sana. Dijelaskan oleh co-founder brand itu langsung, kenaikan biaya layanan di aplikasi dengan mempertimbangkan biaya lainnya bisa bikin True To Skin merugi. 

Dari pernyataan brandbrand tersebut (dan mungkin dari lingkungan dan Mommies sendiri jika mengalaminya langsung), ada kesamaan, yaitu perubahan kebijakan biaya di aplikasi yang bikin rugi penjual. Dampaknya juga ke pembeli, dengan bahan baku dan bahan ini-itu naik, harga produk juga bisa meningkat. 

Memang, jenis potongan apa saja yang jadi bikin seller (termasuk UMKM) harus menaikkan harga jual? Buat Mommies yang nggak berkecimpung ke dunia bisnis, berikut rangkuman sederhananya:

  • Biaya Administrasi: Ini potongan wajib per produk yang terjual.
  • Biaya Layanan Program: Misalnya, jika ikut program “Gratis Ongkir EXTRA”, potongannya bisa sekian persen.
  • Biaya Merchant: Terutama kalau Mommies adalah Star Seller atau masuk ke kategori Mall, hal ini tentu datang dengan pros dan cons tertentu.

Selain biaya-biaya di atas, penjual juga harus menanggung biaya lain, antara lain packing, marketing, dan affiliate (jika ada).

Bayangin kalau Mommies jualan barang harga Rp100.000, lalu kepotong admin dan biaya lain yang total bisa belasan ribu rupiah. Belum lagi kalau ada retur. Keuntungan jadi makin tipis, kan?

BACA JUGA: Anti Ribut, 7 Tips Jitu Bangun Bisnis bersama Pasangan dari Perspektif Ahli

Kok, Marketplace Jadi “Mahal”?

Terkait alasan platform besar seperti Shopee hingga TikTok Shop menaikkan biaya layanan, sejauh ini kita hanya bisa membuat asumsi. 

Mengutip unggahan Instagram DNVB, ada yang bilang ini berhubungan dengan situasi geopolitik yang tengah terjadi, atau karena ekonomi yang memang lagi nggak bagus di mana-mana, dan ada juga yang bilang karena pemerintah kurang regulasi yang cukup buat ngelindungin hak-hak penjual. Menurut Mommies gimana?

Tips buat Mompreneurs, Pindah Platform?

Buat Mommies yang punya usaha UMKM dan merasa tercekik biaya aplikasi, bisa tiru strategi brand-brand besar tadi. Nggak harus langsung ninggalin marketplace, kok. Ini beberapa cara yang bisa dilakukan untuk tetap berjualan tanpa menaikkan harga yang signifikan.

1. Beralih ke WhatsApp Business

Kayak brand fashion THENBLANK, mereka mengarahkan pelanggan untuk beli langsung di WhatsApp, selain via website toko. Keuntungannya, nggak ada potongan admin aplikasi.

Untuk pengiriman, Mommies bisa pakai aplikasi shipping aggregator (seperti Biteship, Jubelio, dll) yang menghubungkan pengiriman ke berbagai kurir dalam satu platform.

2. Bikin Website Sederhana

Bikin website sendiri memang harus extra effort dan budget, sih. Brand seperti Somethinc punya website sendiri supaya bisa punya data pelanggan dan bebas kasih diskon tanpa mikirin potongan pihak ketiga.

3. Kasih “Benefit” Lebih untuk Pembelian Langsung

Supaya pembeli mau “repot dikit” pindah dari marketplace ke WhatsApp atau website, kasih mereka alasan. Misalnya, Mommies bisa bikin copy “Beli via WA lebih murah Rp6.000” atau “Dapatkan Free Gift khusus pembelian via website!”.

Dengan begitu, pembeli jadi lebih tergiur, lho!

BACA JUGA: 1o Ide Kerja Kreatif dari Rumah yang Bikin Cuan, Produktif dan Anti Bosan!

Nah, jualan di zaman sekarang memang harus makin kreatif dan “melek” sama perubahan aturan main. Marketplace memang memudahkan, tapi punya jalur jualan mandiri bikin usaha Mommies lebih aman jangka panjang.

Gimana? Masih betah jualan di marketplace atau sudah mulai melipir ke platform lain, Mommies?

Penulis: Retno Raminne Nurhaliza Pitoyo
Cover: tirachardz/Magnific

Share Article

author

Mommies Daily

-

banner-detik

POPULAR ARTICLE

banner-detik
banner-detik

COMMENTS


SISTER SITES SPOTLIGHT

synergy-error

Terjadi Kesalahan

Halaman tidak dapat ditampilkan

synergy-error

Terjadi Kesalahan

Halaman tidak dapat ditampilkan