
Bukan sekadar hiburan, board game juga bisa melatih berbagai skill anak. Yuk, cari tahu manfaat dan rekomendasi board game edukatif untuk si kecil!
Masih menganggap board game cuma sekadar permainan untuk mengisi waktu luang? Padahal, di balik keseruannya, board game bisa jadi alat belajar yang powerful banget buat anak-anak, lho.
Tanpa terasa seperti sedang belajar, anak bisa mengasah berbagai kemampuan penting. Mulai dari berpikir strategis, kerja sama, sampai kemampuan komunikasi. Jadi, kalau Mommies dan Daddies lagi cari aktivitas screen-free yang tetap bermanfaat untuk anak, board game bisa jadi jawabannya.
Sebelum masuk ke rekomendasi, kita bahas dulu kenapa board game layak masuk ke daftar permainan wajib di rumah.
Banyak board game yang mengharuskan anak berpikir sebelum mengambil keputusan. Mereka belajar mempertimbangkan langkah, memahami konsekuensi, dan mencari solusi terbaik.
Board game biasanya dimainkan oleh lebih dari satu orang. Di sini anak belajar menunggu giliran, bekerja sama, bahkan menerima kekalahan dengan lapang dada. Nggak gampang, tapi penting!
Permainan dengan aturan tertentu membantu anak untuk fokus mengikuti alur permainan. Ini juga melatih daya tahan konsentrasi anak.
Beberapa permainan board game melibatkan diskusi atau storytelling. Jenis permainan seperti ini secara nggak langsung biasa membantu meningkatkan kemampuan komunikasi anak.
Menang itu menyenangkan, tapi tetap ingat untuk mengajarkan anak bahwa kalah juga bagian dari proses. Board game mengajarkan anak tentang sportivitas dan mengelola emosi dengan lebih baik.
BACA JUGA: 8 Channel YouTube untuk Anak Belajar Bahasa Inggris, Edukatif dan Menyenangkan!
Nah, ini dia bagian yang paling ditunggu. Berikut beberapa rekomendasi board game yang bukan cuma seru, tapi juga mendidik. Bisa dimainkan anak bareng Mommies dan Daddies, atau juga bareng sepupu-sepupunya di rumah.

Permainan ini sering dianggap paling mudah dan sepele karena hanya mengandalkan dadu untuk melangkah maju atau mundur. Padahal di balik itu, permainan ular tangga bisa mengajarkan anak tentang menerima kemenangan dan kekalahan yang.

Ludo menjadi salah satu permainan yang ramai dilakukan saat kumpul keluarga. Permainan ini butuh keberuntungan untuk mendapatkan angka 6 pada dadu agar bisa keluar dari rumah dan berjalan mengelilingi papan. Anak juga bisa belajar membuat strategi dan membuat keputusan agar bisa terus melaju dan tidak dimakan oleh pion dari warna rumah lainnya.

Permainan klasik ini mengajarkan anak tentang konsep uang, investasi, dan strategi. Anak belajar mengambil keputusan finansial sederhana, seperti mau beli properti atau menabung dulu?

Cocok untuk melatih kemampuan bahasa. Anak diajak menyusun kata dari huruf-huruf yang tersedia. Selain menambah kosakata, juga melatih kreativitas berpikir.

Sering dianggap card game, tapi karena permainan ini membutuhkan aturan dan strategi, UNO sering juga dianggap sebagai board game. Walaupun terlihat sederhana, Uno melatih fokus, strategi, dan kemampuan membaca situasi. Anak juga belajar mengikuti aturan dengan cepat.

Permainan menyusun balok ini melatih koordinasi tangan dan mata, kesabaran, serta strategi. Salah tarik sedikit saja, tumpukan Jenga bisa langsung roboh! Di sini juga letak keseruannya, lho, Mommies dan Daddies!

Permainan tebak karakter ini membantu anak mengembangkan kemampuan berpikir logis dan bertanya dengan efektif. Seru sekaligus bikin penasaran kira-kira siapa karakter yang harus ditebak.

Game ini melatih kerja sama tim dan kemampuan komunikasi. Anak belajar memberi petunjuk yang tepat dan memahami perspektif orang lain.

Board game ini mengajak anak menyusun jalur kereta dengan strategi tertentu. Selain seru, juga melatih perencanaan dan pengambilan keputusan.
BACA JUGA: Nostalgia, Ini 8 Permainan Jadul yang Melatih Fisik dan Sosial Anak
Jadi, Mommies, Daddies, sekarang sudah kebayang kalau board game itu bukan cuma soal seru-seruan? Sesekali, coba ajak anak main board game bareng di rumah. Selain melatih skill anak, ini juga jadi momen bonding yang berkualitas tanpa distraksi gadget.