Sorry, we couldn't find any article matching ''

Kasus Daycare Little Aresha di Yogyakarta: Fakta-Fakta hingga Tips Pilih Day Care Aman
Kasus e Little Aresha Yogyakarta guncang media sosial. 53 anak jadi korban, 13 tersangka ditetapkan. Cek fakta dan tips memilih day care aman di sini.
Beberapa hari ini, media sosial tengah ramai dengan kasus day care Little Aresha di Yogyakarta. Terungkap kondisi puluhan anak yang diduga mengalami perlakuan tidak layak di sana. Kasus ini memunculkan keprihatinan luas, apalagi bagi sesama Mommies.
Padahal, ada beberapa kondisi yang mengharuskan orang tua yang memiliki anak untuk bekerja, mengejar penghasilan, dan bahkan nggak selalu memiliki dukungan pengasuhan dari keluarga terdekat. Oleh karena itu, menitipkan anak di day care sering menjadi solusi. Meski begitu, menitipkan anak bukan keputusan yang mudah bagi setiap orang tua.
Orang tua menitipkan anak dengan harapan mendapatkan pengasuhan yang layak, aman, dan penuh perhatian. Keberadaan day care seharusnya menjadi solusi yang mendukung, bukan justru menimbulkan kekhawatiran bagi orang tua dan membahayakan anak.
Untuk tahu seperti apa kasusnya, cek informasi di bawah ini, Mommies dan Daddies.
BACA JUGA: Jangan Baper, Ini 5 Alasan Anak Lebih Dekat dengan Salah Satu Orang Tua
Fakta-Fakta tentang Kasus Day Care Little Aresha
Foto: detikJogja
Sejak penggerebekan hingga hari ini, sudah ada banyak update yang bisa diikuti. Berikut Mommies Daily rangkum fakta-fakta tentang kasus Little Aresha.
1. Kasus Day Care Little Aresha: Apa yang Terjadi di Yogyakarta?
Kasus day care Little Aresha merupakan kasus dugaan kekerasan dan penelantaran anak di Little Aresha, Umbulharjo, Kota Yogyakarta yang terjadi pada akhir April 2026. Melansir detikJogja dan banyak sumber lainnya, anak-anak balita yang menjadi korban tampak kaki dan tangannya diikat (bukan sekadar dibedong) serta tertidur hanya memakai popok di lantai.
2. Bagaimana Kasus Ini Viral di Media Sosial?
Pada Jumat, 24 April 2026, polisi menggerebek day care Little Aresha dan mengamankan 30 orang untuk dilakukan pemeriksaan, mulai dari pimpinan yayasan, pengasuh, hingga petugas keamanan. Menurut KRJogja.com, penggerebekan ini dilakukan setelah ada laporan yang masuk dari seorang pengasuh kepada Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk Kota Yogyakarta pada Senin, 20 April 2026.
Ditambah, ada seorang Mommies yang membagikan pengalamannya pada hari itu di Threads. Awalnya, ia hendak menjemput anak seperti biasa, tetapi ia sadar ada yang aneh karena terlampau ramai. Ia justru harus melihat video yang menunjukkan anaknya tengah diikat bersama balita lainnya. Unggahan tersebut langsung menarik banyak perhatian netizen dan nggak sedikit pula yang turut bersimpati.
3. 53 Anak Jadi Korban
Menurut hasil pemeriksaan sejauh ini, ada sekitar 53 anak berusia rata-rata di bawah dua tahun yang menjadi korban. Penyelidikan masih berlangsung dan korban mungkin saja bertambah.
4. Kesaksian Orang Tua Korban
Beberapa orang tua korban turut memberikan kesaksian di akun TikTok @pandanganjogja. Salah seorang ibu mengatakan ia melihat kondisi anaknya sedang diikat saat penggerebekan. Meski belum genap sebulan anak dititipkan, sang ibu sudah merasa curiga, tetapi berusaha berpikir positif. Salah satu yang membuatnya mulai curiga adalah ketentuan bahwa ia harus mengabarkan day care 30 menit hingga sejam sebelum menjemput anak.
5. Orang Tua Nggak Punya Akses CCTV
Selain itu, day care tersebut ternyata nggak punya akses CCTV di dalam ruangan penitipan anak sehingga orang tua nggak bisa melihat kondisi secara real time. Menurut salah satu orang tua di akun @pandanganjogja, pihak day care memberikan alasan bahwa di dalam tidak ada CCTV dan sudah ada petugas keamanan yang berjaga setiap malam.
6. Little Aresha Tidak Punya Izin Resmi
Usut demi usut, day care Little Aresha ternyata tidak memiliki izin resmi. Mengutip detikJogja, tempat penitipan anak tersebut sama sekali tidak memiliki izin resmi sebagai TPA atau izin resmi sebagai PAUD/TK.
7. Update Terkini: Polisi Tetapkan 13 Tersangka
Berdasarkan laman Pemerintah Daerah DIY, polisi telah menetapkan 13 tersangka yang terdiri dari 1 kepala yayasan, 1 kepala sekolah, dan 11 orang pengasuh. Sejauh ini, pihak penyidik masih melakukan pemeriksaan untuk mendalami motif dan peran setiap tersangka.

Foto: Hannah Barata/Pexels
Tips Memilih Day Care Aman untuk Anak
Dari kasus di atas, ada beberapa hal yang bisa dijadikan pelajaran ketika memilih tempat penitipan anak.
1. Riset
Mommies punya lebih banyak waktu untuk membandingkan day care dengan memulai lebih awal.
2. Memiliki Izin Resmi
Orang tua perlu memastikan apakah tempat penitipan anak sudah memiliki izin operasional atau belum.
3. Ada Akses CCTV
Memilih day care dengan sistem CCTV yang bisa diakses orang tua.
4. Cek Rasio Pengasuh dan Anak
Semakin kecil rasionya, semakin besar anak bisa mendapatkan perhatian yang optimal.
5. Ada Laporan Harian
Day care yang baik menyediakan laporan harian mengenai jam makan, tidur, dan perkembangan anak.
6. Kunjungi Langsung Lokasi dan Cek Fasilitas
Dengan melihat langsung tempatnya, orang tua bisa memastikan kebenaran fasilitasnya apakah sesuai klaim atau tidak.
7. Minta Trial
Mommies bisa meminta trial untuk menitipkan anak sebelum benar-benar memutuskan.
8. Tanya Rekomendasi dari Orang Terdekat
Biasanya, keluarga atau teman sering memberikan gambaran jujur berdasarkan pengalaman langsung di day care yang mereka rekomendasikan.
Jangan Salahkan Orang Tua Korban
Adanya kasus day care di Yogyakarta yang menelantarkan anak-anak bukan berarti orang tua yang menitipkan anak di day care itu salah, lho. Menyalahkan orang tua korban bukan solusi, melainkan hanya menambah beban mental di tengah situasi yang sudah berat.
Apa pun alasan orang tua memakai jasa day care untuk anaknya, bukankah seharusnya day care menjadi tempat aman buat para anak-anak ini? Tempat mereka bisa bermain, belajar dan beristirahat.
Berhenti mengkritik dan menyudutkan orang tua yang memilih menggunakan jasa day care untuk mengurus anak. Karena kita nggak pernah ada di posisi orang tua tersebut. Nggak ada juga orang tua yang mau anaknya kenapa-kenapa.
Belajar untuk punya empati dan belajar mengerem jari sebelum menulis sesuatu yang menyakiti orang lain yang mungkin sama berjuang seperti kita.
Sebaliknya, fokus perlu diarahkan pada pengawasan yang lebih ketat dan penegakan hukum yang tegas bagi para pelaku dan pemerintah agar bisa mengeluarkan aturan pendirian day care.
BACA JUGA: 10 Manfaat Menitipkan Anak di Day Care, Mommies Wajib Tahu!
Kini, yang terpenting adalah merangkul para orang tua dan anak yang menjadi korban dan memastikan kasus ini diusut sampai tuntas. Bagi para orang tua, ini juga bisa menjadi pelajaran untuk tetap waspada ketika memilih day care dan peka terhadap perilaku si kecil. Setiap anak berhak tumbuh dalam lingkungan yang aman. Semoga kejadian serupa tidak terulang ke depannya.
Penulis: Retno Raminne Nurhaliza Pitoyo
Cover: Freepik/Dragen Zigic
Share Article


POPULAR ARTICLE





COMMENTS