Jangan Baper, Ini 5 Alasan Anak Lebih Dekat dengan Salah Satu Orang Tua

Parenting & Kidsdetail-thumb

Anak lebih dekat dengan salah satu orang tua? Cari tahu penyebabnya, dari ikatan emosional hingga pola asuh, plus cara bijak menghadapinya tanpa drama. 

Kalau ditanya siapa yang lebih saya sayang, ayah saya atau ibu saya? Maka jawaban saya adalah ayah saya. Dia memang bukan tipe ayah yang bicara lemah lembut, apalagi menunjukkan afeksi dengan pelukan, justru keras dan tegas. Tapi di balik sikap kerasnya, ada banyak tindakan diam-diamnya yang justru nunjukin betapa beliau sayang sama saya. 

Saya yakin bukan hanya saya, anak yang melakukan playing favorite, cenderung lebih dekat sama salah satu orang tua saja

Fenomena playing favorite ini nyatanya umum terjadi di banyak keluarga. Alhasil, banyak orang tua diam-diam bertanya: kenapa sih anakku lebih memilih salah satu dari kami? Pertanyaan ini sering kali membawa rasa bersalah, cemburu, kesal, bahkan rasa takut kalau mereka dianggap bukan orang tua yang baik.

Tapi tenang, Mommies. Ini bukan soal siapa yang lebih disayang, melainkan soal ikatan emosional (attachment).

BACA JUGA: Postpartum Depression (PPD) vs Baby Blues: Sering Dianggap Normal, Padahal Kondisi Medis Serius

Kenapa Anak Lebih Dekat dengan Salah Satu Orang Tua?

Aninda, S.Psi, M.Psi.T., Praktisi Psikologi Anak Usia Dini, menjelaskan bahwa playing favorite ini mungkin terjadi bahkan ketika anak masih di usia balita. Karena di usia balita ini, anak sudah mulai bisa membedakan pola asuh atau perilaku yang diterima dari lingkungannya.

Normal nggak sih kondisi ini? “Dikatakan normal as in “sehat” sebetulnya tidak, tapi banyak anak yang mengalami hal ini,” terangnya lagi.

Foto: Polesie Toys/Pexels

Ada beberapa penyebab yang membentuk siapa yang mendapat “perlakuan VIP” dari si kecil pada momen-momen tertentu:

1. Kenyamanan dan Rutinitas

Anak cenderung membangun ikatan terkuat dengan orang tua yang paling banyak menghabiskan waktu bersamanya. Tapi uniknya, ini bisa bekerja sebaliknya. Jika anak jarang bertemu salah satu orang tua, mereka bisa memberikan “perlakuan VIP” saat orang tua tersebut pulang, hanya karena waktu bersamanya terasa langka dan berharga.

Psikolog Aninda menjelaskan, “Pasti ada penyebab mengapa akhirnya anak memfavoritkan salah satu orang tuanya. Untuk orang tua yang difavoritkan, anak mungkin merasa nyaman, aman, dibela, dilindungi, dan perasaan-perasaan positif lainnya. Namun, untuk orang tua yang tidak difavoritkan, anak merasa sebaliknya. Bisa jadi adanya rasa takut, tidak nyaman, atau mungkin juga pengalaman traumatis.”

2. Fase Perkembangan Anak

Hari ini mungkin anak bilang, “Cuma mau Mama yang bacain cerita sebelum aku tidur!”, tapi besok bisa berubah jadi “Papa yang paling hebat!”. Usia, gender, dan kebutuhan emosional semuanya berperan. Sangat umum bagi anak untuk berganti favorit seiring bertumbuhnya mereka.

3. Gaya Pengasuhan Orang Tua

Cara kita mengasuh itu sangat berpengaruh. Sikap, pendekatan, dan perilaku kita membentuk bagaimana anak terhubung dengan kita.

“Penting bagi orang tua mencari tahu alasan mengapa ada salah satu yang difavoritkan. Apakah itu berasal dari pola asuh yang kurang tepat, pengalaman traumatis yang dialami anak dari tindakan orang tuanya, atau sesederhana (tapi berbahaya) perbedaan bentuk pola asuh antara ayah dan ibu yang membentuk adanya “bad cop and good cop”. Misal, sebetulnya ayah berniat untuk mengajarkan disiplin pada anak-anaknya, tapi karena pola asuh ibu lebih permisif, jadi membuat pola asuh ayah terkesan tidak menyenangkan di mata anak-anaknya,” terang Psikolog Aninda.

4. Ketersediaan Waktu Orang Tua

Terkadang ini soal logistik. Bagi anak-anak, keteraturan dan rutinitas berarti kenyamanan dan keamanan. Waktu one-on-one yang konsisten dan tenang akan memperkuat ikatan.

5. Keamanan Emosional Anak

Anak akan mendekat pada orang tua yang membuat mereka merasa dilihat, didengar, dan diterima. Jadi, membangun lingkungan yang menghargai komunikasi dan keterbukaan itu kunci utama.

BACA JUGA: 10 Skill Baru Orang Tua Setelah Punya Bayi yang Nggak Pernah Dilatih, tapi Langsung Jago!

Playing Favorite Ada Masa Kedaluwarsanya

Lagi nggak jadi orang tua favorit minggu ini? Jangan panik dulu! Ini bukan refleksi dari harga diri kita sebagai orang tua. Ini adalah bagian perkembangan yang normal (dan sementara!).

Hal terbaik yang bisa kita lakukan adalah tetap tenang, tetap hadir, dan mengingatkan diri sendiri: ini adalah fase, bukan selamanya. Psikolog Aninda bilang “masa kedaluwarsa” ini mungkin sekali terjadi, namun perlu ada beberapa catatan penyebabnya.

Cara Menghadapi saat Anak Lebih Dekat dengan Salah Satu Orang Tua

Yang pertama, anak sudah cukup dewasa untuk memaafkan dan mengerti alasan mengapa orang tuanya berperilaku seperti yang dulu membuatnya tidak suka. Yang kedua, adanya perubahan perilaku yang dilakukan oleh orang tua tersebut.

Jika Mommies/Daddies sedang tidak difavoritkan

Jangan panik. Ingat, ini fase sementara. Kuncinya adalah sabar dan tetap dekat. Perasaan anak itu nyata, tapi juga bisa berubah-ubah. Jangan buat anak merasa bersalah. Pastikan si kecil tidak merasa kalau ia menyakiti hati Mommies karena memilih ayahnya. Semakin bebas mereka bergerak di antara kalian berdua, semakin cepat polarisasi ini akan melunak.

Jika Mommies/Daddies sedang jadi orang tua favorit

Gunakan pengaruh itu dengan bijak. Jangan malah senang sendirian. Bicarakan hal-hal positif tentang pasangan di depan anak. Ajak pasangan masuk ke dalam waktu bermain.

Berikan waktu khusus. Pastikan pasangan dan anak punya waktu berdua tanpa kehadiran orang tua yang difavoritkan. Anak-anak membangun kepercayaan melalui pengulangan, dan mereka butuh kesempatan untuk merasakan bahwa kedua orang tuanya sama-sama bisa diandalkan.

Jangan malah jadi saingan

Satu hal yang perlu diwaspadai: jangan bersaing untuk mendapatkan kedekatan atau secara halus memberi sinyal bahwa orang tua yang lain kurang mampu. Anak-anak bisa menangkap sinyal ini, dan itu malah akan memperburuk keadaan.

Alasan Anak Lebih Dekat dengan Salah Satu Orang Tua

Foto: Pavel Danilyuk/Pexels

Tips agar Kedekatan Anak dengan Orang Tua Tetap Seimbang

Menjadi “pemain cadangan” bagi anak sendiri memang rasanya nggak enak. Berikut beberapa tips supaya tetap grounded:

1. Jangan dipaksa

Memaksakan diri pada anak yang sedang mencari orang tua lain hanya akan memperburuk situasi. Tetaplah berada di dekat mereka dan tunjukkan kalau kita ada, tapi jangan tersinggung.

2. Kompak sebagai tim

Biarkan anak melihat kalian berdua bekerja sama. Alih-alih bilang “Kamu kan tadi minta Papa,” coba katakan, “Papa dan Mama sama-sama senang main ini sama kamu. Yuk, kita main bareng hari ini.”

3. Normalkan perasaan kita

Bagi orang tua yang ditolak, pasti rasanya campur aduk. Itu wajar kok. Curhatlah ke pasangan, bukan ke anak. Ingat, ini bukan serangan personal.

4. Ubah rutinitas secara perlahan

Jika satu orang tua selalu melakukan ritual tidur atau mandi, mulailah melibatkan kedua orang tua secara bertahap.

5. Cari “ritual khusus” berdua anak

Entah itu bikin pancake di Minggu pagi atau nyanyi lagu lucu saat mandi, buatlah satu kegiatan yang hanya dilakukan berdua dengan Mommies atau Daddies. Anak-anak sangat suka rutinitas, dan itu membangun ikatan yang kuat.

6. Responsif dan konsisten

Selalu tunjukkan kehangatan, kasih sayang, dan jadilah orang tua yang bisa ditebak perilakunya (konsisten).

7. Hargai anak apa adanya

Cintai mereka karena siapa mereka, bukan karena apa yang mereka lakukan atau seberapa dekat mereka dengan kita.

Apa yang JANGAN Dilakukan Orang Tua?

  • Jangan permalukan anak karena pilihan mereka.
  • Jangan berkompetisi dengan pasangan.
  • Jangan jadikan ini ukuran kesuksesan parenting.

BACA JUGA: Hentikan Sekarang! 15 Kalimat yang Diam-diam Merusak Kesehatan Mental Anak

Pada akhirnya, fase anak yang lebih dekat dengan salah satu orang tua adalah hal yang bisa berubah seiring waktu. Yang terpenting adalah kita tetap hadir dengan kasih sayang yang stabil. Fase ini mungkin terasa berat, tapi dengan komunikasi yang baik antara suami-istri dan perubahan pola asuh yang lebih seimbang, si kecil akan menyadari bahwa cinta kedua orang tuanya sama besarnya.

Cover: Pavel Danilyuk/Pexels