Tabung Baby Whip N2O: Bahaya Gas Tertawa bagi Kesehatan

Self

Mommies Daily・in 5 hours

detail-thumb

BPOM amankan 102 tabung Baby Whip berisi gas N2O. Simak bahaya penyalahgunaan laughing gas yang bisa sebabkan gangguan saraf hingga kematian. 

Distribusi ilegal produk Baby Whip berhasil diamankan oleh BPOM bersama Bareskrim Polri. Melansir laman BPOM, aksi penggerebekan tersebut berlangsung pada Kamis, 4 April 2026. Sebanyak 51 tabung 2,2 liter, 42 tabung 640 gram, dan 9 tabung valve ditemukan, serta 26 tabung kosong berbagai ukuran juga diamankan.

Baby Whip merupakan produk yang mengandung gas N2O. Secara legal, produk ini berfungsi di bidang medis dan pangan. Namun, banyak yang menyalahgunakannya.

Fenomena penyalahgunaan gas N2O sedang menjadi tren gaya hidup di kalangan anak muda. Namun, menyebutnya sebagai “tren” terasa tidak tepat, sebab ini tidak seharusnya menjadi gaya hidup, apalagi yang populer, karena dampaknya sangat berbahaya terhadap kesehatan. Hal ini justru bisa menjadi pengingat dan imbauan terutama untuk Mommies dan Daddies sebagai orang tua agar lebih awas dengan kehidupan anak remajanya.

BACA JUGA: Label Nutri-Level: Cara Memilih Makanan dan Minuman yang Lebih Sehat

Apa Itu Baby Whip?

BPOM Amankan 102 Tabung Baby Whip N2O: Bahaya Gas Tertawa bagi Kesehatan

Foto: detikFoto

Baby Whip merupakan merek sebuah tabung gas yang mengandung dinitrogen monoksida (N2O) dan dikemas dengan warna biru muda. Gas N2O (dikenal juga sebagai laughing gas atau gas tawa) yang terkandung di dalamnya secara legal digunakan untuk bidang medis sebagai anestesia ringan dan industri pangan sebagai propelan krim kocok. Produk ini bukan untuk bayi terlepas dari namanya yang seperti demikian.

Kenapa Diminati Anak Muda: Gas N2O untuk “Euforia Instan”

Fenomena penyalahgunaan gas N2O tampak lebih banyak disorot setelah menjadi dugaan penyebab kematian influencer muda pada awal tahun ini. Meskipun secara legal sudah jelas fungsinya, gas N2O banyak disalahgunakan untuk hiburan karena memberikan efek “euforia instan” terhadap penghirupnya. Mengutip laman BPOM, gas N2O masuk ke dalam otak dengan cepat dan memengaruhi sistem saraf pusat dengan mengurangi rasa sakit dan menimbulkan efek tenang, ringan, dan euforia. Hal ini bisa berbahaya.

Bahaya Penyalahgunaan Gas N2O dalam Baby Whip

Produk Baby Whip yang mengandung gas N2O berbahaya jika tidak digunakan sesuai fungsi. Berikut penjelasannya:

1. Otak

Sensasi “nge-fly” atau melayang yang dirasakan sebenarnya sinyal dari otak yang sedang sekarat karena kekurangan oksigen (hipoksia). Selain itu, pengguna juga bisa mengalami disorientasi, mudah lupa, hilang kesadaran, depresi, halusinasi, paranoia, dan inaktivasi vitamin B12.

2. Mulut, Hidung, Tenggorokan, dan Bibir

Mulut, hidung, tenggorokan, dan bibir yang menjadi pintu utama masuknya gas N2O juga bisa mengalami rangkaian dampak buruk, seperti saluran pernapasan yang lumpuh, tenggorokan membeku, dan sesak napas.

3. Paru-Paru

Pada paru-paru, gas N2O menyebabkan kesulitan bernapas dan bisa memicu sesak napas yang berat.

4. Hati

Pada hati atau jantung, penyalahgunaan gas N2O bisa mengakibatkan detak jantung yang lambat atau abnormal, serangan jantung, hingga kematian mendadak.

5. Kehilangan Vitamin B12

Gas N2O merupakan salah satu zat kuat yang bisa menghancurkan vitamin B12 dalam tubuh. Vitamin B12 penting untuk merawat lapisan pelindung saraf tubuh. Jika vitamin B12 “hilang” akibat zat N2O, dampak gejalanya mulai dari kesemutan, mati rasa, hingga kelumpuhan.

Contoh Kasus yang Pernah Terjadi

Seperti yang sudah disebutkan, fenomena penyalahgunaan gas N2O berkaitan dengan kematian influencer muda bernama Lulu Lahfah pada 23 Januari 2026. Penemuan gas tabung N2O merek Whip Pink di apartemennya diduga menjadi penyebab kematian perempuan berusia 26 tahun itu. Whip Pink dan Baby Whip merupakan produk serupa yang sama-sama mengandung gas N2O.

Imbauan untuk Remaja dan Dewasa

Baik bagi anak remaja dan orang dewasa, gas N2O bukanlah zat yang aman untuk digunakan di luar konteks yang diperuntukkan. Dampaknya berbahaya, bahkan bisa menyebabkan kematian. Hal-hal yang instan tidak sepadan jika ditukar dengan nyawa.

Selain itu, peran lingkungan juga sangat krusial dalam mencegah penyalahgunaan. Sebagai orang tua, Mommies dan Daddies jangan lelah mengedukasi anak mengenai bahaya zat adiktif dan perilaku berisiko yang bisa membahayakan keselamatan diri. Membangun komunikasi terbuka tanpa stigma juga bisa menjadi cara untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Upaya pencegahan yang konsisten akan membantu remaja membuat keputusan yang lebih sehat dan bertanggung jawab.

BACA JUGA: 20 Makanan yang Baik untuk Kesehatan Jantung, Enak dan Gampang Diolah 

Penulis: Retno Raminne Nurhaliza Pitoyo
Cover: Freepik