Sorry, we couldn't find any article matching ''

Infografik: Panduan Sleep Training Bayi 0-24 Bulan, Bayi Jadi Tidur Nyenyak dan Mandiri
Agar kualitas tidur anak bisa terjaga untuk menunjang tumbuh kembangnya, berikut panduan sleep training bayi usia 0–24 bulan untuk Mommies dan Daddies.
Bayi yang bisa menenangkan diri dan tidur sendiri sangat bisa meningkatkan waktu istirahat dan kualitas tidur Mommies pada malam hari. Nggak ada lagi terbangun karena si kecil menangis dan begadang sampai mereka kembali terlelap. Maka dari itu, Mommies bisa menerapkan sleep training pada bayi. Bagaimana caranya?
Pada dasarnya, sleep training adalah latihan tidur agar bayi bisa tidur lebih nyenyak pada malam hari tanpa ketergantungan bantuan orang tua. Dengan beberapa metode sleep training, bayi dapat terbiasa tidur sendiri dan punya kebiasaan tidur yang sehat.
Mengutip Happy Little Sleeper, pendekatan atau metode sleep training berbeda untuk setiap tahapan usia bayi. Kuncinya adalah orang tua perlu konsisten dan sabar meskipun realitanya tidak semudah teori.
Sejalan dengan itu, Sleep Foundation menyebutkan bahwa proses menerapkan sleep training bisa sangat emotionally draining baik bagi bayi dan orang tua.
BACA JUGA: New Mom Burnout: Kenapa Ibu Baru Merasa Kewalahan dan Cara Mengatasinya
Panduan Sleep Training Bayi 0–24 Bulan
Mengutip Sleep Foundation, sleep training adalah proses membantu bayi belajar untuk tertidur secara mandiri dan tetap tidur sepanjang malam. Menerapkan sleep training bersifat opsional tergantung keinginan Mommies dan Daddies.
Teruntuk para orang tua, berikut panduan sleep training untuk bayi berusia 0–24 bulan. Teruntuk para orang tua, berikut panduan sleep training untuk bayi berusia 0–24 bulan.

Foto: Mommies Daily
Proses sleep training tidak selalu mudah dan perlu banyak waktu. Ingat, setiap bayi unik, mereka punya ritme dan respons yang berbeda-beda. Dengan pendekatan yang tepat, suasana yang nyaman, serta rutinitas yang teratur, sleep training bisa membantu bayi tidur tidur lebih nyenyak tanpa sedikit-sedikit terbangun. Bayi bisa tidur mandiri, Mommies pun happy!
BACA JUGA: MD New Parents 101: Sleep Training untuk Bayi 0-24 Tahun, Perlukah?
Penulis: Retno Raminne Nurhaliza Pitoyo
Cover: Kasia Mizera/Pexels
Share Article


POPULAR ARTICLE




COMMENTS