banner-detik
PARENTING & KIDS

Hiperemesis Gravidarum: Kondisi Mual Parah Seperti yang Dialami Shenina Cinnamon saat Hamil

author

Mommies Dailyin 6 hours

Hiperemesis Gravidarum: Kondisi Mual Parah Seperti yang Dialami Shenina Cinnamon saat Hamil

Shenina Cinnamon sempat keluar-masuk rumah sakit akibat hiperemesis gravidarum. Kenali kondisi mual dan muntah parah yang berbeda dari morning sickness biasa.

Shenina Cinnamon membagikan kabar baik melalui akun media sosialnya beberapa hari lalu. Setelah sempat keluar-masuk rumah sakit akibat hiperemesis gravidarum yang dialaminya selama awal kehamilan, kini kondisinya dikabarkan mulai membaik.

Hiperemesis gravidarum (HG) adalah kondisi mual dan muntah parah yang dialami ibu hamil, dan tingkatnya lebih berat dibandingkan morning sickness biasa.

HG berbeda dengan mual dan muntah pada umumnya. Melansir Cleveland Clinic, kondisi ini ditandai dengan mual dan muntah yang terjadi terus-menerus dalam sehari, disertai pusing atau sakit kepala. Akibatnya, ibu hamil bisa mengalami dehidrasi hingga penurunan berat badan. Dalam beberapa kasus, pasien bahkan perlu dirawat di rumah sakit untuk mendapatkan cairan infus.

Apakah HG normal dialami ibu hamil? Ya, tetapi kondisinya tergolong jarang, hanya terjadi pada sekitar 0,3–3% kehamilan, seperti dikutip dari National Center for Biotechnology Information (NCBI).

Meski tidak banyak terjadi, sebagian ibu hamil ternyata memiliki pengalaman serupa. Hal ini juga terlihat dari kolom komentar di unggahan Shenina, yang dipenuhi cerita dari sesama ibu hamil.

“aku juga kaya shenina dan sekarang udah kembali hidup karena udah tm2, tm1 bener2 kaya patung di atas kasur😂” – @k*****w

“Iya kak akupun hamil anak ke1 dan ke2 sama² hyperemesis tapi yakinlah badai pasti berlalu 😂 masuk tm3 alhamdulillah aman malah makan makin rampus” – @c************r

BACA JUGA: Penting Dilakukan, Ini 7 Tes Kesehatan untuk Program Kehamilan Mommies

Apa Penyebab Hiperemesis Gravidarum?

Melansir Cleveland Clinic, penyebab pasti HG masih belum diketahui. Namun, peningkatan hormon selama kehamilan diduga menjadi salah satu faktor utama.

Salah satunya adalah hormon HCG (human chorionic gonadotropin), yaitu hormon yang diproduksi selama kehamilan. Kadar hormon ini mencapai puncaknya sekitar usia kehamilan 10 minggu, yang juga menjadi periode saat banyak ibu hamil mengalami gejala paling parah.

Selain itu, peningkatan hormon estrogen juga diyakini berperan dalam memicu rasa mual dan muntah.

Apa Saja Gejala Hiperemesis Gravidarum?

HG umumnya terjadi pada trimester pertama kehamilan (0–13 minggu). Namun, pada beberapa kasus, gejalanya bisa berlangsung lebih lama, bahkan hingga mendekati persalinan.

Kondisi ini dapat membuat ibu hamil sangat kelelahan dan sulit menjalani aktivitas sehari-hari. Berikut beberapa gejala umum hiperemesis gravidarum:

  • Mual dan muntah parah (lebih dari tiga kali sehari)
  • Tidak mampu menahan makanan atau cairan
  • Pusing atau kepala terasa ringan
  • Dehidrasi
  • Penurunan berat badan
  • Kelelahan ekstrem
  • Frekuensi buang air kecil berkurang
  • Sakit kepala
  • Pingsan

Jika Mommies mengalami gejala yang lebih parah dari mual dan muntah biasa, sebaiknya segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

Bagaimana Penanganan Hiperemesis Gravidarum?

Foto: Freepik

Penanganan HG akan disesuaikan dengan tingkat keparahan gejala, kondisi hidrasi, serta kemampuan ibu hamil dalam mengonsumsi makanan atau minuman.

Dikutip dari Cleveland Clinic, beberapa penanganan untuk kasus ringan meliputi:

1. Perubahan gaya hidup

Mommies bisa mencoba menggunakan gelang akupresur atau mengonsumsi jahe untuk membantu meredakan mual.

2. Perubahan pola makan

Makan dalam porsi kecil tetapi sering (sekitar setiap dua jam) dengan makanan yang cenderung hambar dan kering bisa membantu. Contohnya seperti biskuit, roti panggang, kentang, atau nasi. Hindari makanan tinggi lemak karena dapat memicu mual.

3. Obat antimual

Dokter mungkin akan meresepkan obat untuk membantu meredakan gejala. Hindari mengonsumsi obat tanpa konsultasi terlebih dahulu.

4. Menghindari pemicu

Beberapa ibu hamil memiliki pemicu tertentu, seperti bau tertentu atau perjalanan dengan kendaraan. Menghindari hal-hal ini bisa membantu mengurangi gejala.

Untuk kasus yang lebih parah, seperti muntah terus-menerus atau kondisi yang membutuhkan pemantauan ketat, pasien mungkin perlu dirawat di rumah sakit.

Apakah Hiperemesis Gravidarum Bisa Dicegah?

HG tidak dapat dicegah sepenuhnya. Namun, dengan mengenali risikonya, Mommies bisa lebih siap menghadapinya.

Kabar baiknya, pada banyak kasus, gejala HG akan mereda seiring bertambahnya usia kehamilan. Jadi, meski terasa berat di awal, kondisi ini biasanya tidak berlangsung selamanya.

BACA JUGA: Istri Morning Sickness saat Hamil, Ini 7 Cara Jadi Suami yang Suportif

Ditulis: Retno Raminne Nurhaliza Pitoyo

Cover: Freepik

Share Article

author

Mommies Daily

-

banner-detik

POPULAR ARTICLE

banner-detik
banner-detik

COMMENTS


SISTER SITES SPOTLIGHT

synergy-error

Terjadi Kesalahan

Halaman tidak dapat ditampilkan

synergy-error

Terjadi Kesalahan

Halaman tidak dapat ditampilkan