banner-detik
SEX & RELATIONSHIP

Menghisap Puting Bikin Susah Hamil? Ini Penjelasan Dokter Sp.OG

author

Dhevita Wulandariin 6 hours

Menghisap Puting Bikin Susah Hamil? Ini Penjelasan Dokter Sp.OG

Menghisap puting bisa menjadi salah satu aktivitas dalam melakukan hubungan intim. Tapi, apakah benar menghisap puting bisa bikin susah hamil?

Banyak pasangan yang mendambakan kehadiran anak setelah menikah. Namun, sebelum itu, ada proses dan masa kehamilan yang harus dijalani. Agar bisa cepat hamil dan memiliki momongan, ada beberapa hal yang penting untuk diketahui dan dilakukan. Mulai dari cek masa subur, mengonsumsi makanan yang sehat, berhenti merokok, hingga tentu saja rutin melakukan hubungan intim.

BACA JUGA: Ukuran Bukan Segalanya: 18 Tips Bercinta untuk Penis Kecil agar Hubungan Makin Memuaskan

Menghisap Puting Diklaim Bikin Susah Hamil

Banyak pembahasan di media sosial soal menghisap puting bisa mengakibatkan istri sulit hamil. Di salah satu video, seorang dokter spesialis obstetri dan ginekologi menjelaskan bahwa menghisap puting dapat mengeluarkan hormon prolaktin yang tinggi sehingga menghambat follicle-stimulating hormone (FSH) untuk membuat indung telur menjadi besar dan mampu bertelur.

Duh, lalu bagaimana nih, Mommies?

Foto: Pavel Danilyuk/Pexels

Penjelasan Dokter Sp.OG soal Stimulasi Puting dan Prolaktin

Agar lebih jelas dalam memahami hal ini, Mommies Daily bertanya langsung pada dr. Darrell Fernando, SpOG, MRCOG, MM, MARS, FICS. Beliau menjelaskan, “Memang secara teoritis menghisap puting atau stimulasi pada puting susu bisa meningkatkan hormon prolaktin. Tetapi jika dikatakan bisa sampai menyebabkan kesulitan hamil, maka ada beberapa hal yang harus diperhatikan.”

“Memang peningkatan kadar prolaktin bisa menghambat pematangan sel telur, tetapi jika terjadi secara terus-menerus. Pada siklus yang normal pun, ketika seseorang mengalami kondisi stres, kurang tidur, dan kelelahan, hal ini juga bisa meningkatkan kondisi prolaktin. Jika kondisi prolaktin naik secara signifikan dan terus-menerus, maka bisa menyebabkan gangguan kesuburan. Kalau hanya sementara, tidak akan menyebabkan gangguan kesuburan. Prolaktin yang naik bisa turun lagi sekitar 30 sampai 50 menit,” jelas dr. Darrell.

dr. Darrell juga menyampaikan, “Selanjutnya, jika ada aktivitas stimulasi puting susu yang menyebabkan prolaktin naik, maka akan turun lagi sekitar kurang lebih 1 jam. Jadi, sebenarnya tidak ada hubungannya, kecuali mungkin ada penyebab lain yang menyebabkan peningkatan kadar prolaktin. Misalnya masalah pada tiroid dan juga adanya tumor pada kelenjar pituitari di otak.”

Apa Saja Penyebab Susah Hamil yang Sebenarnya?

Foto: RDNE Stock project/Pexels

Susah hamil bisa disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya:

  • Wanita tidak mengalami ovulasi.
  • Infertilitas pada pria.
  • PCOS (Polycystic Ovary Syndrome).
  • Masalah pada tiroid.
  • Terlalu kurus atau terlalu gemuk (obesitas).
  • Terlalu banyak merokok dan olahraga berlebihan.
  • Stres.

Dan masih ada beberapa faktor lainnya yang perlu dievaluasi oleh dokter secara langsung.

Sehingga Mommies dan pasangan yang ingin punya anak atau sedang menjalani program hamil sebaiknya cek dan konsultasikan langsung dengan dokter spesialis kandungan (Sp.OG)  agar kehamilan bisa terjadi dengan cepat dan sehat.

BACA JUGA: Bikin Posisi Misionaris Makin Panas, Coba 21 Cara Ini!

Cover: cookie_studio/Freepik

Share Article

author

Dhevita Wulandari

-

banner-detik

POPULAR ARTICLE

banner-detik
banner-detik

COMMENTS


SISTER SITES SPOTLIGHT

synergy-error

Terjadi Kesalahan

Halaman tidak dapat ditampilkan

synergy-error

Terjadi Kesalahan

Halaman tidak dapat ditampilkan