banner-detik
SELF

Hara Hachi Bu: Kebiasaan Makan Orang Jepang yang Bikin Sehat dan Panjang Umur

author

Mommies Dailyin 6 hours

Hara Hachi Bu: Kebiasaan Makan Orang Jepang yang Bikin Sehat dan Panjang Umur

Hara hachi bu adalah kebiasaan makan orang Jepang yang dipercaya menjadi salah satu rahasia umur panjang dan kesehatan tubuh. Cek manfaat, cara menerapkannya, dan siapa yang cocok menjalankannya di sini. 

Diet bukan selalu berarti menyiksa diri. Ada jenis-jenis pola makan yang bisa Mommies ikuti tanpa harus kelaparan setengah mati. Kali ini, Mommies akan mengungkap informasi mengenai kebiasaan makan orang Jepang yang berkaitan dengan umur panjang dan kesehatan tubuh. Kebiasaan tersebut dikenal dengan istilah Hara Hachi Bu.

Menariknya, Hara Hachi Bu mengajarkan pendekatan yang lebih santai dan mindful. Maksudnya, Mommies tetap bisa menikmati makanan tanpa harus merasa bersalah, asalkan tahu kapan harus berhenti.

BACA JUGA: Label Nutri-Level: Cara Memilih Makanan dan Minuman yang Lebih Sehat

Apa Itu Hara Hachi Bu?

Foto: Freepik

Mengutip Fukkoshi dkk. (2015), Hara Hachi Bu, yang berarti makan hingga 80% kenyang, adalah praktik tradisional dari orang Okinawa di Jepang yang melibatkan pendekatan intuitif dalam mengontrol asupan makanan, yaitu dengan berhenti makan secara mindful (sadar) sebelum merasa kenyang.

Sejalan dengan itu, dosen Departemen Gizi Kesehatan UGM juga menyebutkan Hara Hachi Bu sebagai konsep mindful eating atau menikmati makan dengan kesadaran penuh. Hal ini telah lama menjadi budaya makan masyarakat Okinawa yang punya rata-rata angka harapan hidup lansia hingga 80 tahun. Berbeda dengan masyarakat Indonesia yang secara umum punya rata-rata usia harapan hidup hingga 72 tahun.

Apakah Mommies bisa mempelajari mindful eating? Tentu saja bisa. Mindful eating bukan sesuatu yang otomatis dimiliki, tetapi keterampilan yang bisa dipelajari dan berdampak positif pada perilaku makan yang bermasalah. Mommies bisa belajar untuk lebih sadar terhadap rasa lapar, kenyang, dan alasan di balik keinginan makan (karena emosi atau kebiasaan). 

Prinsip mindful eating juga sangat cocok diterapkan untuk era sekarang. Banyak orang yang makan sambil terdistraksi sering kali menggunakan gawai untuk menonton video. Kebiasaan baru ini bikin kita kehilangan momen untuk benar-benar menikmati asupan yang masuk ke tubuh.

Untuk itu, Mommies bisa meluangkan waktu untuk fokus pada makanan, menikmati cita rasa, dan makan dengan penuh kesadaran. Dengan mindful eating, metode pengendalian porsi tanpa harus membatasi jenis makanan secara ketat, Mommies pun bisa mengurangi risiko makan berlebihan, makan impulsif, dan membuat pilihan yang lebih bijak.

Manfaat Hara Hachi Bu

Menurut laman UGM, berhenti makan sebelum kenyang dapat membantu mencegah berbagai masalah kesehatan, seperti obesitas dan gangguan metabolisme, karena tubuh tidak dipaksa bekerja terlalu berat dalam mencerna makanan.

Selain itu, manfaat Hara Hachi Bu tidak hanya untuk menjaga berat badan, tetapi juga membantu mencegah penyakit kronis. Dengan makan secukupnya, tubuh cenderung lebih seimbang dalam mengatur energi dan nutrisi yang masuk.

BACA JUGA: Perempuan yang Suka Memendam Emosi, Bisa Kena Autoimun? Ini Kata Dokter!

Siapa yang Boleh dan Tidak Boleh Menerapkan Hara Hachi Bu?

Mengutip dosen Departemen Gizi Kesehatan UGM, Hara Hachi Bu kurang sesuai jika diterapkan oleh orang-orang yang punya target kalori khusus, seperti ibu hamil, anak kecil, remaja, dan atlet. Jika Hara Hachi Bu dipaksakan meski ada penyesuaian, target kalori tidak akan tercapai dan berpotensi memotong asupan kalori atau diikuti efek samping lainnya.

Cara Menerapkan Hara Hachi Bu

Hara Hachi Bu: Kebiasaan Makan Orang Jepang yang Bikin Sehat dan Panjang Umur
Foto: Freepik

Melansir Science Daily, prinsip ini bukan soal diet ketat, tetapi lebih ke mengubah cara kita makan dan berhubungan dengan makanan. Cara menerapkan Hara Hachi Bu sebenarnya cukup sederhana dan bisa dilakukan sehari-hari.

Beberapa langkah praktis yang bisa dilakukan: 

1. Bertanya kepada Tubuh

Pertama, coba cek kondisi tubuh sebelum makan. “Apa yang lagi dirasakan?”

Tanyakan pada diri sendiri apakah rasa lapar yang muncul benar-benar rasa lapar fisik atau hanya karena bosan, stres, atau kebiasaan. Jika bukan karena lapar fisik, Mommies bisa menunda makan sejenak.

2. Hindari Distraksi

Kedua, hindari distraksi saat makan. Makan sambil menonton atau bermain gawai bisa bikin tidak sadar sudah makan terlalu banyak. Fokus pada makanan membantu mengenali sinyal kenyang dengan lebih baik. Main HP-nya masih bisa nanti lagi, Mommies.

3. Makan Perlahan

Ketiga, makanlah secara perlahan dan nikmati setiap suapan. Dengan tempo yang lebih santai, tubuh punya waktu untuk memberi sinyal bahwa Mommies sudah cukup makan.

4. Berhenti Sebelum Kenyang

Keempat, biasakan berhenti sebelum terlalu kenyang. Bayangkan skala kenyang dari 1 sampai 10—targetnya adalah berhenti di angka 8, yaitu saat sudah merasa cukup, tetapi belum kekenyangan. Nggak perlu terpaku pada angka pasti, yang penting mengikuti intuisi Mommies saja.

5. Usahakan Makan Bersama Orang Lain

Kelima, usahakan makan bersama orang lain jika memungkinkan, bisa dengan keluarga, kerabat, teman, atau rekan kerja. Selain membuat momen makan lebih menyenangkan, interaksi sosial juga berperan dalam meningkatkan kualitas hidup.

6. Pilih Makanan Bernutrisi

Keenam, pilih makanan yang bernutrisi. Pastikan asupan mengandung vitamin, mineral, serat, dan energi yang dibutuhkan tubuh. Contohnya, makan ikan dan seafood yang punya kandungan protein tinggi dibandingkan dengan daging merah, kedelai, rumput laut, sayuran, hingga teh hijau. Proses memasaknya juga disarankan dengan cara merebus.

7. Self-Compassion

Terakhir, jangan lupa untuk menerapkan self-compassion. Mommies nggak perlu makan “sempurna” setiap saat. Tujuan utamanya adalah membangun kesadaran, bukan merasa bersalah.

BACA JUGA: 20 Makanan yang Baik untuk Kesehatan Jantung, Enak dan Gampang Diolah

Hara Hachi Bu bukan sekadar cara makan, tetapi juga gaya hidup yang menekankan keseimbangan dan kesadaran. Dengan mengontrol porsi dan mendengarkan tubuh, Mommies bisa menjaga kesehatan dalam jangka panjang. Tertarik mencoba?

Penulis: Retno Raminne Nurhaliza Pitoyo
Cover: Freepik

Share Article

author

Mommies Daily

-

banner-detik

POPULAR ARTICLE

banner-detik
banner-detik

COMMENTS


SISTER SITES SPOTLIGHT

synergy-error

Terjadi Kesalahan

Halaman tidak dapat ditampilkan

synergy-error

Terjadi Kesalahan

Halaman tidak dapat ditampilkan