banner-detik
SELF

Prioritas Finansial untuk Orang Tua Baru, Apa yang Harus Didahulukan?

author

Dhevita Wulandariin 5 hours

Prioritas Finansial untuk Orang Tua Baru, Apa yang Harus Didahulukan?

Setelah punya anak, prioritas finansial pasti berubah. Ini panduan lengkap cara mengatur keuangan setelah melahirkan agar tetap aman dan terencana.

Satu hal yang sering bikin deg-degan setelah si kecil hadir ke dunia adalah… kondisi finansial yang tiba-tiba terasa “bergeser”. Dulu mungkin masih bisa santai, sekarang setiap keputusan rasanya harus dipikirkan dua kali. Wajar banget, kok.

Karena faktanya, prioritas finansial orang tua baru setelah punya anak memang berubah drastis. Bukan cuma soal nambah pengeluaran, tapi juga soal bagaimana kita jadi lebih mindful dalam mengatur keuangan keluarga.

Nah, biar nggak bingung harus mulai dari mana, yuk, kita bahas satu per satu dengan sudut pandang realistis dan terarah.

BACA JUGA: 5 Penyebab Masalah Keuangan Bisa Mengganggu Hubungan, Jangan Diremehkan!

Sebelum Jadi Orang Tua: Apa yang Idealnya Sudah Disiapkan?

Kalau ditarik sedikit ke belakang, idealnya perencanaan keuangan setelah punya bayi sudah mulai dipikirkan bahkan sebelum si kecil hadir.

Menurut Financial Trainer QM Financial, F. D. V. Wulansari, CFP, calon orang tua harus sudah siap dengan berbagai konsekuensi finansial sebelum merencanakan punya anak. Selain biaya persiapan kehamilan dan melahirkan yang tidak sedikit, komposisi anggaran bulanan juga bisa bertambah dan berubah secara signifikan dengan adanya kebutuhan anak, termasuk dana yang harus disisihkan untuk biaya pendidikan dan asuransi tambahan.

Menurut Wulansari, ada beberapa komponen penting yang sebaiknya sudah disiapkan:

1. Dana Persiapan Kehamilan dan Melahirkan

Pastikan sudah ada dana untuk persiapan kehamilan dan melahirkan.

Kalau punya asuransi, penting banget untuk cek:

  • Apa saja yang ditanggung?
  • Berapa plafonnya?
  • Apakah ada biaya tambahan yang harus dibayar sendiri?

Cek dari kontrol rutin, USG, vitamin, sampai biaya persalinan, semuanya butuh dana yang nggak kecil. Jangan sampai merasa “sudah aman”, tapi ternyata masih ada gap besar yang harus ditutup.

2. Dana Pendidikan Anak

Yes, ini sering terdengar “kejauhan”, tapi justru harus dimulai sedini mungkin.

Kenapa? Karena:

  • Biaya pendidikan terus naik setiap tahun.
  • Angkanya besar, terutama untuk jenjang kuliah.

Semakin cepat mulai, semakin ringan bebannya nanti.

Foto: www.kaboompics.com/Pexels

3. Biaya Kebutuhan Anak

Nah, ini yang paling terasa di awal.

Beberapa kebutuhan penting bayi yang harus dianggarkan antara lain:

  • Biaya kesehatan (vaksin, kontrol tumbuh kembang, dll.)
  • Popok dan susu (jika diperlukan).
  • Perlengkapan bayi (stroller, car seat, baby chair, dll.)
  • Penyesuaian rumah agar lebih aman.

1–2 tahun pertama biasanya jadi fase “pengeluaran tinggi”. Tips penting: Jangan mudah terpengaruh media sosial. Beli yang benar-benar dibutuhkan, bukan yang lagi tren.

4. Asuransi Jiwa dan Dana Darurat

Ini sering terlupakan, padahal krusial.

Setelah punya anak:

  • Plafon dana darurat sebaiknya ditingkatkan sesuai anggaran bulanan baru.
  • Pencari nafkah wajib punya asuransi jiwa untuk perlindungan keluarga.

Karena sekarang, bukan cuma diri sendiri yang harus dipikirkan.

BACA JUGA: Dana Pendidikan Anak, Kapan Harus Siapkan? Ini Kata Pakar Keuangan

Setelah Punya Anak: Mana yang Harus Didahulukan?

Masuk ke fase realita ketika si kecil sudah hadir dan semua teori harus diterapkan. Menurut Wulansari, kunci utamanya sederhana, tapi sering sulit dijalankan: bedakan kebutuhan dan keinginan.

Prioritas 1: Kesehatan

Ini non-negotiable. Mulai dari:

  • Imunisasi
  • Kontrol rutin
  • Penanganan jika ada kondisi khusus

Kalau Mommies dan Daddies sama-sama bekerja, biaya seperti daycare atau babysitter juga masuk kategori kebutuhan prioritas, bukan lagi opsional.

Prioritas 2: Pendidikan (Jangka Panjang)

Meski belum terasa sekarang, tetap harus mulai disiapkan. Nggak perlu langsung besar, yang penting: konsisten dan disesuaikan dengan kemampuan.

Prioritas 3: Kebutuhan Harian Anak

Kebutuhan penting harian anak seperti popok, susu, dan perlengkapan dasar. Di sini, penting banget untuk bijak memilih kebutuhan anak sebelum membeli. Nggak semua harus baru, kok. Alternatif yang bisa dipertimbangkan:

  • Lungsuran dari saudara/teman.
  • Barang second yang masih layak.
  • Sewa perlengkapan bayi.
  • Pinjam untuk penggunaan sementara.

Prioritas 4: Keseimbangan Mental Orang Tua

Ini sering dianggap nggak penting, padahal justru krusial. Mommies dan Daddies, boleh banget, kok, tetap punya:

  • Budget self-reward kecil.
  • Me time sederhana.
  • Quality time berdua.

Selama tetap sesuai kemampuan, ini justru membantu menjaga kewarasan dan keharmonisan rumah tangga, lho.

Prioritas Finansial untuk Orang Tua Baru, Apa yang Harus Didahulukan?

Foto: Pavel Danilyuk/Pexels

Cara Mengatur Keuangan setelah Melahirkan

Supaya lebih praktis, ini beberapa langkah yang bisa langsung diterapkan:

1. Evaluasi ulang anggaran bulanan

Sesuaikan dengan kondisi baru, jangan pakai template lama saat belum punya anak.

2. Prioritaskan yang wajib dulu

Kesehatan dan kebutuhan dasar selalu di atas segalanya.

3. Riset sebelum membeli

Bandingkan harga, fungsi, dan kebutuhan. Jangan impulsif.

4. Fleksibel dan adaptif

Setiap keluarga punya kondisi berbeda. Nggak perlu membandingkan.

BACA JUGA: 8 Financial Shock setelah Punya Anak, dan Cara Mengatasinya

Menjadi orang tua bukan berarti harus langsung sempurna dalam mengatur keuangan.

Yang penting sadar prioritas, sesuaikan dengan kemampuan, dan nggak terjebak sama gaya hidup orang lain.

Karena pada akhirnya, prioritas finansial orang tua baru setelah punya anak bukan soal seberapa besar penghasilan, tapi seberapa bijak mengelolanya.

Cover: www.kaboompics.com/Pexels

Share Article

author

Dhevita Wulandari

-

banner-detik

POPULAR ARTICLE

banner-detik
banner-detik

COMMENTS


SISTER SITES SPOTLIGHT

synergy-error

Terjadi Kesalahan

Halaman tidak dapat ditampilkan

synergy-error

Terjadi Kesalahan

Halaman tidak dapat ditampilkan