6 Fakta Vasektomi yang Suami Harus Tahu! Aman dan Efektif hingga 99%

Dad's Corner

Mommies Daily・in 4 hours

detail-thumb

Tidak semenakutkan itu, ini fakta-fakta vasektomi yang suami harus tahu. Mulai dari prosedur, efektivitas hingga 99%, hingga kemungkinan pembatalannya. 

Bagi beberapa pasangan, vasektomi datang dari tanggung jawab bersama untuk berbagi kontrasepsi yang selama ini dibebankan kepada perempuan saja, mulai dari pil KB, suntik, hingga IUD yang semua berpotensi memberikan efek samping. Selain itu, vasektomi datang dari keputusan yang matang ketika pasangan sepakat bahwa jumlah anak yang diinginkan sudah terpenuhi. 

Kini semakin banyak pasangan yang melakukan atau mempertimbangkan vasektomi, yaitu prosedur kontrasepsi pada pria dengan cara menutup saluran sperma (vas deferens) sehingga air mani tidak lagi mengandung sperma untuk mencegah kehamilan.

Baru-baru ini juga terdengar kabar bahagia dari pasangan influencer Gama dan Andori. Gama sang suami telah melakukan prosedur vasektomi, dilihat dari unggahannya pada awal April 2026. Melalui unggahan di akun istrinya, Andori, vasektomi sudah direncanakan pasangan ini sejak tahun 2022. Keduanya telah dikaruniai tiga orang anak yang manis dan lucu.

Langkah berani yang diambil oleh pasangan ini seolah semakin membuka mata publik bahwa vasektomi tidak semenakutkan itu. Namun, Mommies dan Daddies mungkin masih merasa ragu mengenai prosedur ini. Yuk, kita cek.

BACA JUGA: Biaya Vasektomi di Beberapa Rumah Sakit di Jabodetabek, Mulai dari Rp7 Jutaan!

Fakta-Fakta tentang Vasektomi

Berikut fakta-fakta tentang vasektomi yang bisa dijadikan sebagai tambahan informasi bagi para Mommies dan Daddies.

Fakta Vasektomi yang Suami Harus Tahu: Aman, Efektif hingga 99%

Foto: Tima Miroshnichenko/Pexels

1. Metode Kontrasepsi yang Lebih Nyaman dan Minim Efek Samping

Cerita tentang suami yang melakukan vasektomi di kanal BBC mengungkapkan bahwa ia nyaris tidak merasakan perubahan signifikan usai prosedur vasektomi. Hal ini menjadikannya pilihan yang sangat nyaman bagi pasangan yang ingin menghentikan penggunaan alat kontrasepsi jangka panjang tanpa harus mengkhawatirkan efek samping.

2. Vasektomi Tetap Bisa Berhubungan Seksual

Mengutip detikHealth, pria yang menjalani vasektomi masih bisa ereksi dan berhubungan seksual. Secara medis, prosedur ini hanya memutus saluran vas deferens agar sperma tidak bercampur dengan air mani. Ibaratnya, saluran sperma adalah pipa air dan sistem saraf pria adalah aliran listrik. Vasektomi tidak memutus “aliran listrik” yang dibutuhkan ketika ereksi.

3. Tingkat Keberhasilan Lebih dari 99%

Menurut World Health Organization (WHO), vasektomi dinilai sebagai metode kontrasepsi dengan efektivitas yang sangat tinggi dan tingkat kegagalan yang sangat rendah. Vasektomi memiliki angka 0,1–0,15% atau kurang dari 1 kehamilan terjadi per 100 wanita yang pasangannya telah menjalani vasektomi.

4. Vasektomi Tidak Mencegah Penyakit Menular Seksual

Setelah menjalani vasektomi, tetap harus menerapkan hubungan seksual yang sehat. Penting untuk dipahami bahwa meskipun sangat efektif dalam mencegah kehamilan, vasektomi bukan pelindung terhadap penyakit menular seksual (PMS). 

5. MUI Membolehkan Vasektomi dengan Syarat

Bagi Mommies dan Daddies yang khawatir dari sudut pandang keagamaan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) membolehkan vasektomi dengan catatan tertentu, yaitu tujuannya sesuai syariat dan tidak permanen. Maksudnya, vasektomi perlu diniatkan dengan tujuan untuk mengatur keturunan (tanzhim al-nasl) sebagai upaya menjaga kesejahteraan keluarga dan mewujudkan keluarga yang sakinah. Selain itu, vasektomi masih memiliki kemungkinan untuk rekanalisasi atau penyambungan kembali. 

6. Vasektomi Bisa Dibatalkan

Ya, vasektomi sebenarnya bisa dibatalkan dengan menjalankan prosedur vasectomy reversal, yaitu penyambungan kembali vas deferens yang terputus karena vasektomi. Meski begitu, prosedur ini sedikit lebih rumit dan lebih mahal.

BACA JUGA: 5 Kesalahan Ayah yang Bikin Susah Dekat dengan Anak, Para Ayah Harus Tahu!

Dengan segala keunggulan medis dan kemudahan prosedurnya, vasektomi merupakan solusi jangka panjang yang sangat layak dipertimbangkan oleh setiap pasangan. Namun, kunci utamanya tetap ada pada komunikasi yang terbuka dan pemahaman yang matang antara Mommies dan Daddies.

Penulis: Retno Raminne Nurhaliza Pitoyo
Cover: pressfoto/Freepik