
Kelas aktivitas bayi 0–2 tahun makin populer. Simak manfaat, jenis kelas sensorik, motorik, berenang, hingga kisaran biaya lengkapnya di sini.
Dua tahun pertama bayi adalah masa yang krusial. Kenapa? Karena perkembangan otak bayi sedang pesat-pesatnya.Oleh karena itu, Mommies butuh memberikan stimulasi-stimulasi yang sesuai, baik melalui kelas aktivitas maupun stimulasi bayi di rumah.
Nah, pernah mendengar playful learning (pembelajaran melalui permainan)? Belajar tetapi tetap menyenangkan; bermain tetapi tetap terarah. Menurut artikel jurnal Pediatrics berjudul “The Power of Play: A Pediatric Role in Enhancing Development in Young Children”, pendekatan ini dipercaya mendorong perkembangan bahasa, kognisi, serta keterampilan sosial-emosional anak sejak dini.
Tidak heran jika kini berbagai kelas aktivitas untuk bayi, batita, balita, hingga anak-anak mengusung konsep playful learning. Apalagi, kelas aktivitas bayi 0–2 tahun kini semakin populer di kalangan orang tua.
Saat Mommies melihat-lihat pilihan kelas, kata-kata seperti “belajar sambil bermain” atau “stimulasi menyenangkan” pasti sering muncul. Dari kelas sensori, berenang, gimnastik, hingga musik, semuanya berusaha membungkus stimulasi perkembangan dalam balutan permainan yang terarah.
Nah, saking banyaknya berbagai jenis kelas, manakah yang harus Mommies ambil sesuai kebutuhan anak dan apa manfaatnya? Sebelum itu, kita kulik dulu seberapa penting kelas aktivitas bayi untuk tumbuh kembangnya.
BACA JUGA: New Mom Burnout: Kenapa Ibu Baru Merasa Kewalahan dan Cara Mengatasinya

Untuk menjawab pertanyaan di atas, Mommies Daily bertanya langsung kepada Saskhya Aulia Prima, M.Psi., Psikolog, yang merupakan psikolog anak dengan pengalaman lebih dari 10 tahun. Ia juga aktif menjadi narasumber di berbagai acara. Nah, banyak insight menarik darinya.
Menurut psikolog Saskhya, kelas aktivitas untuk bayi merupakan sarana pendukung untuk mendorong perkembangan mereka. Pada dasarnya, stimulasi bayi-bayi inilah yang sebenarnya diperlukan. Kalau Mommies bisa handle sendiri, tidak masalah. Kalau Mommies perlu tambahan pun, juga tidak apa-apa.
Kelas-kelas untuk bayi ini akan berguna jika stimulasinya sesuai dengan kebutuhan si kecil. Kelas aktivitas bayi bukan kewajiban, tetapi bisa menjadi sarana tambahan untuk memberikan stimulasi sesuai tahap perkembangan anak.
Kapan bayi boleh ikut kelas aktivitas? Psikolog Saskhya menjawab bahwa umumnya bayi bisa mulai ikut kelas sejak usia 5–6 bulan. Di usia tersebut, bayi sudah boleh ikut kelas aktivitas karena mereka sudah mulai bisa duduk, jadi lebih banyak yang bisa dikerjakan.
Meski begitu, ada beberapa kelas yang mulainya bisa lebih dini, misalnya kelas berenang yang memang bisa diikuti sejak umur sebelum 5 bulan dengan pengawasan yang ketat dan waktu yang singkat.

Bayi membutuhkan stimulasi besar yang mencakup semua sensori mereka, seperti visual, auditori, proprioseptif, vestibular, dan sebagainya. Menurut psikolog Saskhya, penting untuk menstimulasi semua indra dan motorik mereka karena dari situlah yang berperan penting dalam membangun otak dan kesiapan anak untuk akhirnya punya keterampilan-keterampilan, seperti makan, berbicara, praakademik, dan seterusnya.
“Apalagi sebenarnya PR 1000 hari pertama itu kan perkembangan otaknya lagi cepat banget, makanya stimulasi dasarnya itu dari sensorik, reflek, dan motorik itu yang paling berpengaruh di dua tahun pertama.” tegasnya.
BACA JUGA: Isi Tas Melahirkan Apa Saja? Ini Checklist Lengkap untuk Ibu & Bayi ke Rumah Sakit
Berikut pilihan kelas aktivitas untuk bayi 0–2 tahun beserta manfaatnya. Cek sampai akhir karena ada juga informasi tentang kisaran biayanya, Mommies.
Menurut psikolog Saskhya, sensory play bukan hanya soal permainan yang cantik secara visual untuk difoto atau divideo, jadi bukan hanya fokus pada visual atau taktil saja seperti bermain dengan tekstur, tetapi juga seluruh sistem sensori beserta motorik anak yang harus dikejar. Tidak ada salahnya mengejar visual saja, yang penting memahami manfaatnya.
Kelas motorik kasar sangat membantu bayi untuk latihan-latihan kecil seperti grasping, pull-up, atau lainnya. Psikolog Saskhya menjelaskan bahwa stimulasi motorik dapat membantu bayi yang belum bisa berbalik menjadi bisa berbalik, atau latihan bertahap untuk duduk dan merangkak.
Ada kelas berenang yang sudah tersedia, bahkan untuk bayi baru lahir. Biasanya, kelas itu sudah tersertifikasi dan kredibel. Berenang sangat boleh dilakukan asalkan tidak terlalu lama waktunya karena bayi masih kecil, dan pastikan memilih kelas yang benar-benar tersertifikasi untuk kualitas yang baik.
Selanjutnya, psikolog Saskhya menjelaskan bahwa kelas pengenalan musik lebih bersifat untuk bersenang-senang dan kadang digabungkan dengan storytelling. Selain itu, bila ikut kelas bersama bayi lain, anak bisa belajar bersosialisasi meski pada usia tersebut mereka belum benar-benar berinteraksi langsung, hanya sekadar melihat.
Untuk usia di bawah, yang dimaksud bukanlah gimnastik kompetitif, melainkan baby gym yang lebih ke arah sensorik dan motorik. Pastikan provider-nya benar-benar paham mengenai perkembangan sensorik dan motorik anak seusia itu.
Psikolog Saskhya juga berpesan, “Kelas-kelas stimulasi ini benar-benar ikut pace bayinya dan kemampuan bayinya. Jadi nggak usah dipaksa ada target atau goal harus bisa seperti apa, misalnya bisa langsung menggenggam, nggak juga nggak apa-apa itu semua bagian dari eksplorasi.”

Mommies pasti penasaran juga dengan kisaran biayanya. Nah, Mommies Daily sudah mengumpulkan informasi biaya dari lima tempat belajar untuk kemudian bisa dijadikan referensi dalam mengatur strategi finansial keluarga.
Secara umum, rentang harga kelas aktivitas bayi berada di sekitar Rp100.000–Rp300.000 per sesi. Biasanya setiap bulan selalu dipenuhi dengan kelas dan tema yang berbeda-beda.
Halo Kids Indonesia menawarkan kelas-kelas stimulasi motorik untuk kelompok usia anak mulai dari 2 tahun ke atas. Misalnya, panahan, padel, tenis, dan aktivitas fisik lainnya. Cocok buat anak Mommies yang aktif.
Biaya: Rp135.000/kegiatan
Instagram: halokidsindonesia
Kiddles Playzone menyediakan Baby Sensory Class untuk bayi berusia 7–11 bulan. Kelas ini menghadirkan stimulasi sensorik melalui musik, warna, dan tekstur. Setiap kelasnya punya tematik yang berbeda, seperti Pets Around Me, Ocean Friends Adventure, dan My Little Body.
Biaya: Rp175.000/sesi
Instagram: kiddlesplayzone
BabesnTots memiliki dua kelas yang bisa diikuti si kecil: Early Stimulation Class (6 bulan–3 tahun) dan Swimming Class (6 bulan–3,5 tahun). Early Stimulation Class hadir dengan tema yang banyak juga, misalnya Splash Color, Space World, dan Nature’s Wonders. Mommies juga bisa mengenalkan anak kepada air sejak dini lewat Swimming Class.
Biaya:
Instagram: babesntotsjkt
Minia Kidz punya Kelas Stimulasi dan Eksplorasi yang kegiatannya menunjang keterampilan sensorik, motorik, bahasa, kognisi, dan sosial anak. Kelas ini dirancang untuk kelompok usia 1–4,5 tahun. Setiap kelas juga hadir dengan tema yang berbeda, contohnya The Tallest Friend: Giraffe, Deep Blue Divers, dan A Day in Holland.
Biaya: Rp190.000/sesi
Instagram: miniakidz
Play at Sora juga menghadirkan kelas-kelas tematik setiap bulannya, seperti Farm Animals, Singing in The Garden, Little Red & Friends, dan Enchanted Garden. Setiap kelas punya fokus pembelajaran yang berbeda, seperti eksplorasi sensorik, life skills, literasi, musik, dan seterusnya.
Biaya: Rp275.000/kelas
Instagram: playatsora
Ada beberapa tips dari Psikolog Saskhya sebelum menentukan kelas aktivitas untuk bayi:
Jadi, tenang saja, Mommies. Nggak perlu tergesa-gesa ingin mengikuti kelas ini dan kelas itu. Menurut psikolog Saskhya, yang paling penting itu sebenarnya bukan manfaat dari kelas itu saja yang frekuensinya jarang, tetapi di rumah juga ada stimulasi tambahan untuk diulang.
“Yang penting itu ‘tiap hari anak terpapar dengan eksplorasi-eksplorasi yang baru aja, terutama di dua tahun pertama.” pungkasnya.
BACA JUGA: Cara Daftar BPJS Kesehatan Bayi Baru Lahir, Ini Manfaat dan Syaratnya