
New mom burnout bisa dialami semua ibu baru. Kenali tanda-tanda, penyebab kelelahan setelah melahirkan, dan cara mengatasinya agar mental tetap sehat.
Ngomong-ngomong soal jadi ibu baru, jujur deh, siapa yang dulu mikirnya punya bayi itu isinya cuma bau minyak telon yang menenangkan dan sesi bonding yang estetik? Kenyataannya, banyak dari para ibu baru yang justru merasa seperti sedang lari maraton tanpa garis finish. Nggak ada habisnya! Kalau iya, mungkin Mommies sedang mengalami new mom burnout.
Kalau Mommies merasa lelahnya sudah nggak masuk akal, gampang nangis, atau merasa “kosong”, please know that you are not alone. Itu bukan tanda Mommies ibu yang buruk, tapi itu adalah burnout ibu baru. Nggak perlu malu, Mommies bisa membicarakannya tanpa rasa bersalah, kok.
Berbeda dengan baby blues yang biasanya hilang dalam hitungan hari, new mom burnout adalah kondisi kelelahan fisik dan mental yang kronis. Ini adalah titik di mana Mommies merasa sudah memberikan segalanya, tapi rasanya tetap nggak cukup. Kelelahan ibu setelah melahirkan itu nyata dan perlu dibedakan dari kondisi lain agar penanganannya tepat.
BACA JUGA: 11 Rekomendasi Spa untuk Ibu Hamil dan Baru Melahirkan yang Aman, serta Harganya
Banyak faktor yang bisa jadi pemicu. Selain perubahan hormon yang drastis, ada beberapa penyebab “tak kasat mata” lainnya:
Tidur 2 jam sekali itu berat, lho. Otak kita butuh istirahat untuk bisa berfungsi normal.
Media sosial sering kali bikin kita merasa harus bisa all-in-one: urus bayi, rumah rapi, dan badan langsung langsing. That’s a lot of pressure!
Memikirkan jadwal imunisasi, stok popok, sampai kapan bayi harus mandi. Beban mental ini sering kali lebih melelahkan daripada aktivitas fisiknya sendiri.

Kadang kita nggak sadar sudah di ambang batas. Coba cek apakah Mommies merasakan tanda-tanda ini?
Kalau Mommies mulai merasakan gejala di atas, jangan didiamkan, ya. Yuk, coba lakukan langkah-langkah kecil ini:
Rumah berantakan? Nggak apa-apa. Pesan makanan ojek online? Boleh banget. Fokus energi Mommies hanya untuk diri sendiri dan bayi.
Daddies, di sinilah peran besarmu dibutuhkan. Jangan tunggu diminta, cobalah untuk mengambil inisiatif untuk memegang bayi agar Mommies bisa mandi lama atau tidur siang 30 menit.
Kalau melihat Instagram malah bikin Mommies merasa “kurang”, lebih baik unfollow atau mute dulu akun-akun yang bikin stres.
Ngobrol dengan sesama ibu bisa jadi terapi yang luar biasa. Mengetahui bahwa orang lain juga berjuang hal yang sama bisa meringankan beban mental.
Ingat, Mommies sedang belajar hal baru. Jadilah baik pada diri sendiri sebagaimana Mommies baik pada si kecil.

Stres ibu setelah punya bayi itu valid. Jika rasa sedih, lelah, atau terputus ini sudah berlangsung lebih dari dua minggu dan mulai mengganggu kemampuan Mommies untuk merawat diri sendiri atau si kecil, itu saatnya bicara dengan psikolog atau dokter. Ini bukan kelemahan, ini justru bentuk cinta terbesar untuk diri sendiri dan keluarga.
Ingat, ya, Mommies, anak kita nggak butuh ibu yang sempurna. Mereka butuh ibu yang bahagia dan sehat secara mental. You’re doing great!
BACA JUGA: 10 Hal yang Saya Sadari setelah Menjadi Ibu, yang Tidak Pernah Diceritakan Siapa pun