banner-detik
PARENTING & KIDS

New Mom Burnout: Kenapa Ibu Baru Merasa Kewalahan dan Cara Mengatasinya

author

Dhevita Wulandariin 6 hours

New Mom Burnout: Kenapa Ibu Baru Merasa Kewalahan dan Cara Mengatasinya

New mom burnout bisa dialami semua ibu baru. Kenali tanda-tanda, penyebab kelelahan setelah melahirkan, dan cara mengatasinya agar mental tetap sehat.

Ngomong-ngomong soal jadi ibu baru, jujur deh, siapa yang dulu mikirnya punya bayi itu isinya cuma bau minyak telon yang menenangkan dan sesi bonding yang estetik? Kenyataannya, banyak dari para ibu baru yang justru merasa seperti sedang lari maraton tanpa garis finish. Nggak ada habisnya! Kalau iya, mungkin Mommies sedang mengalami new mom burnout.

Kalau Mommies merasa lelahnya sudah nggak masuk akal, gampang nangis, atau merasa “kosong”, please know that you are not alone. Itu bukan tanda Mommies ibu yang buruk, tapi itu adalah burnout ibu baru. Nggak perlu malu, Mommies bisa membicarakannya tanpa rasa bersalah, kok.

Apa Itu New Mom Burnout? Ini Bedanya dengan Baby Blues

Berbeda dengan baby blues yang biasanya hilang dalam hitungan hari, new mom burnout adalah kondisi kelelahan fisik dan mental yang kronis. Ini adalah titik di mana Mommies merasa sudah memberikan segalanya, tapi rasanya tetap nggak cukup. Kelelahan ibu setelah melahirkan itu nyata dan perlu dibedakan dari kondisi lain agar penanganannya tepat.

BACA JUGA: 11 Rekomendasi Spa untuk Ibu Hamil dan Baru Melahirkan yang Aman, serta Harganya

Penyebab Ibu Baru Stres, Bukan Sekadar Kurang Tidur

Banyak faktor yang bisa jadi pemicu. Selain perubahan hormon yang drastis, ada beberapa penyebab “tak kasat mata” lainnya:

1. Kurang Tidur Kronis

Tidur 2 jam sekali itu berat, lho. Otak kita butuh istirahat untuk bisa berfungsi normal.

2, Tekanan Menjadi Ibu yang Sempurna

Media sosial sering kali bikin kita merasa harus bisa all-in-one: urus bayi, rumah rapi, dan badan langsung langsing. That’s a lot of pressure!

3. Beban Invisible Work

Memikirkan jadwal imunisasi, stok popok, sampai kapan bayi harus mandi. Beban mental ini sering kali lebih melelahkan daripada aktivitas fisiknya sendiri.

New Mom Burnout: Kenapa Ibu Baru Suka Merasa Kewalahan?

Foto: Sarah Chai/Pexels

Tanda Burnout pada Ibu yang Sering Diabaikan

Kadang kita nggak sadar sudah di ambang batas. Coba cek apakah Mommies merasakan tanda-tanda ini?

  1. Lelah yang nggak hilang meski sudah tidur.
  2. Mudah marah atau tersinggung, bahkan untuk hal sepele.
  3. Merasa terputus (detached) dari bayi atau pasangan.
  4. Sering merasa gagal sebagai ibu.
  5. Perubahan nafsu makan (nggak mau makan sama sekali atau justru emotional eating).

5. Cara Mengatasi Kelelahan Mental Ibu Baru

Kalau Mommies mulai merasakan gejala di atas, jangan didiamkan, ya. Yuk, coba lakukan langkah-langkah kecil ini:

1. Turunkan Standar

Rumah berantakan? Nggak apa-apa. Pesan makanan ojek online? Boleh banget. Fokus energi Mommies hanya untuk diri sendiri dan bayi.

2. Mintalah Bantuan

Daddies, di sinilah peran besarmu dibutuhkan. Jangan tunggu diminta, cobalah untuk mengambil inisiatif untuk memegang bayi agar Mommies bisa mandi lama atau tidur siang 30 menit.

3. Batasi Screen Time

Kalau melihat Instagram malah bikin Mommies merasa “kurang”, lebih baik unfollow atau mute dulu akun-akun yang bikin stres.

4. Cari Support System

Ngobrol dengan sesama ibu bisa jadi terapi yang luar biasa. Mengetahui bahwa orang lain juga berjuang hal yang sama bisa meringankan beban mental.

5. Self-Compassion

Ingat, Mommies sedang belajar hal baru. Jadilah baik pada diri sendiri sebagaimana Mommies baik pada si kecil.

Foto: RDNE Stock project/Pexels

Kapan Harus Mencari Bantuan Profesional?

Stres ibu setelah punya bayi itu valid. Jika rasa sedih, lelah, atau terputus ini sudah berlangsung lebih dari dua minggu dan mulai mengganggu kemampuan Mommies untuk merawat diri sendiri atau si kecil, itu saatnya bicara dengan psikolog atau dokter. Ini bukan kelemahan, ini justru bentuk cinta terbesar untuk diri sendiri dan keluarga.

Ingat, ya, Mommies, anak kita nggak butuh ibu yang sempurna. Mereka butuh ibu yang bahagia dan sehat secara mental. You’re doing great!

BACA JUGA: 10 Hal yang Saya Sadari setelah Menjadi Ibu, yang Tidak Pernah Diceritakan Siapa pun

Cover: RDNE Stock project/Pexels

Share Article

author

Dhevita Wulandari

-

banner-detik

POPULAR ARTICLE

banner-detik
banner-detik

COMMENTS


SISTER SITES SPOTLIGHT

synergy-error

Terjadi Kesalahan

Halaman tidak dapat ditampilkan

synergy-error

Terjadi Kesalahan

Halaman tidak dapat ditampilkan