
Saat ART mudik, ajak anak ikut bersih-bersih rumah dengan cara menyenangkan! Ini 7 tips efektif agar anak semangat bantu pekerjaan rumah tanpa perlu dipaksa.
ART pulang mudik, kegiatan bersih-bersih jadi harus kembali ke tangan Mommies. Eits! Jangan tanggung beban pekerjaan rumah sendirian—ajak keluarga, termasuk anak, untuk bekerja sama saat membersihkan rumah.
Sayangnya, membuat anak mau ikut bersih-bersih bukan hal yang selalu mudah. Kuncinya bukan sekadar menyuruh, tetapi bagaimana Mommies bisa mengajak dengan cara yang tepat dan menyenangkan. Dengan pendekatan yang pas, kegiatan bersih-bersih justru bisa jadi momen bonding yang seru antara orang tua dan anak, loh.
Dirangkum dari berbagai sumber, berikut tujuh cara yang bisa Mommies lakukan supaya anak mau ikut bantu membersihkan rumah.
BACA JUGA: Kelelahan Sensorik pada Anak: Kenali Gejala dan Solusi Bijak Menghadapinya

Anak cenderung meniru apa yang dilakukan orang tuanya, jadi langkah pertama yang efektif adalah memberikan contoh langsung. Alih-alih hanya menyuruh, ajak anak ikut terlibat saat Mommies membersihkan rumah, misalnya sambil menyapu atau merapikan mainan bersama. Anak akan merasa bahwa bersih-bersih adalah kerja sama tim, bukan tugas yang dibebankan hanya kepadanya.
Biarkan anak terlibat dalam perencanaan distribusi tugas rumah tangga dan biarkan mereka memilih. Misalnya, kasih pilihan antara ingin merapikan tempat tidur atau menyiram tanaman. Ketika anak merasa memiliki kontrol atas pilihannya, mereka cenderung lebih antusias dan tidak merasa terpaksa—juga tumbuh rasa tanggung jawab atas pilihannya itu.

Jika Mommies punya anak kecil di rumah, kasih mereka tugas sederhana seperti membereskan mainan, membuang sampah, menaruh piring di wastafel, dan tugas lainnya yang menurut Mommies mereka mampu. Untuk anak remaja, mereka bisa diberikan tugas rumah tangga yang lebih berat, seperti bantu memasak, mencuci piring, cuci baju, dan sebagainya.
Membersihkan rumah bisa terasa menyenangkan jika Mommies memberikan tantangan kecil. Contohnya, pasang timer dan berlombalah dengan anak siapa yang paling cepat bisa merapikan mainan sebelum waktu habis. Jika suasananya seru, anak akan melihat kegiatan bersih-bersih ini sebagai aktivitas yang menyenangkan.
Melakukan pekerjaan rumah tangga bisa membosankan. Supaya tidak bosan, Mommies bisa menyarankan anak untuk memasang lagu energik atau lagu apapun yang ia suka. Jika bersih-bersih rumah sudah menjadi rutinitas sehari-hari, Mommies dan keluarga bisa bikin playlist supaya nggak lama bingung pilih lagu.

Setiap anak selesai melakukan tugasnya, Mommies bisa memberikan ucapan terima kasih atau pujian atas usahanya—atau sesekali reward sederhana. Hadiahnya tidak selalu harus mainan, tetapi bisa dengan memasakkan makanan kesukaan anak setelah bersih-bersih.
Selama liburan, ada sekian hari saat ART tidak ada di rumah. Mommies bisa membuat jadwal rutin bersih-bersih rumahselama periode itu. Membuat jadwal rutin akan membantu anak memahami bahwa bersih-bersih adalah bagian dari keseharian, bukan aktivitas sesekali.
BACA JUGA: Sering Dikira Tantrum, Kenali 5 Tanda Kelelahan Sosial pada Anak
Melibatkan anak dalam kegiatan bersih-bersih bukan hanya soal meringankan pekerjaan rumah saat ART belum balik, tetapi juga tentang membangun kebiasaan baik yang berguna saat mereka dewasa nanti.