banner-detik
PARENTING & KIDS

ART Mudik? Ini 7 Cara Mengajak Anak Mau Bersih-Bersih Rumah

author

Mommies Dailyin 4 hours

ART Mudik? Ini 7 Cara Mengajak Anak Mau Bersih-Bersih Rumah

Saat ART mudik, ajak anak ikut bersih-bersih rumah dengan cara menyenangkan! Ini 7 tips efektif agar anak semangat bantu pekerjaan rumah tanpa perlu dipaksa. 

ART pulang mudik, kegiatan bersih-bersih jadi harus kembali ke tangan Mommies. Eits! Jangan tanggung beban pekerjaan rumah sendirian—ajak keluarga, termasuk anak, untuk bekerja sama saat membersihkan rumah.

Sayangnya, membuat anak mau ikut bersih-bersih bukan hal yang selalu mudah. Kuncinya bukan sekadar menyuruh, tetapi bagaimana Mommies bisa mengajak dengan cara yang tepat dan menyenangkan. Dengan pendekatan yang pas, kegiatan bersih-bersih justru bisa jadi momen bonding yang seru antara orang tua dan anak, loh.

7 Cara Efektif Mengajak Anak Bersih-Bersih Rumah

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut tujuh cara yang bisa Mommies lakukan supaya anak mau ikut bantu membersihkan rumah.

BACA JUGA: Kelelahan Sensorik pada Anak: Kenali Gejala dan Solusi Bijak Menghadapinya

1. Berikan Contoh dan Ajak Kerja Sama

Foto: Freepik

Anak cenderung meniru apa yang dilakukan orang tuanya, jadi langkah pertama yang efektif adalah memberikan contoh langsung. Alih-alih hanya menyuruh, ajak anak ikut terlibat saat Mommies membersihkan rumah, misalnya sambil menyapu atau merapikan mainan bersama. Anak akan merasa bahwa bersih-bersih adalah kerja sama tim, bukan tugas yang dibebankan hanya kepadanya.

2. Biarkan Anak Memilih Tugasnya Sendiri

Biarkan anak terlibat dalam perencanaan distribusi tugas rumah tangga dan biarkan mereka memilih. Misalnya, kasih pilihan antara ingin merapikan tempat tidur atau menyiram tanaman. Ketika anak merasa memiliki kontrol atas pilihannya, mereka cenderung lebih antusias dan tidak merasa terpaksa—juga tumbuh rasa tanggung jawab atas pilihannya itu.

3. Sesuaikan Tugas dengan Usia Anak

Foto: Freepik

Jika Mommies punya anak kecil di rumah, kasih mereka tugas sederhana seperti membereskan mainan, membuang sampah, menaruh piring di wastafel, dan tugas lainnya yang menurut Mommies mereka mampu. Untuk anak remaja, mereka bisa diberikan tugas rumah tangga yang lebih berat, seperti bantu memasak, mencuci piring, cuci baju, dan sebagainya.

4. Jadikan Bersih-Bersih sebagai Permainan

Membersihkan rumah bisa terasa menyenangkan jika Mommies memberikan tantangan kecil. Contohnya, pasang timer dan berlombalah dengan anak siapa yang paling cepat bisa merapikan mainan sebelum waktu habis. Jika suasananya seru, anak akan melihat kegiatan bersih-bersih ini sebagai aktivitas yang menyenangkan.

5. Putar Lagu Favorit agar Semangat Bersih-Bersih

Melakukan pekerjaan rumah tangga bisa membosankan. Supaya tidak bosan, Mommies bisa menyarankan anak untuk memasang lagu energik atau lagu apapun yang ia suka. Jika bersih-bersih rumah sudah menjadi rutinitas sehari-hari, Mommies dan keluarga bisa bikin playlist supaya nggak lama bingung pilih lagu.

6. Beri Apresiasi atas Usaha Anak

Anak bersih-bersih rumah

Foto: Freepik

Setiap anak selesai melakukan tugasnya, Mommies bisa memberikan ucapan terima kasih atau pujian atas usahanya—atau sesekali reward sederhana. Hadiahnya tidak selalu harus mainan, tetapi bisa dengan memasakkan makanan kesukaan anak setelah bersih-bersih.

7. Buat Jadwal Rutin Bersih-Bersih Harian

Selama liburan, ada sekian hari saat ART tidak ada di rumah. Mommies bisa membuat jadwal rutin bersih-bersih rumahselama periode itu. Membuat jadwal rutin akan membantu anak memahami bahwa bersih-bersih adalah bagian dari keseharian, bukan aktivitas sesekali.

BACA JUGA: Sering Dikira Tantrum, Kenali 5 Tanda Kelelahan Sosial pada Anak

Melibatkan anak dalam kegiatan bersih-bersih bukan hanya soal meringankan pekerjaan rumah saat ART belum balik, tetapi juga tentang membangun kebiasaan baik yang berguna saat mereka dewasa nanti.

Penulis: Retno Raminne Nurhaliza Pitoyo
Cover: Freepik

Share Article

author

Mommies Daily

-

banner-detik

POPULAR ARTICLE

banner-detik
banner-detik

COMMENTS


SISTER SITES SPOTLIGHT

synergy-error

Terjadi Kesalahan

Halaman tidak dapat ditampilkan

synergy-error

Terjadi Kesalahan

Halaman tidak dapat ditampilkan