Pola Makan dan Risiko Kanker Ginjal, serta Tanda dan Cara Mencegah

Self

Mommies Daily・in 5 hours

detail-thumb

Pola makan dan gaya hidup punya peran penting dalam terjadinya kanker ginjal. Cek makanan dan minuman yang harus dibatasi untuk mencegah penyakit ini. 

Belakangan, nama penyakit kanker ginjal semakin sering kita dengar. Apalagi dengan kabar meninggalnya selebriti dan penyanyi terkenal yang sangat dicintai tidak hanya oleh keluarga dan sahabat-sahabat terdekatnya, tetapi juga oleh para penggemarnya.

Kanker ginjal merupakan penyakit di mana sel-sel ginjal tidak tumbuh dengan normal.  Pembahasan mengenai kanker ginjal juga semakin banyak bermunculan. Selain faktor keturunan dan lingkungan, salah satu yang memiliki dampak besar terhadap kesehatan ginjal kita ternyata bisa bermula dari makanan dan minuman yang kita santap setiap hari. Meski tidak secara langsung menjadi penyebab, konsumsi yang berlebihan bisa semakin memungkinkan terjadinya kanker ginjal.

BACA JUGA: Dikira Perut Buncit, Ternyata Kista! Kenali Penyebab dan Gejalanya!

Makanan dan Minuman yang Tidak Boleh Dikonsumsi Berlebihan

Sebelum panik dulu, perlu dipahami bahwa jarang sekali ada satu jenis makanan yang langsung bikin kanker secara instan. Yang berbahaya itu adalah konsumsi jangka panjang dalam jumlah berlebihan. Nah, ini beberapa yang perlu Mommies dan Daddies perhatikan:

1. Daging Olahan

Sosis, ham, kornet. Ini memang enak banget, tapi mengandung nitrat, nitrit, dan pengawet kimia yang kalau dikonsumsi berlebihan sudah terbukti berkaitan dengan berbagai jenis kanker, termasuk kanker ginjal.

2. Minuman Manis dan Tinggi Gula

Konsumsi gula berlebih nggak cuma bikin badan melar, tapi juga memicu obesitas dan diabetes, dua faktor risiko utama yang bisa merusak jaringan ginjal kita.

3. Makanan Tinggi Garam

Garam berlebih = tekanan darah naik. Dan kalau hipertensi dibiarkan kronis, pembuluh darah di ginjal bisa rusak dan memicu pertumbuhan sel abnormal.

4. Alkohol

Minum alkohol berlebihan bikin ginjal kerja ekstra keras dan mengganggu regulasi sel dalam tubuh.

5. Makanan Gosong atau Dibakar

Senyawa bernama heterocyclic amines (HCAs) terbentuk saat daging dibakar pada suhu sangat tinggi — dan senyawa ini bersifat karsinogenik alias pemicu kanker.

6. Makanan Tinggi Fosfor

Untuk menjaga kesehatan tulang, tubuh memerlukan fosfor. Namun, jumlah yang boleh dikonsumsi per hari memang terbatas, yaitu maksimal 1000 mg per hari. Makanan yang kita sukai sehari-hari tapi mengandung fosfor yang tinggi dan harus dibatasi seperti daging, jeroan, ikan laut, susu dan olahannya, kangkung, bayam, lobak, kacang-kacangan, dan dark chocolate.

Foto: Anna Tarazevich/Pexels

Faktor Risiko Lain yang Nggak Kalah Penting

Selain soal makan, ada beberapa hal lain yang bisa memperburuk risiko kanker ginjal:

  • Merokok: Partikel kimia dari rokok masuk ke aliran darah, disaring oleh ginjal, dan merusak DNA sel di sana. Ini salah satu alasan terkuat untuk berhenti merokok, Daddies.
  • Obesitas: Lemak tubuh yang berlebih mengubah keseimbangan hormon yang bisa memicu pertumbuhan sel kanker.
  • Hipertensi: Tekanan darah tinggi adalah faktor risiko yang sangat kuat dan sering diremehkan.
  • Paparan Kimia di Lingkungan Kerja: Asbes, kadmium, atau pelarut organik adalah beberapa zat yang perlu diwaspadai.

Kenali Tandanya Sebelum Terlambat

Kanker ginjal sering disebut “silent disease” karena di tahap awal nyaris nggak ada gejala. Tapi ada beberapa tanda yang perlu langsung diwaspadai:

  • Urine berdarah. Warnanya bisa kemerahan atau kecokelatan. Ini namanya hematuria, dan ini bukan kondisi yang boleh diabaikan.
  • Nyeri pinggang yang menetap. Bukan karena salah posisi tidur, tapi rasa sakit di salah satu sisi pinggang yang terus-menerus.
  • Ada benjolan di perut, pinggang atau samping tubuh. Ini perlu segera dicek.
  • Gejala umum yang nggak jelas sebabnya. Berat badan turun drastis tiba-tiba, kelelahan ekstrem, atau demam yang hilang-timbul.
  • Demam yang tidak mereda.
  • Berat badan turun.
  • Hilang selera makan.
  • Muka pucat.
  • Badan lemas dan gampang lelah.

Kalau Mommies atau Daddies mengalami salah satu dari tanda-tanda ini, jangan tunda untuk ke dokter, ya!

kanker ginjal

Foto: Darina Belonogova/Pexels

Langkah Pencegahan yang Bisa Dimulai Sekarang

Kabar baiknya, banyak hal yang bisa kita lakukan dari sekarang untuk melindungi ginjal kita:

  • Cukup minum air putih: Bantu ginjal menyaring racun dengan baik. Sebaiknya minum minimal 8 gelas sehari.
  • Perbanyak buah, sayur, dan biji-bijian utuh: Diet sehat yang aman untuk ginjal nggak harus membosankan, kok. Ada apel, nanas, hingga putih telur yang bisa dikonsumsi.
  • Jaga berat badan ideal: Pertahankan BMI dalam batas normal dan rutin berolahraga.
  • Berhenti merokok dan minum alkohol: Ini langkah paling efektif untuk menurunkan risiko kanker secara umum. Kalau belum bisa sendiri, minta bantuan profesional.
  • Cek rutin tekanan darah dan fungsi ginjal: Jangan tunggu ada gejala dulu baru periksa.
  • Hindari menahan pipis.

BACA JUGA: 20 Makanan yang Baik untuk Kesehatan Jantung, Enak dan Gampang Diolah

Kalau Mommies atau Daddies punya riwayat keluarga dengan penyakit ginjal, atau mulai merasakan gejala-gejala di atas, segera konsultasikan dengan dokter spesialis urologi (Sp.U). Pemeriksaan seperti USG atau CT scan bisa mendeteksi masalah sejak dini untuk bisa segera mencari cara mencegah dan mengatasi penyakit ginjal.

Kesehatan ginjal itu investasi jangka panjang, Mommies dan Daddies. Mari kita mulai dari pilihan di piring makan dan gelas minum kita hari ini.

Cover: Anna Tarazevich/Pexels